Analisis Naratif Tzvetan Todorov Dalam Film Moana Sebagai Representasi Kesetaraan Gender
Abstrak
Di dalam industri perfilm, kajian tentang perempuan menjadi salah satu kajian yang cukup banyak dibahas. Perjuangan kesetaraan gender dan gerakan feminisme terus berkembang di dunia. Meski di dunia perfilman selalu mendapat tempat dan hadir dalam layar sinema namun kehadiran perempuan di industri perfilman sebagian besar hanya mengandalkan rupa fisik sehingga perempuan masih banyak dikenal karena kecantikan dan keseksiannya dibandingkan dengan perempuan yang memiliki kemampuan akting yang luar biasa. Kemudian pada dunia hiburan, Disney sebagai salah satu perusahaan animasi terbesar di dunia yang terkenal dengan produksi putri-putri dongeng mulai muncul dengan filmfilm yang menonjolkan karakter pelawan budaya patriarki dan semakin bergeser kearah kesetaraan gender. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana representasi kesetaraan gender yang terdapat pada film Moana berdasarkan analisis naratif dengan menggunakan model Tzvetan Todorov yang menganggap bahwa narasi terdiri dari tiga aspek yaitu aspek semantic, aspek sintaksis dan aspek verba. Adapun aspek yang diteliti pada film tersebut adalah aspek verba yang meliputi kategori modus, kategori kala, kategori sudut pandang dan kategori penuturan. Berdasarkan hasil penelitian diketahui terdapat 67 pesan kesetaraan gender yang didapatan berdasarkan kategori-kategori dalam aspek verba pada keseluruhan cerita. Diantaranya pada kategori modus terdapat 12 adegan dengan gaya langsung dan 4 adegan dengan gaya tidak langsung. Kemudian dalam kategori kala, terdapat 2 adegan pada alur awal, 2 adegan pada alur tengah dan 2 adegan pada alur akhir. Kemudian pada kategori sudut pandang terdapat 20 adegan. Pada kategori penuturan, terdapat 9 adegan dalam teknik pemandangan, 7 adegan dalam teknik adegan, 3 adegan pada teknik kolase dan montase, serta 6 adegan dalam teknik asosiasi.Referensi
Ardianto, Elvinaro dan Bambang QAnees. Filsafat Ilmu
Komunikasi. (2009). Simbiosa rekatama media. Ardianto, Elvinaro & Q-Anees,.
Bambang. (2009). Filsafat Ilmu komunikasi. Simbiosa Rekatama Media.
Bungin, B. (2008). Representasi sosial media massa. Kencana Prenada Media Group.
Bungin, B. (2010). Penelitian kualitatif. Kencana Prenada Media Group.
Effendy, O. U. (2003). Ilmu, teori dan filsafat komunikasi. PT. Cira Aditya Bakti.
Eriyanto. (2013). Analisis naratif : Dasar-dasar dan penerapannya dalam analisis teks berita media. Edisi Pertama. Kencana Prenada Media Group.
Ida, R. (2014). Metode penelitian : Studi media dan kajian budaya. PRENADA MEDIA GRUP.
Keraf, G. (2007). Argumentasi dan narasi. PT Gramedia.
Lubis, A. Y. (2015). Pemikiran kritis kontemporer : Dari teori kritis, culture studies, feminisme, postkolonial hingga multikulturalisme. PT RajaGrafindo Persada.
MA, I. (2015). Metodologi penelitian kualitataif. Alfabeta.
McQuail, D. (2011). Teori komunikasi massa. Penerbit Salemba Humanika.
Moleong, L. (2011). Metode penelitian kualitatif edisi revisi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Pratista, H. (2008). Memahami film. Homerian Pustaka. Ritzer, George & Goodman,.
Douglass, J. (2008). Teori sosiologi modern. Kencana.
Sahurasaputra, U. (2012). Metode penelitian bandung: Penerbit Refika adiatama.
Sobur, A. (2014). Komunikasi naratif : Pradigma, analisis dan aplikasi. PT. Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suryakusuma, J. (2011). Ibuisme negara : Konsutruksi sosial keperempuanan orde baru. Komunitas Bambu.
Tong, R. P. (2008). Feminist thought : Pengantar paling komperhensif kepada arus utama pemikiran feminis. Jogjakarta : Jalasutra.



