Analisis Determinan Pendeteksian Kecurangan Pelaporan Keuangan (studi Pada Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Dasar Dan Kimia Yang Terdaftar Di Bei Periode 2011-2014)

Penulis

Abstrak

Perkembangan persaingan bisnis yang semakin pesat membuat munculnya kejahatan dalam bentuk kecurangan salah satunya adalah kecurangan pelaporan keuangan. Hal ini disebabkan para pelaku bisnis harus tetap menyampaikan informasi keuangan secara akurat dan relevan. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris faktor yang mempengaruhi kecurangan pelaporan keuangan. Faktor-faktor yang akan dianalisis dalam penelitian ini yaitu ukuran dewan dan ukuran perusahaan, baik secara simultan maupun parsial. Penelitian ini bersifat deskriptif verifikatif yang bersifat kausalitas. Objek penelitian yang digunakan adalah perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2011-2014. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah purposive sampling dan diperoleh 160 sampel data. Penelitian ini menggunakan teknik analisis regresi logistik. Hasil penelitian ini menunjukkan ukuran dewan dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan secara simultan terhadap pendeteksian kecurangan pelaporan keuangan. Dari hasil pengujian secara parsial, didapatkan hasil yang menunjukkan variabel ukuran dewan tidak berpengaruh signifikan terhadap pendeteksian kecurangan pelaporan keuangan. Dan ukuran perusahaan berpengaruh negatif secara signifikan terhadap pendeteksian kecurangan pelaporan keuangan. Kata Kunci : Ukuran Dewan, Ukuran Perusahaan, Pendeteksian Kecurangan Pelaporan Keuangan

Referensi

Alison. (2006) Fraud Auditing. The Audit Journal.

Alzoubi, Selamat. (2012). The Effectiveness of Corporate Governance Mechanism on Constraining Earning Management: Literature Review and Proposed Framework. 5 (1).

Amin Widjaja Tunggal. (2003). Pemeriksaan Kecurangan (Fraud Auditing). Jakarta: Rineka Cipta.

Daryanto. (2012). Manajemen Produksi. Bandung: Satu Nusa.

Busta, I. (2008). Corporate governance in banking: a European study, Copenhagen Business School, The PhD School in Economics and Business Administration, PhD Series 15.

Kanapiciene, Grundiene. (2015). The Model of Fraud Detection in Financial Statements by Means of Financial Ratios. Procedia-Social and Behavioral Sciences 213 321-327.

Karyono. (2013). Forensic Fraud. Yogyakarta: Andi.

Kieso, Donald, et al. (2011). Intermediate Accounting. USA: John Wiley & Sons.

Nyoman Dantes. (2012). Metode Penelitian. Yogyakarta: CV Andi Offset.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan RdanD (Edisi 2). Bandung: Alfabeta.

Tuanakotta, Theodorus M. (2007). Akuntansi Forensik dan Audit Investigatif. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Diterbitkan

2016-12-01

Terbitan

Halaman

3224 - 3232

Bagian

Program Studi S1 Akuntansi