Strategi Penggunaan Konten Meme oleh Telkom radio pada Media Sosial Instagram @t_radiotelkom

Penulis

  • Rafi Muhammad Irham
  • Aditya Ali

Abstrak

Perkembangan media digital mendorong media radio untuk beradaptasi agar tetap relevan dalam menjangkau audiens. Telkom Radio sebagai media kampus memanfaatkan media sosial Instagram dengan menggunakan konten Meme sebagai bentuk pesan untuk meningkatkan keterlibatan audiens. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis strategi penyusunan konten Meme Telkom Radio dalam sebagai bentuk pesan di media sosial Instagram.Hasil penelitian menunjukkan bahwa Telkom Radio telah menerapkan strategi komunikasi yang adaptif melalui pemanfaatan konten Meme di Instagram. Telkom Radio memahami karakteristik audiens yang didominasi oleh mahasiswa Telkom University dan masyarakat muda di wilayah Bandung. Pesan yang dikemas oleh Telkom Radio dibuat dalam bentuk Meme yang bersifat ringan, visual, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari audiens. Meme digunakan sebagai metode penyampaian pesan yang informatif dan persuasif secara tidak langsung. Sementara itu, Instagram dipilih sebagai media utama karena sesuai dengan karakteristik audiens dan pola konsumsi media saat ini.Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemanfaatan konten Meme sebagai bagian dari strategi komunikasi Telkom Radio efektif dalam membangun kedekatan dengan audiens, meningkatkan engagement, serta mendukung Telkom Radio sebagai media kampus di era digital dan memungkinkan untuk kegiatan kolaborasi dengan pihak luar untuk menyuarakan eksistensi mereka lebih luar sebagai sebuah media Informasi bagi generasi muda. Kata Kunci: Instagram, Konten Meme, Penyusunan Pesan, Telkom Radio.

Referensi

Ahmad, N.(2015).Radio Sebagai Sarana Media Massa Elektronik.Jurnal Komunikasi Islam

Alalwan, A. A. (2022). Investigating the impacts of social media on consumer behavior. Journal of Retailing and Consumer Services, 65, 101-694.

Arifin, A. (2011). Strategi komunikasi: Sebuah pengantar ringkas. Jakarta: RajaGrafindo Persada.

Ashley, C., & Tuten, T. (2020).Creative strategies in social media marketing: An exploratory study of branded social content and consumer engagement. Psychology & Marketing, 37(3), 371–386. https://doi.org/10.1002/mar.21303

Auxier, B., & Anderson, M. (2021). Social media use in 2021. Pew Research Center.

Bauckhage, C. (2011). Insights into internet Memes. ICWSM, 6(1), 42–49.

Cangara, H. (2013). Perencanaan dan strategi komunikasi. Jakarta: Rajawali Pers.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018).Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Crystal, D. (2011). Internet Linguistics: A Student Guide. London: Routledge.

David, F. R. (2013). Strategic Management Concepts and Cases (13 ed.) Florence,South Carolina: Francis Marlon University.

Dawkins, R. (1976). The Selfish Gene. Memes:The New Replicator,245-260 Oxford University Press.

De Vries, L., Gensler, S., & Leeflang, P. S. H. (2022). Effects of traditional advertising and social messages on brand-building metrics and customer acquisition. Journal of Marketing, 86(1), 1–20. https://doi.org/10.1177/00222429211058130

Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (2011). The SAGE handbook of qualitative research. SAGE.

Dimock, M. (2020). Defining generations: Where Millennials end and Generation Z begins. Pew Research Center.

Djafarova, E., & Bowes, T. (2021). Instagram made me buy it: Generation Z impulse purchases in fashion industry. Journal of Retailing and Consumer Services, 59, 102345. https://doi.org/10.1016/j.jretconser.2020.102345

Dynel, M. (2021). COVID-19 Memes going viral: On the multiple multimodal voices behind internet Memes. Discourse & Society, 32(2), 175–195. https://doi.org/10.1177/0957926520970385

G,Carlina & S,Paramita. (2017). PR Crisis Melalui Media Sosial. Jurnal Komunikasi, 9, 81–86.

Highfield, T., & Leaver, T. (2016). Instagrammatics and digital methods: Studying visual social media, from selfies and GIFs to Memes and emoji. Communication Research and Practice, 2(1), 47–62. HubSpot. (2022, June 13). 8 data-driven tips for using images in blog posts. HubSpot.

IDN Research Institute. (2025). Indonesia Millennial and Anak muda zaman sekarang Report 2025. Balancing Entertaintmen with Information,102. Jakarta: IDN Media.

Ismandianto, I., dkk. (2022). Transformation of radio technology in the digital age. Jurnal Komunikasi, 14(1), 45– 58.

Kahneman, D. (2011). Thinking, fast and slow. New York: Farrar, Straus and Giroux.

Kemp, S. (2023). Digital 2023: Global overview report. DataReportal.

Kozinets, R. V. (2020).Netnography: The essential guide to qualitative social media research (3rd ed.). SAGE Publications.

Kustiawan, W., dkk. (2025). Peran radio sebagai media jurnalistik. Jurnal Ilmu Komunikasi dan Media, 8(1), 12– 25.

Leda, A. H. (2024, February 18). Bagaimana Langkah-Langkah Analisis Kualitatif Menurut Miles dan Huberman? Kompasiana.

Milner, R. M. (2016). The world made Meme: Public conversations and participatory media. MIT Press.

Mosseri, A. (2025, January 15). Bos Instagram bocorkan jenis konten yang bakal sering dimunculkan di IG tahun 2025. Kompas.com.

Mukhtazar. (2020). Prosedur Penelitian Pendidikan . Absolute Media.

Nilamsari, N. (2014). Memahami Studi Dokumen Dalam Penelitian Kualitatif. Wacana Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 13(2). http://fisip.untirta.ac.id/teguh/?p=16/ O’Keefe, B. J. (1988). The logic of message design: Individual differences in reasoning about communication. Communication Monographs, 55(1), 80–103. https://doi.org/10.1080/03637758809376161

Pahleviannur, M. R., De Grave, A., Saputra, D. N., Mardianto, D., Sinthania, D., Hafrida, L., Bano, V. O., Susanto,

E. E., Mahardhani, A. J., Amruddin, Alam, M. D. S., Lisya, M., & Ahyar, D. B. (2022). Metodologi Penelitian Kualitatif. https://doi.org/10.31237/osf.io/jhxuw

Phua, J., Jin, S. V., & Kim, J. (2020). Uses and gratifications of social networking sites for bridging and bonding social capital. Computers in Human Behavior, 107, 106272. https://doi.org/10.1016/j.chb.2020.106272

Ruslan, R. (2008). Kiat dan Strategi Kampanye Public Relations, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Salim, A. (2016).Teori dan Paradigma Penelitian Sosial. Yogyakarta:Tiara Wacana

Seemiller, C., & Grace, M. (2021). Generation Z: A century in the making. Routledge.

Shifman, L. (2013). Memes in a digital world: Reconciling with a conceptual troublemaker. Journal of Computer-Mediated Communication, 18(3), 362–377. https://doi.org/10.1111/jcc4.12013

Shifman, L. (2013). Memes In Digital Culture. The MIT Press

Sihaan, H. (2015). Jurnalistik radio: Teori dan praktik. Jakarta: Prenadamedia Group.

Smith, A., & Anderson, M. (2022). Social media use in 2022. Pew Research Center.

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D).

Tafesse, W., & Wien, A. (2018).A framework for categorizing social media posts. Journal of Business Research, 86, 56–65. https://doi.org/10.1016/j.jbusres.2018.01.019

Voorveld, H. A. M., Van Noort, G., Muntinga, D. G., & Bronner, F. (2021). Engagement with social media and social media advertising. Journal of Advertising, 50(1), 38–54. https://doi.org/10.1080/00913367.2020.1858437

Westerman, D., Spence, P. R., & Van Der Heide, B. (2014). Social media as information source: Recency of updates and credibility. Journal of Computer-Mediated Communication, 19(2), 171–183.

Wiggins, B. E. (2020). The discursive power of Memes in digital culture. Routledge.

YouGov. (2025). Media Consumption Report Indonesia 2025. Jakarta: YouGov Indonesia.

Zappavigna, M. (2018). Searchable talk: The linguistic functions of hashtags. Social Media + Society, 4(1), 1–11.

Diterbitkan

2026-08-01

Terbitan

Halaman

5899 - 5907

Bagian

Prodi S1 Hubungan Masyarakat