Pengaruh Kualitas Audit Dan Financial Distress Terhadap Penerimaan Opini Audit Modifikasi Going Concern (pada Perusahaan Property Dan Real Estate Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2008-2015)
Abstrak
Dalam menyusun laporan keuangan, manajemen membuat penilaian berdasarkan asumsi kelangsungan usaha. Kelangsungan usaha (going concern) selalu dihubungkan dengan kemampuan manajemen dalam mengelola dan melindungi usaha agar bertahan hidup. Kelangsungan hidup suatu entitas dinilai oleh auditor publik entitas tersebut. Pengeluaran opini audit modifikasi going concern sangat berguna bagi para pemakai laporan keuangan untuk membuat keputusan yang tepat dalam berinvestasi, karena ketika seorang investor akan melakukan investasi ia perlu untuk mengetahui kondisi keuangan perusahaan, terutama yang menyangkut tentang kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Penelitian ini termasuk ke dalam jenis penelitian deskriptif verifikatif yang bersifat kausalitas. Objek penelitian ini adalah perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2015. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2008-2015. Sampel dari penelitian ini adalah 7 perusahaan property dan real estate dengan menggunakan metode purposive sampling. Penelitian ini menggunakan teknis analisis regresi logistik. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan variabel kualitas audit dan financial distress tidak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan opini audit modifikasi going concern. Secara parsial, kualitas audit tidak berpengaruh signifikan terhadap penerimaan opini audit modifikasi going concern. Sedangkan, financial distress berpengaruh secara signifikan terhadap penerimaan opini audit modifikasi going concern. Kata kunci : Opini audit modifikasi going concern, kualitas audit, dan financial distressReferensi
Altman, E., dan Hotchkiss, Edith. (2006). Corporate financial Distress and Bankruptcy. Third Edition. United States : John Wiley & Sons,Inc.
Aminah dan Sanjaya, Andi (2013). Analisis Kebangkrutan Pada Perusahaan Perbankan Di Indonesia Periode 2001-2012 (Dengan Menggunakan Model Altman Z-Score). Lampung : Universitas Bandar Lampung
Dewayanto, Totok. 2011. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penerimaan Opini Audit Going Concern Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Fokus Ekonomi Vol.6 No.1
Ghozali, Imam. 2012. Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program IBM SPSS
Semarang: Universitas Diponegoro.
Kartika, Andi. 2012. Pengaruh Kondisi Keuangan dan Non Keuangan Terhadap Penerimaan Opini Going Concern pada Perusahaan Manufaktur di BEI Dinamika Akuntansi, Keuangan dan Perbankan. ISSN 1979-4878. Vol.1 No.1. Halaman 25-40.
Purba, Marisi P. (2009). Asumsi Going Concern. Edisi Pertama. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Saputra, Anton Eka. 2012. Pengaruh Kompetensi dan Independensi Terhadap Kualitas Audit Dengan Etika Auditor Sebagai Variabel Moderasi. Juraksi, 1(2): h: 33-48.
Sari, Anna Indrakila. 2012. Pengaruh Kualitas Audit Tahun Sebelumnya, Ukuran Perusahaan dan Kepemilikan Perusahaan Terhadap Penerimaan Opini Audit Going Concern. Skripsi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro. Semarang: tidak diterbitkan.
Rahman, Abdul dan Baldric Siregar. 2012. “Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kecenderungan Penerimaan Opini Audit Going Concern Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia”. Simposium Nasional Akuntansi XV. Banjarmasin.
Sugiyono, Prof. Dr. (2011). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Yati, Yuli. (2011). Pengaruh Debt Default, Opinion Shopping, Kondisi Keuangan dan Opini Audit Tahun Sebelumnya terhadap Penerimaan Opini Audit Going Concern. Skripsi. Jurusan Akuntansi. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta



