Pengaruh Struktur Kepemilikan Dan Likuiditas Terhadap Penerimaan Opini Audit Modifikasi Going Concern
Abstrak
Going concern berhubungan dengan ketidakmampuan entitas dalam memenuhi kewajibannya pada saat jatuh tempo tanpa melakukan penjualan sebagian asset kepada pihak melalui bisnis biasa, rektrurisasi utang, dan perbaikan operasi yang dipaksakan dari luar dan kegiatan serupa yang lain. Good corporate governance memiliki hubungan antara pihak manajemen dan pihak yang memonitor keputusan suatu instansi, maka dibutuhkan seorang auditor yang melakukan pemantauan dan pemeriksaan aktivitas kedua pihak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional dan likuiditas terhadap penerimaan opini audit modifikasi going concern baik secara simultan maupun parsial. Penelitian dilaksanakan di perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2010-2015 dengan jumlah sample populasi penelitian adalah 35 perusahaan yang dipilih dengan metode purposive sampling. Periode pengamatan adalah enam tahun dengan menggunakan software Eviews 9 sebagai metode analisis data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional dan likuiditas berpengaruh signifikan terhadap penerimaan opini audit modifikasi going concern secara simultan. Secara parsial variabel kepemilikan manajerial dan likuidtas tidak berpengaruh signifikan terhadap opini audit modifikasi going concern. Sedangkan kepemilikan institusional berpengaruh signifikan terhadap penerimaan opini audit modifikasi going concern. Kata kunci: kepemilikan manajerial, kepemilikan institusional, likuiditas, dan opini audit modifikasi going concern.Referensi
Dela, F. dan Sunaryo, K, (2010). Pengaruh Asimetri Informasi, Ukuran Perusahaan, dan Kepemilikan Manajerial Terhadap Praktik Manajemen Laba. Kajian Akuntansi, Volume 5, No.1, 54—65.
Ernawan, Erni R. (2011). Organizational Culture: Budaya Organisasi dalam Perspektif Ekonomi dan Bisnis. Bandung: Alfabeta.
Fahmi, Irham. (2011). Analisis Laporan Keuangan. Bandung: Alfabeta.
Ikatan Akuntan Indonesia. (2011). Standar Profesional Akuntan Publik. Jakarta: Salemba Empat.
Irfana, Muhammad Jauhan, dan Muid Dul. (2012). Analisis Pengaruh Debt Default, Kualitas Audit, Opinion Shopping dan Kepemilikan Perusahaan Terhadap Penerimaan Opini Audit Going Concern. Diponegoro Journal of Accounting, Vol. 1, No. 2. (Maret, 2016).
Joanna, L. Ho. (1994). The Effect of Experience on Consensus of Going-Concern Judgments. Behavioral Research in Accounting Vol 6. Pp 160-172.
LKDI. (2010). Good Corporate Governance: Konsep, Prinsip dan Praktik. Jakarta: Lembaga Komisaris dan Direktur Indonesia.
Manurung, Adler Haymans. (2012). Teori Keuangan Perusahaan. Jakarta: Adler Manurung Press.
Setiawan, Teguh Heri. (2011). Analisis Pengaruh Faktor Perusahaan, Kualitas Audit dan Mekanisme Good Corporate Governance Terhadap Penerimaan Opini Audit Going Concern. Skripsi. Semarang: Universitas Diponegoro.
Susanti, Susi dan Riharjo, Ikhasan Budi. (2013). Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Corporate Social Responsibility pada Perusahaan Cosmetics and Household. Jurnal Ilmu Riset Akuntansi. Vol. 1 No. 1.
Tamba, Erida Gabriella Handayani. (2011). Pengaruh Struktur Kepemilikan terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (Studi Empiris pada Perusahaan Manufacturing Secondary Sectors yang Listing di BEI Tahun 2009). Universitas Dipenogoro: Semarang.
Kartikahadi, Hans,. et.al. (2012). Akuntansi Keuangan Berdasarkan SAK Berbasis IFRS. Jakarta: Salemba Empat.
Haribowo, Ismawati. (2013). Analisis Perbandingan Pengaruh Kualitas Audit, Likuiditas, Solvabilitas, dan Profitabilitas terhadap Opini Audit Going Concern. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Syarif Hidayahtullah. Jakarta. Vol. X No. 3. (ISSN: 1693-4482).



