Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk Dalam Puisi “aku Masih Utuh Dan Kata-kata Belum Binasa†Karya Wiji Thukul

Penulis

Abstrak

Penelitian berjudul Analisis Puisi “Aku Masih Utuh dan Kata-Kata Belum Binasa†karya Wiji Thukul (Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis salah satu puisi karya Wiji Thukul untuk mengetahui hubungan antar teks dan faktor yang berada di luar teks. Teori yang digunakan yaitu Analisis Wacana Kritis model Teun A. Van Dijk yang memiliki 3 dimensi di dalamnya : Analisis Teks, Kognisi Sosial, dan Analisis Sosial. Adapun metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif, dengan paradigma kritis. Objek penelitian ini yaitu teks puisi Aku Masih Utuh dan Kata-Kata Belum Binasa. Data penelitian diperoleh dari studi pustaka, wawancara mendalam, dan penelusuran internet. Hasil penelitian meliputi 3 dimensi AWK model van Dijk : Analisis teks yang memiliki 3 aspek didalamnya. Pada struktur makro, puisi bertemakan informasi serta senjata perlawanan berupa kata-kata. Superstruktur, penyusunan bait demi bait yang saling berkaitan. Struktur mikro, yang terdapat elemen detil, maksud, leksikon, metafora, bentuk kalimat, dan kata ganti. Kognisi Sosial yang membahas keadaan pribadi penyair mengenai penilaiannya terhadap penguasa, penilaian orang terhadap dirinya, penilaian peran Wiji Thukul, dan bagaimana memahami peristiwa di sekitarnya. Terakhir yaitu Analisis Sosial, di mana praktik kekuasaan yang dilakukan Orde Baru cenderung represif, dan memanfaatkan kemudahan pada akses kekuasaannya melalui media massa untuk melancarkan propagandanya. Kata Kunci : Analisis Wacana Kritis Teun A. Van Dijk, Wiji Thukul, Puisi Aku Masih Utuh dan KataKata Belum Binasa, Orde Baru.

Referensi

A.R., S. (1992). Studi wacana: Teori-analisis-pengajaran. Mimbar Pendidikan Bahasa dan Seni FPBS IKIP.

Alwi, H., dkk. (2003). Tata bahasa baku bahasa Indonesia (edisi ketiga). Balai Pustaka.

Amirin, T. M. (1986). Menyusun rencana penelitian. Rajawali.

Ardianto, E. (2011). Metodologi penelitian untuk public relations kuantitatif dan kualitatif. Simbiosa Rekatama Media.

Culler, J. (1977). Structuralist poetics: Structuralism linguistics and the study of literature. Routledge & Kegan Paul. ISSN : 2355–9357 e-Proceeding of Management : 4(3)Desember 2017 | Page 3381.

D. Tannen, D. S., & H. Hamilton (Eds.). (2001). Handbook of discourse analysis. Blackwell.

Eriyanto. (2001). Analisis wacana: Pengantar analisis teks media. LKIS.

Fiske, J. (1990). Introduction to communication studies (second edition), london: Routledge.

Haramain, A. M., dkk. (2003). Pemikiran-pemikiran revolusioner. Pustaka Pelajar.

Hasan, M. I. (2002). Pokok-pokok materi metodologi penelitian dan aplikasinya, bogor: Ghalia Indonesia.

Idat, F. D. (1994). Wacana pemahaman dan hubungan antarunsur. PT Eresco.

Latif, Y., & Ibrahim, I. S. (1996). Bahasa dan kekuasaan: Politik wacana di panggung orde baru. Mizan.

Lukmana, Aziz, E. A., & Kosasih, D. (2006). Linguistik Indonesia. Yayasan Obor Indonesia.

Moeliono, A. M. (2007). Kamus besar bahasa Indonesia. Balai Pustaka.

Moleong, L. J. (2007). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya Offset.

Mulyana. (2005). Kajian wacana : Teori, metode dan aplikasi prinsip-prinsip analisis wacana. Tiara Wacana.

Pawito. (2007). Penelitian komunikasi kualitatif. Pelangi Aksara Yogyakarta.

Satori, D., & Komariah, A. (2012). Metodologi penelitian kualitatif. Alfabeta.

Simon, R. (2004). Gagasan-gagasan politik gramsci. Pustaka Pelajar.

Sugiyono. (2005). Metode penelitian administrasi. Alfabeta.

Sugiyono. (2009). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Tarigan, H. G. (1986). Pengajaran ejaan bahasa Indonesia. Angkasa.

Tarigan, H. G. (2007). Teknik pengajaran keterampilan berbahasa. Angkasa.

Teeuw, A. (1983). Membaca dan menilai sastra. Gramedia Pustaka Utama.

Williams, R. (1976). Keywords: A vocabullary of culture & society. Harper Collins.

Wilson. (2007). Kebenaran akan terus hidup. YAPPIKA & IKOHI.

Zulkifli, A., dkk. (2016). Wiji thukul: Teka-teki orang hilang. KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) bekerjasama dengan Majalah Tempo.

Diterbitkan

2017-12-01

Terbitan

Halaman

3375-3384

Bagian

Program Studi S1 Ilmu Komunikasi