Analisis Proses Branding Kabupaten Purwakarta
Abstrak
Dalam komunikasi, city branding menjadi penting untuk diteliti karena merupakan bagian dari marketing communication sebuah kota untuk menciptakan persepsi kepada konsumen. Konsep city branding adalah salah satu cara bagaimana citra kota dari sebuah daerah dikomunikasikan kepada khalayak. Citra kota tersebut akan mendorong pembangunan ekonomi kota yang kompetitif secara berkelanjutan. Salah satu daerah yang melakukan city branding adalah Kabupaten Purwakarta dengan Purwakarta Istimewa. Dalam proses branding pada Purwakarta Istimewa, diperlukan adanya Brand Identity, Brand Positioning, dan Brand Image. Penulis menggunakan metode kualitatif dengan tujuan penelitian untuk mengetahui bagaimana proses branding yang dilakukan oleh pemerintah daerah Kabupaten Purwakata. Hasil Penelitian ini adalah pada awalnya Brand Identity Kabupaten Purwakarta dibentuk pada saat Dedi Mulyadi menjabat menjadi bupati lalu adanya kecemasan pemerintah karena lokasi geografis Kabupaten Purwakarta yang hanya dilewati saja oleh jalan tol. Untuk itu pemerintah pun membangun identitas Kabupaten Purwakarta sebagai daerah yang memiliki budaya Sunda yang kuat. Lalu selama proses pembangunan identitas Kabupaten Purwakarta, pemerintah membentuk diferensiasi yaitu bagaimana mengaplikasikan kebudayaan Sunda pada konsep city branding. Pembangunan atribut kota juga terintegrasi dengan city branding.Referensi
Ardianto, E., & Q-Anees, B. (2007). Filsafat Ilmu komunikasi. Simbiosa Rekatama Media.
Ariestonandri, P. (2006). Marketing research for beginner: Panduan riset pemasaran praktis bagi pemula. Andi.
Bungin, B. (2015). Komunikasi pariwisata: Tourism communication; pemasaran dan brand destinasi. Prenadamedia Group Dantes.
Nyoman. (2012). Metode penelitian. ANDI.
Hasan, A. (2015). Tourism marketing. Center For Academic Publishing Service.
Mulyana, D. (2013). Ilmu komunikasi suatu pengantar. PT Remaja Rosdakarya Offet.
Morgan, N., Pritchard, A., & Pride, R. (2004). Destination branding creating the unique destination proposition second edition. Elsevier ButterworthHeinemann.
Kotler, P. (2004). Dasar dasar pemasaran edisi bahasa Indonesia jilid 1, jakarta: Prenhallindo.
Rangkuti, F. (2002). The power of brands: Teknik mengelola brand equity dan strategi pengembangan merek + analisis kasus dengan SPSS. PT Gramedia Pustaka Utama.
Sugiyono. (2016). Memahami penelitian kualitatif. Alfabeta ISSN : 2355–9357 e-Proceeding of Management : 5(1)Maret 2018 | Page 1231.
Suryanto. (2015). Pengantar Ilmu komunikasi. CV Pustaka Setia.
Sutisna. (2002). Perilaku konsumen & komunikasi pemasaran. Remaja Rosdakarya.
Utama, I. G. B. (2017). Pemasaran pariwisata. Andi.
Yananda, R. M., & Salamah, U. (2014). Branding tempat: Membangun kota, kabupaten, dan provinsi berbasis identitas. Jakarta Selatan: Makna Informasi.



