Analisis Pertukaran Sosial Antara Konselor Dan Pasien Dengan Gangguan Pernikahan Di Pt Persona Digitasi Psikologi
Abstrak
Hubungan konseling pernikahan merupakan relasi sosial yang melibatkan pertukaran pengalaman emosional antara konselor dan pasien, yang terbentuk dan dipertahankan melalui pertukaran sosial di PT Persona Digitasi Psikologi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertukaran sosial antara konselor dan pasien dengan gangguan pernikahan berdasarkan perspektif Social Exchange Theory, yang dikembangkan oleh Thibaut & Kelly (1959). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan konselor dan pasien, observasi selama proses konseling, serta dokumentasi pendukung. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi konseling terbentuk melalui proses pertukaran sosial yang berlangsung secara dinamis dan berkesinambungan, meliputi, pertukaran beban emosional, pertukaran imbalan emosional, hasil pertukaran sosial, penilaian kesesuaian harapan, serta pertimbangan pilihan lain. Pasien dipahami oleh konselor menilai konseling sebagai relasi yang bernilai ketika memperoleh rasa aman, kenyamanan, penerimaan, dan ruang refleksi yang sesuai dengan kebutuhan emosional mereka, sementara konselor menyesuaikan pendekatan pendampingan berdasarkan kesiapan pasien. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan pemahaman bagi peminat ilmu komunikasi terkait relasi sosial dalam menciptakan proses konseling pernikahan yang suportif, bermakna, dan berkelanjutan. Kata Kunci: Gangguan Pernikahan, Hubungan Konselor dan Pasien, Konseling Pernikahan, Komunikasi, Social Exchange Theory
Referensi
Abdussamad, H. Z., & Sik, M. S. (2021). Metode penelitian kualitatif. CV. Syakir MediaPress.
Adharsyah, M., Sidqi, M., & Rizki, M. A. (2024). Pernikahan dalam perspektif hukum Islam. Jurnal Syariah dan Ekonomi Islam, 2(1), 44–53. https://doi.org/10.71025/2xrmbv96
Adhimah, S. (2020). Peran orang tua dalam menghilangkan rasa canggung anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak, 9(1), 57–62. https://www.academia.edu/download/81822542/13684.pdf
Ahmad, R., Nawaz, M. R., Ishaq, M. I., Khan, M. M., & Ashraf, H. A. (2023). Social exchange theory: Systematic review and future directions. Frontiers in Psychology, 13, 1015921. https://doi.org/10.3389/fpsyg.2022.1015921
Awaru, A. O. T., Najamuddin, & Jamaluddin, A. (2025). Pernikahan anak Kabupaten Sinjai ditinjau dalam perspektif teori pertukaran George Homans. Equilibrium: Jurnal Pendidikan, 13(2), 164–175. https://doi.org/10.26618/equilibrium.v13i2.17780
Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. CV. Jejak.
Anggraini, C., Ritonga, D. H., Kristina, L., Syam, M., & Kustiawan, W. (2022). Komunikasi interpersonal. Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE), 1(3), 337–342. https://doi.org/10.37676/mude.v1i3.2611
Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. PT Bumi Aksara.
Creswell, J. W., Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches. SAGE Publications.
Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.
DeVito, J. A. (2012). The interpersonal communication book (13th ed.). Pearson.
Disemadi, H. S., & Pardede, T. S. (2021). Problematika pemberian sanksi terhadap penolakan vaksinasi Covid-19. Jurnal Supremasi, 107–119. https://ejournal.unisbablitar.ac.id/index.php/supremasi
Fiantika, F., Wasil, M., Jumiyati, S., Honesti, L., Wahyuni, S., Mouw, E., Jonata, Mahsudi, I., Hasanah, N., Maharani,
A., Ambarwati, K., Noflidaputri, R., Nuryami, & Waris, L. (2022). Metodologi penelitian kualitatif. PT Global Eksekutif Teknologi.
Handari, S., Nurihsan, J., Ilfiandra, I., & Nugroho, Y. E. (2022). Peran Konseling Keluarga Berbasis Pemecahan Masalah dalam Meningkatkan Kualitas Pernikahan dan Hubungan Emosional. GUIDENA: Jurnal Ilmu Pendidikan, Psikologi, Bimbingan Dan Konseling, 12(3),328.https://pdfs.semanticscholar.org/6c69/8cb0a375f9cf12ee3a36f9515dd15b736523.pdf
Jemilat, Y., & Olanrewaju, M. K. (2022). Reality therapy: An approach for handling psycho-social challenges confronting divorcees in Nigeria. Indonesian Journal of Educational Counseling, 6(1), 8–18. https://doi.org/10.30653/001.202261.167
Kreager, D. A., Felson, R. B., Warner, C., & Wenger, M. R. (2013). Women’s education, marital violence, and divorce: A social exchange perspective. Journal of Marriage and Family, 75(3), 565–581.
Machmud, M. E. (2016). Transaksi dalam teori exchange behaviorism George Caspar Homans. Iqtishadia: Jurnal Kajian Ekonomi dan Bisnis Islam, 8(2). https://doi.org/10.21043/iqtishadia.v8i2.959
Muttaqien, P. F. (2023). Kajian literatur sistematis teori pertukaran sosial dalam hubungan dua arah. Communicative: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam, 4(1), 1–12. https://jurnal.uibbc.ac.id/index.php/communicative/article/view/887
Mulyana, D. (2005). Ilmu komunikasi: Suatu pengantar. Remaja Rosda Karya.
Nasution, S. (2009). Metode research (penelitian ilmiah). PT Bumi Aksara.
Rahma, Q. A., Rozzaq, B. K., Aulia, R., & Lubis, S. K. S. (2025). Hubungan konselor dan klien: Dual relationships, conflict of interest, serta transferensi dan kontra transferensi. PENDALAS, 5(1), 64–76.
Rahmalia, D., & Sary, N. (2018). Dinamika psikologis pada wanita menggugat cerai suami. Biblio Couns: Jurnal Kajian Konseling dan Pendidikan, 1(2), 59–66. https://doi.org/10.30596/bibliocouns.v1i2.2080
Rogers, C. (1961). On becoming a person. Houghton Mifflin.
Ruciswandaru, R., Evelyn, E., Hamka, M. A., & Ratnasari, Y. (2025). Finding reward in cost: Marriage satisfaction in ta’aruf from social exchange theory. Interdisciplinary Social Studies, 4(2), 80–89. https://doi.org/10.55324/iss.v4i2.787
Reizki Maharani, Firman, & Afdal. (2025). ANALYSIS OF DIVORCE RATE IN RIAU: THE ROLE OF MARRIAGE COUNSELING IN PREVENTING AND OVERCOMING HOUSEHOLD PROBLEMS. Algebra : Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Sains, 5(1), 1–11. https://doi.org/10.58432/
Saputra, M. D., Putri, W. S., & Sitepu, I. L. (2024). Dinamika komunikasi kelompok dalam teori pertukaran sosial. Al-Balagh: Jurnal Komunikasi Islam, 7(2), 65–76. https://doi.org/10.37064/ab.jki.v7i2.21460
Schaefer, D. R., & Kornienko, O. (2010). Comparison processes in social exchange networks. In Advances in group processes (pp. 185–204). Emerald Group Publishing. https://doi.org/10.1108/S0882-6145(2010)0000027010
Siregar, S., & Sazali, H. (2024). Komunikasi antarpribadi relasi dosen dan mahasiswa. Jurnal Pekommas, 9(1), 155– 164. https://jkd.komdigi.go.id/index.php/pekommas/article/view/5587
Sugiyono. (2013). Metode penelitian pendidikan. Alfabeta.
Sari, M. N., Yusri, Y., & Sukmawati, I. (2015). Faktor penyebab perceraian dan implikasinya dalam Pelayanan bimbingan dan konseling. Jurnal Konseling Dan Pendidikan, 3(1), 16-21. 10.29210/112200
Sinaga, T. R., Pardede, J. A., & Purba, S. D. (2022). Tinjauan Pelaksanaan Penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Di Puskesmas Buhit Kabupaten Samosir. JURNAL TEKNOLOGI KESEHATAN DAN ILMU SOSIAL (TEKESNOS), 4(1), 225-232. https://e-journal.sari-mutiara.ac.id/index.php/tekesnos/article/view/3135
Sulistyawati. (2023). Buku ajar metode penelitian kualitatif. K-Media.
Thibaut, J. W., & Kelley, H. H. (1959). The social psychology of groups. John Wiley & Sons.
Warniati, L. (2024). Perempuan peran ganda dalam perspektif teori pertukaran sosial. JAROW: Journal of Ar-Raniry on Social Work, 2(2), 123–137. https://doi.org/10.22373/jarow.v2i2.5226
West, R. L., & Turner, L. H. (2018). Introducing communication theory: Analysis and application. McGraw-Hill Education.
Wulan, R. (2021). Problematika konselor dalam bimbingan konseling perkawinan. Jurnal Pasopati, 3(2). https://doi.org/10.14710/pasopati.2021.8370
Wardani, W. (2016). MEMBEDAH TEORI SOSIOLOGI: Teori Pertukaran (Exchange Theory) George Caspar Homans. Jurnal Studia Insania, 4(1), 19–38. https://doi.org/10.18592/jsi.v4i1.1111



