Efektifitas Iklan Product Placement L’orÉal Pada Film Ada Apa Dengan Cinta 2 Menggunakan Metode Customer Response Index

Penulis

Abstrak

Penelitian ini berjudul “Efektifitas Iklan Product Placement L’Oréal pada film Ada Apa Dengan Cinta 2 Menggunakan Metode Customer Response Index (CRI)â€. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui efektifitas iklan product placement L’oréal pada film Ada Apa Dengan Cinta 2 menggunakan metode customer response index yang memiliki lima dimensi yakni Awareness, Comprehend, Interest, Intention, dan Action. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling dan diperoleh 156 responden. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang dihasilkan dari penyebaran kuisioner melalui instant messaging. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa iklan product placement l’oréal pada film Ada Apa Dengan Cinta 2 tidak efektif, karena persentase nilai CRI action sebesar 27,6% lebih kecil dari nilai no comprehend sebesar 36,5% . Hal tersebut mengindikasikan bahwa iklan product placement L’oréal pada film Ada Apa Dengan Cinta 2 menggunakan metode customer response index memiliki poor comprehension. Saran yang dapat diterapkan iklan L’oréal ialah membuat frekuensi kemunculan produk dalam film lebih tepat agar tidak menggangu kefokusan dalam menonton, melakukan audio visual only yakni terdapat aktris yang menyebutkan nama brand L’Oréal tanpa menampilkan produk, menggabungkan strategi visual dan audio. Saran yang diberikan bermaksud agar penonton paham akan maksud pesan iklan product placement L’Oréal pada film Ada Apa Dengan Cinta 2. Ketika penonton paham maka mereka akan melanjutkan ke tahapan selanjutnya dan dianalisis apakah efektif atau tidak iklan product placement L’Oréal. Kata kunci: Iklan, Iklan Product Placement, Customer Response Index

Referensi

Yulistara, A. (2013). Ini sebabnya wanita lebih suka belanja ketimbang pria. Diambil kembali dari wolipop.detik.com. https://wolipop.detik.com/read/2013/06/21/083511/2279764/1141/ini-sebabnyawanita-lebih-suka-belanja-ketimbang-pria

Herlinda, W. D. (2017). Indonesia 'hot spot pasar kosmetika global pada 2019. Diambil kembali dari Lifestyle.bisnis.com. http://lifestyle.bisnis.com/read/20170114/220/619447/indonesia-hot-spot-pasarkosmetika-global-pada-2019

Rahayu, E. M. (2016). Wow, Indonesia pasar pertumbuhan utama industri kecantikan ASEAN. Diambil kembali dari swa.co.id. http://swa.co.id/swa/business-strategy/wow-indonesia-pasar-pertumbuhan-utamaindustri-kecantikan-asean

Cicilia, S. (2015). Merek kosmetik asing masih merajai tanah air. Diambil kembali dari IndustriKontan.co.id. http://industri.kontan.co.id/news/merek-kosmetik-asing-masih-merajai-tanah-air

Anonymous. (2015). Annual report l'oreal 2015. France: Administration and Finance and the Image and Corporate Communication Departments.

Mangalandum, R. S. (2013, 05 09). Jurus l'oréal masuk pasar massal dengan citra premium. Diambil kembali dari SWA.co.id. http://swa.co.id/swa/business-strategy/jurus-loreal-masuk-pasar-massal-dengancitra-premium

Supriadi, C. (2014, 07 03). L’oréal Indonesia, sediakan semua kebutuhan wanita. Diambil kembali dari marketing.co.id. http://www.marketing.co.id/loreal-indonesia-sediakan-semua-kebutuhan-wanita-2/

Best, R. J. (2012). Market-based management. New Jersey: Pearson Education.

Anonymous. (2016, 02 12). Mengapa iklan penting? Diambil kembali dari trigunadvertising. com. http://www.trigunadvertising.com/news-article/45-mengapa-iklan-penting

Lubis, M. (2016, 08 18). Pertumbuhan belanja iklan menunjukkan arah positif. Diambil kembali dari nielsen.com. http://www.nielsen.com/id/en/press-room/2016/Pertumbuhan-Belanja-Iklan-MenunjukkanArah-Positif.html

Belch, G., & Belch, M. (2012). Advertising and promotion: An integrated marketing communication perspective ed. 9 . McGraw-Hill/Irwin. ISSN : 2355–9357 e-Proceeding of Management : 4(3)Desember 2017 | Page 2478.

Fournier, S., & Dolan, R. (1997). Launching the BMW Z3 roadster. Harvard Business School Publishing.

Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management. Harlow: Pearson Limited Education.

O'Guinn, T. C., Allen, C. T., Semenik, R. J., & Scheinbaum, A. C. (2015). Advertising and integrated brand promotion. Stamford: Cengage Learning.

Kotler, P., & Armstrong, G. (2012). Principles of marketing. New Jersey: Pearson Prentice Hall.

Kayode, O. O. (2014). Marketing communications. Lagos: bookboon.com The eBook company.

Arshad, H. M., Noor, D., Noor, N., Ahmad, W., & Javed, S. (2014). Impact of effective advertising on consumer buying behavior: A study of mobile phone purchasers in pakistan. Journal of Basic and Applied Scientific Research, Article 224.

Durianto, D., Sugiarto, W., W, A., & Supratikno, H. (2003). Invasi pasar dengan iklan yang efektif. PT Gramedia Pustaka Utama.

Shimp, T. A. (2003). Advertising promotion and supplemental aspect of integrated marketing communication, 5th ed. Columbia: Harcourt College Publisher.

Percy, L. (2008). Strategic integrated marketing communications. Canada: Elsevier Inc.

Kumalawati W., J., & Rumambi, L. J. (2012). Analisa sikap audience terhadap product/brand placement apple pada film "mission impossible 4 (ghost protocol). Jurnal Manajemen Pemasaran, Article 2.

Aiwan, T. Y. (2013). Efektivitas pesan iklan televisi tresemme menggunakan customer response index (CRI) pada perempuan di surabaya. Jurnal e-Komunikasi, Article 298.

Gunawan, L. (2014). Efektivitas iklan televisi suzuki karimun wagon r di masyarakat surabaya. Jurnal e-Komunikasi, Article 5.

Ernestivita, G. (2016). Analisis efektivitas tagline iklan televisi minuman ringan teh botol sosro versu "apapun makanannya minumnya teh botol sosro dengan menggunakan metode customer response index. EKSIS Vol XI No 2, Article 145.

Indrawati, P. D. (2015). Metode penelitian manajemen dan bisnis konvergensi teknologi komunikasi dan informasi. PT Refika Aditama.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Diterbitkan

2017-12-01

Terbitan

Halaman

2469-2479

Bagian

Program Studi S1 Manajemen (Manajemen Bisnis Telekomunikasi & Informatika)