Analisis Semiotika Roland Barthes Dalam Film Pendek Dogardu

Penulis

  • Syahla Livia Gusniar
  • Dedi Kurnia Syah Putra

Abstrak

Film Dogardu lahir dari keresahan terhadap maraknya budaya asing yang lebih populer di masyarakat dibandingkan budaya lokal. Berdasarkan data Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) menunjukkan tren stagnasi bahkan penurunan pada beberapa indikator, khususnya partisipasi dan literasi budaya. Nilai IPK nasional tahun 2023 berada di kisaran 53,74, turun dari proyeksi sebelumnya, dengan indikator ekspresi budaya dan warisan budaya menjadi yang paling rendah. Selain itu, Statistik Sosial Budaya 2024 (BPS) mencatat penurunan partisipasi masyarakat dalam kegiatan kebudayaan seperti menghadiri pertunjukan seni, mengunjungi museum, dan mengikuti festival budaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes untuk menganalisis tanda-tanda visual dan verbal dalam film Dogardu. Analisis dilakukan melalui makna denotasi, konotasi, dan mitos, serta dilengkapi wawancara dengan informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Dogardu mengandung pesan positif terkait pelestarian budaya. Melalui makna yang disampaikan, film ini mengajak generasi penerus bangsa untuk melestarikan budaya lokal. Selain itu, masyarakat diharapkan lebih selektif dalam memilih tontonan, sementara produser dan sineas didorong untuk menciptakan film yang mencerdaskan kehidupan bangsa. Kata Kunci: Dogardu, Film Pendek, Semiotika Roland Barthes

Referensi

Abdullah, S., Ir Yani Taufik, Ms., Salpiana Jabar, A., La Ode Alwi, Ms., Ima Astuty Wunawarsih, M., Yoenita Jayadisastra, Ms., Mardin, Ms., Hj Hartina Batoa, Ms., Awaluddin Hamzah, Ms., Ikhwan, Ms., & Mutiono, Mp. (n.d.). Sosiologi Pedesaan Dan Pertanian Penerbit Cv. Eureka Media Aksara.

Agustina, N. laras. (2019). STATISTK SOSIAL BUDAYA. ペ 療 指 針 2 , 1 - 9.https://www.bps.go.id/id/ publication/2022/06/30/6a2dabc16d556ab9d075f918/statistik-sosial-budaya-2021.html As`ari, M., & Dirwan. (2024). Memantik Kesadaran Masyarakat Terhadap Budaya Di Indonesia: Studi Kasus Pada Masyarakat Manan. HUMANIS (Humanities,Management and Science Proceedings), 4(2), 821–830.

D. Dudi, D. A. (2022). Pelimpahan Keterampilan Budidaya Domba Garut Unggul Pada Kelompok Ternak Kerangkancana Desa Hujungtiwu, Panjalu Kabupaten Ciamis. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 287-293.

D. Prayoga, S. H. (2025). Perspektif semiotika budaya pada dimensi visual komunikatif pada UPT Museum Sulawesi Tengah. Jurnal Desain, 5111-528.

Nabila Purbawanti, M. I. (2024). Representasi Budaya Sunda Melalui Mise En Scene Dan Dialog Dalam FIlm Humba Dreams. Jurnal Pengkajian dan Penciptaan FIlm, Televisi, dan Media Kontemperor, Volume 7.

Nurhuda, D. A., & Firdaus, W. (2023). PENAMAAN DOMBA SEBAGAI MEDIA REKONSTRUKSI SEJARAH DAN BUDAYA: KAJIAN ZOONIMI DI KABUPATEN GARUT (Name of Sheep as a Media of Historical and Culture Reconstruction: A Zoonymy Study in Garut District). Sawerigading, 29(1), 97–110. https://doi.org/10.26499/sawer.v29i1.1198

Pradopo, R. D. (1999). Semiotika: Teori, Metode, Dan Penerapannya Dalam Pemaknaan Sastra. Jurnal Humaniora, Vol.11 No., 76–84. http://portalgaruda.org/?ref=browse&mod=viewarticle&article=2865

Taylor, Bahari, S. (1999). Transformasi Agraria dan Gerakan Petani di Indonesia: Studi Kasus Gerakan Petani Era 1980-an. Jakarta Syariah dan Hukum.

Sobur, A. (2013). SEMIOTIKA KOMUMIKASI. PT REMAJA ROSDAKARYA.

WIBOWO, I. (2013). SEMIOTIKA KOMUNIKASI (2nd ed.). PENERBIT MITRA WACANA MEDIA.

Diterbitkan

2026-08-01

Terbitan

Halaman

5645 - 5653

Bagian

Prodi S1 Hubungan Masyarakat