Meme Sebagai Media Edukasi (Analisis Konten Instagram @Neohistoria.id)

Penulis

  • Nathannael
  • Adi Bayu Mahadian

Abstrak

Media dan Teknologi tidak bisa terhindar dari perkembangan zaman, mereka terus mengikuti arus dan berevolusi tanpa henti. Meme sebagai salah satu produk media dan teknologi juga tidak terhindar dari hal ini. Meme internet yang awalnya hanya digunakan sebagai media humor, satir dan kritik kini telah banyak digunakan dengan maksud dan tujuan lain seperti media marketing, penyebaran budaya dll. Penggunaan meme sebagai media pembelajaran atau edukasi juga kini sering dijumpai di media sosial. Penelitian ini berfokus mempelajari meme edukasi di akun Instagram @neohistoria.id. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis konten berbasis kerangka elemen meme Limor Shifman (2014) yang terdiri dari form, content, dan stance. Peneliti melakukan observasi terhadap 36 meme yang dipilih berdasarkan jumlah interaksi tertinggi dari periode Januari 2024 sampai Desember 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua bentuk utama meme yang umum digunakan yaitu image macro dan video. Konten meme edukasi pada akun ini dapat menjadi “umpan percakapan” dan memicu diskusi di kolom komentar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meme meskipun cukup baik dalam menyampaikan edukasi sejarah namun hanya sekedar bisa digunakan sebagai media edukasi pendukung karena memiliki kekurangan seperti potensi mereduksi konten sejarah yang disampaikan. Kata Kunci: meme internet, edukasi, analisis konten, media sosial

Referensi

Adella, K., & Mahadian, A. B. (2023). Penggunaan Meme Marketing Netflix Indonesia (Analisis Elemen Konten Meme pada Akun Instagram @netflixid Periode Januari-Desember 2022). Telkom University.

Brodie, R. (1996). Virus of the Mind: The New Science of the Meme. Integral Press. https://www.google.co.id/books/edition/Virus_of_the_Mind/RV36DwAAQBAJ?hl=en&gbpv=1&printsec=fro ntcover

Cromby, A. (2022). A case for internet memes in education: a focus on mathematics and medical science. University of Oxford.

Imperato, C., Pagano, M., & Mancini, T. (2023). “All Is Fair in… Meme!” How Heterosexual Users Perceive and React to Memes, News, and Posts Discriminating against Sexual Minorities. Social Sciences, 12(2). https://doi.org/10.3390/socsci12020074

Knobel, M., & Lankshear, C. (2007). Online memes, affinities, and cultural production. https://www.researchgate.net/publication/283968435

Mahadian, A. B., & Sugandi, M. S. (2018). Generated Function of Meme In Online Conversation.

Rintel, S. (2013). Crisis memes: The importance of templatability to Internet culture and freedom of expression. Australasian Journal of Popular Culture, 2(2), 253–271. https://doi.org/10.1386/ajpc.2.2.253_1 Shifman, L. (2014). Memes in digital culture. https://doi.org/https://doi.org/10.7551/mitpress/9429.001.0001

Tidy, H., Bolton-King, R. S., Croxton, R., Mullen, C., Nichols-Drew, L., Carlysle-Davies, F., Moran, K. S., & Irving-Walton,

J. (2024). Enhancing the student learning experience through memes. Science & Justice, 64(3), 280–288. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.scijus.2024.03.004

Tresa, Sulistyarini, & Firmansyah, H. (2024). Analisis Minat Belajar Pada Materi Sejarah Indonesia Terhadap Peserta Didik Di Kelas X TKJ SMK Putra Khatulistiwa PontianakPeserta. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 10(7), 1040–1048. https://doi.org/10.5281/zenodo.11350858

Zia, H. C. I. T. G. (2021). Racist or Sexist Meme? Classifying Memes beyond Hateful. https://www.workshopononlineabuse.com

Diterbitkan

2026-08-01

Terbitan

Halaman

6056 - 6065

Bagian

Prodi S1 Ilmu Komunikasi