Strategi Branding Melalui Penggunaan Brand Ambassador Di Pt Kereta Api Indonesia (persero) Kantor Pusat Bandung (studi Kasus St 12 Sebagai Brand Ambassador)
Abstrak
Sebelum tahun 2009 PT Kereta Api Indonesia mengalami keterpurukan dalam perjalan karirnya, dikarenakan pelayanan PT Kereta Api Indonesia yang memburuk. Sehingga, PT KAI merasa perlu melakukan beberapa strategi komunikasi pemasaran, untuk mendapatkan kembali kepercayaan masyarakat pada transportasi kereta api. PT KAI sadar perusahaan yang bergerak dibidang jasa, harus memiliki citra yang positif sebagai kunci untuk mendapat kepercayaan konsumen ataupun calon konsumen nantinya. Hal ini yang dilakukan oleh PT KAI sebagai perusahaan yang menawarkan jasa dibidang moda transportasi kereta api. Salah satu strategi komunikasi pemasaran yang dilakukan PT KAI, melalui penggunaan brand ambassador atau duta merek. Penggunaan brand ambassador merupakan salah satu strategi komunikasi pemasaran perusahaan untuk mendekatkan produk atau merek kepada konsumen, sehingga terjadi kedekatan secara emosional (Shimp 2003:455). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan paradigm kontrutivisme. Dimana data yang diperoleh melalui observasi, menggunakan wawancara tersetruktur, serta melalui data dokumentasi yang diberikan informan kepada peneliti.. Yang selanjutnya hasil penelitian menunjukkan bahwa PT Kereta Api Indonesia (persero) menggunakan brand ambassador untuk meningkatkan citra perusahaan melalui kegiatan komunikasi pemasaran terintegrasi, yaitu periklanan, humas & publisitas, serta acara & pengalaman. Namun pada pelaksanaannya, ST 12 dirasa tidak cukup mempresentasikan kereta api, sehingga tujuan PT KAI untuk membangun citra tidak tercapai. Kata kunci : Strategi Komunikasi Pemasaran, Brand Ambassador, Membangun Citra Merek, Metode Kualitatif, Transportasi
Referensi
Buku :
Effendy, O. U. (2009). Ilmu komunikasi: Teori & praktek. PT Remaja Rosdakarya.
Herbig, P., Milewicz, J., & Golden, J. (1994). A model of reputation buildingand destruction. Journal of Business Research, Vol.31.
Hermawan, A. (2012). Komunikasi pemasaran. Universitas Negeri Malang: Erlangga.
Kotler, P., & Keller, K. (2007). Manajemen pemasaran edisi kedua belas jilid 1. Terjemahan. Macanan Jaya Cemerlang.
Kotler, P., & Keller, K. L. (2009). Manajemen pemasaran edisi ketiga belas jilid 1. Terjemahan. Erlangga.
Lea-Greenwood, G. (2012). Fashion marketing communications e-book. Somerset, NJ, USA: Wiley.
Royan, F. M. (2004). Marketing selebrities. PT Elex Media Komputindo.
Shimp, T. A. (2003). Periklanan promosi dan aspek tambahan komunikasi pemasaran terbaru edisi ke-5 jilid 1 jakarta: Erlangga skripsi & jurnal .
Gita, D. (2015). Pengaruh brand ambassador terhadap brand image pada perusahaan online zalora. co.id. Universitas Telkom.
Madhavaram, Sreedhar; Badrinarayanan, & Vishag; McDonald, Robert E. (2005). Integrated marketing communication (IMC) and brand identity as critical components of brand equity strategy: A conceptual framework and research propositions. Journal of Advertising. 34 (4): 69–80. WEBSITE : www.repository.telkomuniversity.ac.id (Diakses pada tanggal 26 Juni 2017 Pukul 04.00 WIB) pada tanggal 3 Maret 2017 Pukul 20.00 WIB). https://kai.id/(Diakses



