Pengaruh Etika Auditor Dan Fee Audit Terhadap Kualitas Audit (studi Kasus Pada Kantor Akuntan Publik Di Bandung)

Penulis

Abstrak

Kantor Akuntan Publik saat ini dibutuhkan di Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan para pengguna akan kewajaran informasi keuangan, maka dibutuhkan pihak yang kompeten dan independen dalam memeriksa laporan keuangan tersebut, sehingga memberikan keyakinan kepada para pengguna bahwa laporan telah disajikan dengan benar dan dapat dijadikan dasar pengambilan keputusan. Untuk itu, Kualitas Audit dari Kantor Akuntan Publik patut diperhitungkan, karena jika kualitas Kantor Akuntan Publik tersebut buruk akan menghasilkan hasil audit yang buruk dan adanya kesalahan material pada laporan keuangan. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian deskriptif verifikatif bersifat kausalitas. Objek penelitian ini adalah Kantor Akuntan Publik yang berada di Wilayah Bandung. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh auditor yang bekerja di Kantor Akuntan Publik Bandung. Sampel dari penelitian ini adalah 54 auditor dengan menggunakan metode convinience sampling. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil dari penelitian ini memberikan buktisecara empiris bahwa etika auditor dan fee audit berpengaruh secara simultan terhadap kualitas audit. Secara parsial, etika auditor berpengaruh positif terhadap kualitas audit, dan fee audit juga berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Kata kunci: Etika auditor, fee audit, dan kualitas audit

Referensi

Agoes, Sukrisno. (2012). Auditing Petunjuk Praktis Pemeriksaan Akuntan Oleh Akuntan Publik. Jilid 1, Edisi Keempat. Jakarta : Salemba Empat.

Agoes, Sukrisno., I Cenik Ardana. (2009). Etika Bisnis dan Profesi: Tantangan Membangun Manusia Seutuhnya. Jakarta : Salemba Empat.

Bhinga, Primaharjo., & Jesica, Handoko. (2011). “Pengaruh Kode Etik Profesi Akuntan Publik Terhadap Kualitas Auditor Independen di Surabaya”. Vol. 3, No. 1, Januari 2011.

Hanjani, Andreani. 2014. “Pengaruh etika auditor, pengalaman auditor, fee audit, dan motivasi auditor terhadap kualitas audit”. Jurnal Vol. 3, No. 2, Tahun 2014.

Hoitash, Markelevich dan Barragato. (2007). “Auditor Fees and Audit Quality”. Managerial Auditing Journal, Vol.22 Iss 8 pp.761-786

Ida Rosnidah. (2010). Kualitas Audit : Refleksi Hasil Penelitian Empiris. Jurnal Akuntansi volume XIV/03/September/2010. Jakarta : Candi Mas Metropole.

Kurniasih, Margi dan Abdul Rohman. (2014). “Pengaruh Fee Audit, Audit Tenure, dan Rotasi Audit Terhadap Kualitas Audit”. Diponegoro Journal of Accounting Volume 3, Nomor 3, Tahun 2014.

Mgbame, et al. (2012). “Audit Partner Tenure and Audit Quality: An Empirical Analysis.” European Journal of Bussiness and Management, Vol.4, No.7,pp. 154-159. ISSN : 2355-9357 e-Proceeding of Management : Vol.3, No.3 December 2016 | Page 3473 9

Putu, Septiani Futri., & Gede, Juliarsa. (2014). “Pengaruh Independensi, Profesionalisme, Tingkat Pendidikan, EtikaProfesi, Pengalamandan Kepuasan Kerja Auditor Terhadap Kualitas Audit Pada Kantor Akuntan Publik di Bali”. Jurnal Akuntansi. Vol. 8, No. 1, Hal. 41-58.

Standar Pemeriksaan Keuangan Negara (SPKN). (2007). “Peraturan Badan Pemeriksa Keuangan Repunlik Indonesia Nomor 01 Tahun 2007”. Jakarta

Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP). (2011). Perumusan Kebijakan dan Prosedur Pengendalian Mutu Seksi 200. Jakarta : Salemba Empat.

Tarigan, Malem Ukur dan Prisma Bangun Susanti. (2013). “Pengaruh Kompetensi, Etika dan Fee Audit Terhadap Kualitas Audit”. Jurnal Akutansi, Volume 13, Nomor 1, Tahun 2013: 803-832.

Tugiman, Hiro. (2012). Etika Rambu-Rambu Kehidupan. Yogyakarta : Kanisius.

Winda, Kurnia., Khomsiyah., & Sofie. (2014). Pengaruh Kompetensi, Independensi, Tekanan Waktu dan Etika Auditor Terhadap Kualitas Audit. Vol. 1, No. 2, September 2014.

http://hukum.kompasiana.com/2013/09/02/kasus-kredit-macet-bri-jambi-tahun-2013-belum-temukan tersangka [diakses pada 2 Januari 2016]

Diterbitkan

2016-12-01

Terbitan

Halaman

3466 - 3474

Bagian

Program Studi S1 Akuntansi