Strategi Komunikasi Pemberdayaan Disabilitas Dalam Membangun Ruang Inklusi: Studi Kasus Pada Café More Wyata Guna Di Kota Bandung
Abstrak
Penelitian ini berfokus pada strategi komunikasi pemberdayaan penyandang disabilitas dalam membangun ruang inklusi melalui studi kasus Café More Wyata Guna di Kota Bandung. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti dan mengetahui bagaimana strategi komunikasi pemberdayaan disabilitas dalam membangun ruang inklusi studi kasus pada café more wyata guna di kota bandung. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah Communication for Empowerment oleh Melkote dan Steeves (2015) dengan tiga dimensi utama, yaitu personal empowerment, relational empowerment, dan collective empowerment. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kasus Creswell dan Poth (2018). Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan forum group discussion (FGD), observasi non-partisipatif, dan dokumentasi di Café More Wyata Guna. Wawancara dilakukan dengan informan kunci yaitu pengelola dan pengawas café, informan pendukung barista café, dan informan pendukung pelanggan yang datang ke café. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi pemberdayaan di Café More mampu meningkatkan kepercayaan diri pekerja disabilitas (personal empowerment), membangun relasi sosial yang setara antara pekerja dan pelanggan (relational empowerment), serta menumbuhkan solidaritas dan kesadaran kolektif dalam memperjuangkan nilai-nilai inklusi (collective empowerment). Komunikasi empatik, partisipatif, dan dialogis terbukti menjadi faktor utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang suportif dan mengubah pandangan masyarakat terhadap penyandang disabilitas dari objek belas kasihan menjadi individu profesional yang setara. Kata Kunci- strategi komunikasi, pemberdayaan disabilitas, ruang inklusi, Café More, komunikasi pemberdayaan
Referensi
Abadi, R. F. (2004). Pemberdayaan penyandang disabilitas. Madani: Jurnal Ilmiah Multidisipline, 2(6), 834–839. https://doi.org/10.5281/zenodo.15369161
Albasir, M. F. (2025). Komunikasi pemberdayaan teman disabilitas Cupable Coffee (Skripsi). Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya, Universitas Islam Indonesia.
Bias, I., Prasadhya, G., & Nggili, R. A. (2024). Manajemen strategi kafe dengan visi inklusi (studi kasus di Kopi Hening Salatiga). Dibus Journal, 15(4), 219–224. https://doi.org/10.59651/dibus
Bintang, L., Putra, W., & Apmd, D. (2024). Mewujudkan kota inklusi: Inklusivitas dan aksesibilitas ruang publik bagi penyandang disabilitas di Kota Yogyakarta. TheJournalish: Social and Government, 5. Retrieved from http://thejournalish.com/ojs/index.php/thejournalish/index
Codina, G., & Robinson, D. (n.d.). Action research for inclusion and special educational needs (ISEND): Guidance resource and templates. Retrieved from https://doi.org/10.48773/9vqvx
Dwikananda, C. B., & Rahardjo, T. (n.d.). Strategi komunikasi organisasi inklusif Cafe Onni House Surabaya dalam melibatkan penyandang down syndrome untuk magang sebagai waitress. Retrieved from https://fisip.undip.ac.id
Ekayanti, N. P. D., Yudartha, I. P. D., & Wijaya, K. A. S. (2025a). Optimalisasi kinerja KPU Kabupaten Bangli dalam menjamin hak pilih bagi orang dengan gangguan jiwa pada Pemilu 2024. Socio-Political
Communication and Policy Review. https://doi.org/10.61292/shkr.226
Ekayanti, N. P. D., Yudartha, I. P. D., & Wijaya, K. A. S. (2025b). Optimalisasi kinerja KPU Kabupaten Bangli dalam menjamin hak pilih bagi orang dengan gangguan jiwa pada Pemilu 2024. Socio-Political Communication and Policy Review. https://doi.org/10.61292/shkr.226
Firdausi Nazila, M. (2024). Model komunikasi pimpinan dalam pemberdayaan motivasi entrepreneur penyandang disabilitas pada Difabike Indonesia. Seminar Nasional Universitas Negeri Surabaya.
Hamidah, S. N., Hasanah, U., & Purwanti, E. (2022). Penyandang disabilitas berdaya melalui strategi pemberdayaan Precious One di Meruya Utara, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat. Lembaran Masyarakat: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 8(1), 133–160. https://doi.org/10.32678/lbrmasy.v8i1.6413
Heerden, V., & van Rensburg, J. (n.d.). Action research as sustainable healthcare quality improvement: Advances in neonatal care emphasising collaboration, communication and empowerment.
Hiswanti, S., Sarwoprasodjo, S., Hubeis, A. V. S., & Hapsari, D. R. (2024). Communication of empowerment
“Sharing” disability Indonesian Disability Women’s Association (HWDI) West Java in improving selfdevelopment. Revista de Gestão Social e Ambiental, 18(7). https://doi.org/10.24857/rgsa.v18n7-099
Ilmu Komunikasi, P., & Gusti Aji, G. (2024). Landung Setia Wahyu Aji. Vol. 08.
Klefbeck, K. (2023). Educational approaches to improve communication skills of learners with autism spectrum disorder and comorbid intellectual disability: An integrative systematic review. Scandinavian Journal of
Educational Research, 67(1), 51–68. https://doi.org/10.1080/00313831.2021.1983862Kversøy, K., Alhassan, A. R., Kellems, R., Kversøy, S., & Cusworth, Z. (2022). Doing and talking: People with intellectual disabilities’ handling of challenges of remote communication. International Journal of
Disability, Development and Education, 69(1), 319–330. https://doi.org/10.1080/1034912X.2021.1958200
Melkote, S. R., & Steeves, H. L. (2015). Communication for development: Theory and practice for empowerment and social justice (3rd ed.). Bowling Green, OH: Bowling Green State University.
https://scholarworks.bgsu.edu/bgsu_books/5
Nuril, A. (2018). Studi disabilitas dan masyarakat inklusif: Dari teori ke praktik (studi kasus progresivitas kebijakan dan implementasinya di Indonesia). Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 3(2), Juli–Desember.
Saleh, A., & Sihite, M. (2020). Strategi komunikasi untuk program corporate social responsibility dalam pemberdayaan masyarakat. Jurnal Ilmu Komunikasi, 4(1), 98–105. https://doi.org/10.30596/interaksi.v4i1.4134
Shinta Oktavia, Pramono, & Syafril. (2023). Efisiensi dan efektivitas pelaksanaan program pemberdayaan bagi penyandang disabilitas.
Titis Indarwati, & Sukmana, O. (2025). Implementasi strategi pemberdayaan masyarakat penyandang disabilitas (studi pada Kelurahan Cemorokandang Kecamatan Kedungkandang Kota Malang).
Verdonschot, M. M. L., de Witte, L. P., Reichrath, E., Buntinx, W. H. E., & Curfs, L. M. G. (2009). Community participation of people with an intellectual disability: A review of empirical findings. Journal of Intellectual Disability Research, 53(4), 303–318. https://doi.org/10.1111/j.1365-2788.2008.01144.x
Watson, J., Omonaiye, O., Bennett, C. M., Bloomer, M. J., Crosbie, J., David, J. L., Dew, A., Frawley, P., O’Shea,
A., Prain, M., Taylor, S., Williams, D., Wilson, N. J., & Anderson, K. L. M. (2025). Disability group
home residents and support worker perceptions of health communication during an infection outbreak: “Junk mail.” Journal of Intellectual and Developmental Disability. https://doi.org/10.3109/13668250.2025.2504277
Zalfaa, A., Putri, K., Apriyansyah, B., Agung, A., Prajna, I., Pradani, C., Firdaus, F., Atthabrizi, O. C., Ayu, S.,
Sakti, R., & Maulana, S. (2021). Pemberdayaan pengrajin disabilitas Surabaya melalui fashion business development berbasis kewirausahaan sosial memanfaatkan teknologi tepat guna. Seminar Nasional
Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1). Retrieved from https://www.journal.itk.ac.id/index.php/sepakat



