Identitas Diri Pelaku Cosplay (studi Fenomenologi Cosplayer Di Komunitas Cosplay Bandung

Penulis

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana identitas diri pelaku cosplay melalui kajian Elemen Fan Costume dan identitas diri yang terdiri dari status identitas, karakteristik kepribadian, faktor pembentukannya, proses pembentukannya, dan ciri-ciri pencapaiannya, serta aspek dramaturgi dalam fenomena kegiatan cosplay di Komunitas Cosplay Bandung. Penelitian ini menggunakan metode penelitian fenomenologi berdasarkan paradigma konstruktivisme. Penelitian ini berkaitan dengan dramaturgi mengenai panggung depan dan panggung belakang. Sehingga peneliti dapat mengetahui hal-hal dan keadaan apa saja yang membuat seorang pelaku cosplay memiliki identitas dirinya yang sekarang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pelaku cosplay di Komunitas Cosplay Bandung mempunyai pandangan yang hampir sama antara satu sama lain mengenai kegiatan cosplay, namun terdapat perbedaan identitas diri ketika melakukan kegiatan cosplay. Mereka melakukan berbagai usaha seperti membuat kostum dan mendalami karakter serta membuat alur cerita yang akan ditampilkan. Ketika di atas panggung pelaku cosplay membuang identitas dirinya dan berusaha menjadi orang lain. Pelaku cosplay juga berusaha membuat ilusi seolah ia membawa dunia fiksi ke realita meskipun hanya sementara. Kata Kunci : Identitas Diri, Cosplay, Karakter

Referensi

Adelson, J. (1980). Handbook of adolescent psychology. Wiley. Allen, Matthew dan Rumi Sakamoto. 2006. Popular Culture, Globalization and Japan. Australia: Routledge.

Budiman, H. (2001). Lubang hitam kebudayaan. Kanisius.

Bonnischsen, H. (2011). Cosplay – creating or playing identities? : An analysis of the role of cosplay in.

the Minds of Its Fans. Stockholm. Stockholm University. Master Thesis.

Creswell, J. W. (2009). Research design qualitative, quantitative, and mixed methods approaches.

California: Sage Publication

Danesi, M. (2012). Popular culture: Introductory perspectives. Maryland: Rowman & Littlefield Publisher.

Daymon, C., & Holloway, I. (2002). Metode-metode riset kualitatif dalam public relations dan.

Marketing Communication. Routledge

Djumini, T. (2008). Cerminan masyarakat, pembukaan diri. Yayasan Obor Indonesia Edelson, Joseph. 1980. Handbook of Adolescent Psychology. Wiley.

Eysteinsson, A. (1990). The concept of modernism. Cornell University Press Ghony, M.D. dan Almanshur, F. 2012. Metodologi Penelitian Kualitatif. Ar-ruzz Media.

Goffman, E. (1971). The presentation of self in everyday life. Cox & Wyman Ltd, London.

Reading and Fakenham Set in Intertype Times. Pelican Books

Hills, M. (2002). Fan cultures. Routledge.

Ikhwan, N. (2014). Identitas diri raggae mania di gresik. Undergraduate thesis, UIN Sunan Ampel Surabaya.

Jenahara., R. (2014). Fashion friendship. Qultum Media.

Jenkins, H. (2007). Fandom: Identities and communities in a mediated world. New York.

University Press

Kono, S., & Jonathan E. Abel (Penterjemah). (2001). Otaku: Japan’s database animals. Minneapolis: University of Minnesota Press. Kroski, Ellyssa. 2015. Cosplay in Libraries: How to Embrace Costume Play in Your Library.

London: The

Rowman, & Littlefield Publishing Group Krulos, T. (2013). Heroes in the night: Inside the real life superhero movement. Chicago Review Press. Kuswarno, Engkus. 2009. Fenomenologi Konsepsi, Pedoman, dan Contoh Penelitian. Widya Padjadjaran. Marcia, James E. 1980. Ego Identity: A Handbook of Psychosocial Research. Springer-Verlag.

Moleong. (1998). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosda Karya Mulyana, Deddy. 2008. Metode Penelitian Komunikasi. Remaja Rosda Karya Odell, Colin., dan Michelle Le Blanc. 2013. Anime. Hertfordshire: Kamera Books.

ISSN : 2355–9357 e-Proceeding of Management : Vol.4, No.3 Desember 2017 | Page 3293 Rosenberg, R., & Letamendi, A. M. (2013). Expressions of fandom: Findings from a psychological.

Cosplay, S. O., & Costume Wear. Intensities: The Journal of Cult Media. 8 Juni 2016. Semiawan, Conny R. (2010). Metode penelitian kualitatif. Grasindo Slavin, Robert E. 2006. Educational Psychology Theory and Practice Eight Edition. Pearson. http://www.drrobinrosenberg.com/resources/Cosplay-Expressions%20of%20Fandom.pdf

Strinati, D. (1995). Popular culture pengantar menuju budaya populer. Ar-ruzz Media.

Sugiyono. (2014). Memahami penelitian kualitiatif. Alfabeta Suprayogo, I dan Tobroni. 2001. Metodologi Penelitian Sosial-Agama. Remaja Rosda Karya.

Station, T. J. (2015). Japanese station. Bukune.

Valentini, V., dkk. (2007). Jurnal provitae volume 2. Buku Obor.

Valerian J, D. (2004). Personality: Contemporary theory and research. Belmont: Chengage Learning.

Zografos, D. (2010). Intellectual property and traditional cultural expressions. Massachusetts: Edward Elgar Publishing Limited.

Diterbitkan

2017-12-01

Terbitan

Halaman

3281-3294

Bagian

Program Studi S1 Ilmu Komunikasi