Strategi Komunikasi Kampanye Literasi Hoaks Pada Dinas Komunikasi Dan Informatika Kota Tasikmalaya

Penulis

Abstrak

Penelitian ini membahas strategi komunikasi kampanye literasi hoaks yang dilaksanakan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tasikmalaya dalam upaya mengedukasi masyarakat mengenai bahaya hoaks. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisis strategi komunikasi kampanye literasi hoaks yang diterapkan oleh Diskominfo Kota Tasikmalaya dengan penekanan pada penyusunan pesan persuasif melalui kerangka model RACE (Research, Action, Communication, Evaluation). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus menurut Creswell. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap Research, Diskominfo melakukan pemantauan hoaks melalui laporan masyarakat dan media sosial. Pada tahap Action, pesan kampanye difokuskan pada edukasi dan persuasi digital. Tahap Communication dilakukan secara daring dan luring melalui konten media sosial serta kegiatan tatap muka, sedangkan tahap Evaluation masih bersifat internal dan sederhana. Secara keseluruhan, strategi komunikasi kampanye literasi hoaks telah dijalankan secara sistematis melalui model RACE dengan penerapan komunikasi persuasif yang menggabungkan ethos, pathos & logos. Saran dari penelitian ini adalah perlunya inovasi berkelanjutan dalam strategi kampanye literasi hoaks dan perluasan kolaborasi lintas sektor agar pesan anti-hoaks lebih efektif menjangkau kelompok masyarakat yang beragam. Penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pengembangan strategi komunikasi di instansi pemerintah lain maupun penelitian selanjutnya. Kata Kunci: strategi komunikasi, literasi hoaks, komunikasi persuasif, model RACE, Diskominfo Kota Tasikmalaya.

Referensi

Adinda, R., Prasetyo, T., & Handayani, N. (2024). Strategi Komunikasi Literasi Digital dalam Menghadapi Penyebaran Hoaks. Jurnal Komunikasi Digital Indonesia, 3(2), 45–60.

Alif, R., Putri, S., & Darmawan, A. (2022). Analisis Strategi Komunikasi Program Indonesia Makin Cakap Digital Kemenkominfo dalam Meningkatkan Literasi Digital. Jurnal Komunikasi dan Informasi Publik, 4(1).

ANTARA News. (2024, Maret 9). Akademisi ajak warga cek kebenaran informasi di media sosial. ANTARA News. https://www.antaranews.com/berita/4002462/akademisi-ajak-warga-cek-kebenaran-informasi-di- media-sosial

Aristotle. (2007). Rhetoric. Harvard University Press.

Badriyah, S. (n.d.). Pengertian hoaks: Sejarah, jenis, contoh, penyebab dan cara menghindarinya. Gramedia Literasi. https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-hoaks/

Campbell, K. K., & Huxman, S. S. (2009). The Rhetorical Act: Thinking, Speaking, and Writing Critically. Wadsworth.

Cangara, H. (2014). Perencanaan dan Strategi Komunikasi. RajaGrafindo Persada. Cangara, H. (2022). Perencanaan dan Strategi Komunikasi. RajaGrafindo Persada.

Chan, S. (2025). Adapting Approaches for Radio in the Digital Era: Does Radio Still Serve as a Communication Platform for the Community? Journal of Social and Political Sciences, 8(2), 76–87.

Creswell, J. W. (2013). Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing Among Five Approaches (3rd ed.). SAGE Publications.

Creswell, J. W. (2014). Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches (4th ed.). SAGE Publications.

DataReportal. (2025). Digital 2025: Indonesia. Kepios. https://datareportal.com/reports/digital-2025-indonesia Deepublish Store. (n.d.). Arti literasi digital menurut para ahli. https://deepublishstore.com/blog/arti-literasidigital-menurut-para-ahli/

Diennova Sulistyo, M. R., & Najicha, F. U. (2022). Pengaruh Berita Hoax terhadap Kesatuan dan Persatuan Bangsa. Jurnal Kewarganegaraan, 6(1). https://journal.upy.ac.id/index.php/pkn/article/view/2540/pdf

Diskominfo Badung (2022). Pengertian hoax dan cara menangkalnya. https://diskominfo.badungkab.go.id/artikel/42985- pengertian-hoax-dan-cara-menangkalnya

Diskominfo Kota Tasikmalaya.(n.d.).Website Resmi Diskominfo Kota Tasikmalaya

https://diskominfo.tasikmalayakota.go.id

Effendy, O. U. (1998). Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktik. PT Remaja Rosda Karya. Effendy, O. U. (2000). Ilmu

Komunikasi: Teori dan Praktek. Remaja Rosdakarya.Effendy, O. U. (2003). Ilmu Komunikasi: Teori dan Praktek. Remaja Rosdakarya.

Gilster, P. (1997). Digital Literacy. Wiley Computer Publishing. GoodStats. (n.d.). Warga Indonesia gunakan internet untuk media sosial. https://data.goodstats.id/statistic/wargaindonesia-gunakan-internet-untuk-media-sosial-YYdqH

Guba, E. G., & Lincoln, Y. S. (1994). Competing Paradigms in Qualitative Research. In N. K. Denzin & Y. S. Lincoln (Eds.), Handbook of Qualitative Research. SAGE Publications.

Herrick, J. A. (2017). The History and Theory of Rhetoric: An Introduction (6th ed.). Routledge.

Hovland, C. I., Janis, I. L., & Kelley, H. H. (1953). Communication and Persuasion: Psychological Studies of Opinion Change. Yale University Press. Indonesia Students. (n.d.). Pengertian kampanye sosial menurut ahli. https://www.indonesiastudents.com/pengertiankampanye-sosial-menurut-ahli/ Jaga Fakta Semarang. (2023,September 13).Dampak Hoaks. https://jagafakta.semarangkota.go.id/2023/09/13/dampakhoaks

Kominfo Statistik Denpasar. (n.d.). Lansia rentan terpapar hoaks dan kejahatan digital.

https://www.kominfostatistik.denpasarkota.go.id/berita/lansia-rentan-terpapar-hoaks-dan-kejahatan- digital

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (2022, Juni 23). Kominfo: Literasi digital penting cegah konten kekerasan di medsos. Aptika Kominfo. https://aptika.kominfo.go.id/2022/06/kominfo- literasidigital-penting-cegah-konten-kekerasan-di-medsos/ Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. (2023, November 9). Kementerian Kominfo lawan hoaks dari hulu ke hilir untuk cegah disinformasi AptikaKominfo.

https://aptika.kominfo.go.id/2023/11/kementerian-kominfo-lawan-hoaks-dari-hulu-ke-hilir-untuk- cegahdisinformasi/ Kementerian Komunikasi dan Digital. (2025, Januari 8). Komdigi identifikasi 1.923 konten hoaks sepanjang tahun

2024. Komdigi. https://www.komdigi.go.id

Kompas. (2023, Juli 10). Gen Z dan milenial justru paling rentan tertipu berita palsu. Kompas.id.

https://www.kompas.id/baca/humaniora/2023/07/10/gen-z-dan-milenial-justru-paling-rentan-tertipu- berita-palsu

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic Inquiry. SAGE Publications.

Littlejohn, S. W., & Foss, K. A. (2011). Theories of Human Communication (10th ed.). Waveland Press. Marston, J. E. (1963). The Nature of Public Relations. McGraw-Hill.

Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif (Edisi Revisi). Remaja Rosdakarya.

Nasrullah, R. (2018). Literasi Digital: Pengantar dan Panduan dalam Memahami Dunia Digital. Kencana.

Pangestu, M., & Christin, R. (2022). Efektivitas Kampanye Literasi Digital terhadap Perubahan Perilaku Masyarakat. Jurnal Kajian Komunikasi Digital, 5(1).

Putra, F. A., Samad, M. Y., & Mulyadi. (2024). Optimising “Lambe Hoaks” Digital Literacy to Strengthen National Resilience Against Hoaxes. Jurnal Lemhannas RI, 12(2), 157–202. https://doi.org/10.55960/jlri.v12i2.599

Rahmania, A., Pradana, D., & Astuti, N. (2024). Strategi Komunikasi Humas Polri dalam Penanganan Hoaks di Karawang. Jurnal Komunikasi Indonesia, 6(2).

Unduhan

Diterbitkan

2026-08-01

Terbitan

Halaman

5931 - 5941

Bagian

Prodi S1 Ilmu Komunikasi