Identitas Budaya Indonesia: Analisis Semiotika Roland Barthes Dalam Iklan Aqua Versi "temukan Indonesiamu"

Penulis

Abstrak

Dalam iklan Aqua versi “Temukan Indonesiamuâ€, iklan mengkonstruksikan budaya yang dimiliki masyarakat Indonesia. Terdapat beberapa budaya Indonesia yang di konstruksikan dalam iklan melalui tanda visual dan audio. Tujuan dari penelitian ini adalah menguraikan budaya Indonesia yang dikonstruksi dari realitas masyarakat melalui audio serta visualisasi dalam iklan dan menjelaskan penafsiran identitas budaya Indonesia dalam iklan Aqua versi “Temukan Indonesiamuâ€. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah konstruksi realitas sosial melalui iklan televisi dan budaya Indonesia yang dapat dijadikan identitas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis semiotika Roland Barthes dengan pendekatan kualitatif. Sumber data berasal dari studi dokumentasi serta dari studi kepustakaan baik melalui artikel, internet, mapun literature review yang relevan dengan penelitian. Paradigma yang digunakan dalam penelitian ini adalah paradigma konstruktivis yang memandang kebenaran suatu realitas sosial dilihat sebagai hasil konstruksi sosial, dan kebenaran suatu realitas sosial bersifat relatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa unsur yang terdapat dalam iklan Aqua versi “Temukan Indonesiamuâ€berupa tanda visual dan audio mengungkapkan bahwa adanya beberapa budaya yang ditemukan dari keseharian masyarakat dapat dijadikan identitas Indonesia. Penelitian ini juga mengungkapkan bagaimana realitas sosial di masyarakat di konstruksikan ke dalam sebuah iklan. Hingga pada akhirnya iklan ini dapat memberikan tujuan yang jelas, pesan apa yang ingin disampaikan Aqua melalui iklan televisi. Kata kunci: Semiotika, Roland Barthes, Iklan Televisi, Konstruksi Identitas Budaya Indonesia.

Referensi

Budiman, K. (2011). Semiotika visual. Jalasutra.

Bungin, B. (2008). Konstruksi sosial media massa: Kekuatan pengaruh media massa, iklan televisi dan keputusan konsumen serta kritik terhadap peter l. Berger dan Thomas Luckmain. Kencana.

Danesi, M. (2010). Pesan, tanda, dan makna. Jalasutra.

Darmastuti, R. (2013). Mindfulness dalam komunikasi antarbudaya. Buku Litera Yogyakarta.

Digdoyo, E. (2014). Ilmu sosial dan budaya dasar. Ghalia Indonesia.

Fiske, J. (2004). Cultural and communication studies. Jalasutra.

Kuswandi, W. (1996). Komunikasi massa sebuah analisis media televisi. Rineka Cipta.

Martono, A. (2014). Sosiologi perubahan sosial: Perspektik klasik, modern, posmodern, dan poskolonial. PT Raja Grafindo Persada.

Prasetyo, J. T. (1991). Ilmu budaya dasar. PT. Rineka Cipta.

Ridwan, A. (2016). Komunikasi antarbudaya : Mengubah persepsi dan sikap dalam meningkatkan kreativitas manusia. CV Pustaka Setia.

Sobur, A. (2006). Semiotika komunikasi. Remaja Rosdakarya.

Sobur, A. (2012). Analisis teks media – suatu pengantar untuk analisis wacana analisis semiotika dan analisis framing. PT. Remaja Rosdakarya.

Vera, N. (2014). Semiotika dalam riset komunikasi. Ghalia Indonesia.

Widyatama, R. (2007). Pengantar periklan. Pustaka Book Publisher.

Diterbitkan

2017-12-01

Terbitan

Halaman

3265- 3275

Bagian

Program Studi S1 Ilmu Komunikasi