Strategi Community Relations Public Relations Saung Angklung Udjo dalamMendukung program Sustainability

Penulis

  • Rayya Gustiar Nasser
  • Sri Dewi Setiawati

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi community relations yang dijalankan oleh Public Relations Saung Angklung Udjo (SAU) dalam mendukung program sustainability. Sebagai organisasi berbasis budaya, SAU menghadapi tantangan keberlanjutan yang tidak hanya berkaitan dengan pelestarian budaya, tetapi juga mencakup aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan informan kunci dan informan ahli, observasi, serta studi dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan mengacu pada model Four Steps of Public Relations dan konsep Triple Bottom Line. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi community relations di SAU dijalankan secara partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat sebagai mitra aktif dalam berbagai aktivitas budaya, sosial, ekonomi, dan lingkungan. Community relations berperan dalam membangun legitimasi sosial, memperkuat hubungan jangka panjang dengan komunitas, serta mendukung keberlanjutan ekonomi lokal. Selain itu, pemanfaatan komunikasi digital menjadi strategi adaptif dalam merespons tantangan eksternal dan dinamika global. Penelitian ini menyimpulkan bahwa community relations merupakan strategi kunci yang berkontribusi secara multidimensi terhadap keberlanjutan organisasi budaya. Kata kunci: Community Relations, PR, public relations, SAU, Saung Angklung Udjo, Sustainability, Triple Bottom Line.

Referensi

Ardianto, E., Komala, R., & Pujianto, A. (2025). Komunikasi dan media di era digital. Rajawali Pers.

Cutlip, S. M., Center, A. H., & Broom, G. M. (2016). Effective public relations (11th ed.) (P. Education (ed.)).

Daryana, A., & Upaja Budi, H. (2023). Community-based cultural sustainability and angklung regeneration in Saung Angklung Udjo. Jurnal Pariwisata Budaya, 15(2), 134–149. https://doi.org/https://doi.org/10.24843/jpb.v15i2.XXXX

Elkington, J. (1997). Cannibals with forks: The triple bottom line of 21st century business. Capstone Publishing.

Grunig, J. E., & Hunt, T. (1984). Managing public relations. Holt, Rinehart & Winston.

Hoerunnissa, H. (2025). Saung Angklung Udjo kembali menarik wisatawan melalui pertunjukan edukasi budaya. Kompas.Com. https://www.kompas.com/

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat. (2025). Saung Angklung Udjo menuju Angklung Living Museum untuk pelestarian budaya. Humas Kemenkumham Jabar. https://doi.org/https://jabar.kemenkumham.go.id/

Kriyanto, R., & Sa’diyah, H. (2018). Strategi Komunikasi Berbasis Budaya Lokal. Deepublish.

Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia. (2025). Edukasi budaya dan praktik komunikasi pelestarian angklung di Saung Angklung Udjo. Vokasi UI News. https://www.vokasi.ui.ac.id/

Putri, A. D. (2023). Konservasi bambu dan pengembangan Udjo Ecoland sebagai ekowisata budaya. Pikiran Rakyat. https://www.pikiran-rakyat.com

UNESCO. (2021). Culture 2030 indicators. United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization. https://unesdoc.unesco.org/

We Are Social, & Meltwater. (2025). Digital 2025: Indonesia. https://datareportal.com/reports/digital-2025-indonesia

Widanarko, R. D., & Atmadi, A. (2023). Public Relations Campaign dalam Pelestarian Budaya dan Pariwisata. Jurnal Ilmu Komunikasi, 17(2), 145–160. https://doi.org/https://doi.org/10.31294/jkom.v17i2.XXXXX

Yudarwati, G. A. (2013). Community relations dan penguatan modal sosial dalam organisasi budaya. Universitas Gadjah Mada Press.

Diterbitkan

2026-08-01

Terbitan

Halaman

5820 - 5828

Bagian

Prodi S1 Hubungan Masyarakat