Pengaruh Indikator Good Corporate Governance Terhadap Corporate Social Responsibility Disclosure (Studi Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 20112016)
Abstrak
Abstrak Corporate Social Responsibility (CSR) adalah pertanggung jawaban perusahaan atas segala dampak negatif yang mungkin dan atau yang telah disebabkan oleh perusahaan. Good Corporate Governance (GCG) adalah seperangkat konsep yang mengatur proses pengendalian usaha yang berjalan secara berkesinambungan. CSR dan GCG merupakan dua fenomena yang saling berhubungan satu sama lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh indikator GCG yaitu kepemilikan institusional, ukuran dewan komisaris dan komite audit terhadap Corporate Social Responsibility Disclosure atau pengungkapan CSR terhadap perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) 2011- 2016 baik secara simultan maupun parsial. Metode analisis yang digunakan adalah pengujian statistik deskriptif dan analisis regresi data panel menggunakan Eviews 8. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa ukuran dewan komisaris berpengaruh positif signifikan terhadap pengungkapan CSR. Sedangkan kepemilikan institusional dan komite audit tidak memiliki pengaruh terhadap pengungkapan CSR. Kata Kunci: CSR, kepemilikan institusional, ukuran dewan komisaris, komite audit. Abstract Corporate Social Responsibility (CSR) is a responsibility of company for all negative impacts that may happen or already happened caused by the company. Good Corporate Governance (GCG) is a concept to regulate business control process that going continuously. CSR and GCG are two phenomenon which is related each other. This study aims to determine the impact of institutional ownership, size of commissioners, and audit committee on corporate social responsibility disclosure to manufacture sector listed on Indonesia Stock Exchange (IDX) 2011-2016 simultaneously and partially. The analytical method are using testing of descriptive statistics and panel data regression analysis which is using E-views 8. The result of this research showed that size of commissioners gives positive impact significantly on corporate social responsibility disclosure. While institutional ownership and audit committee have no influence on corporate social responsibility disclosure. Keywords: CSR, institutional ownership, size of commissioners, audit committee.
Referensi
Ale, L. (2014). Pengaruh ukuran perusahaan, leverage, kepemilikan institusional terhadap pengungkapan corporate social responbility. Jurnal Ekonomi Akuntansi. 1–19. Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Dewi, K. (2014). Analisa environmental cost pada perusahaan non-keuangan yang terdaftar di bursa efek Indonesia periode 2011, 2012 dan 2013. Jurnal Binus Business Review.Vol . 5 No 2. 615–625. Universitas Bina Nusantara.
Frondika, D. (2012). Analisis perbandingan pengungkapan corporate social responsibility (CSR) pada perusahaan tambang yang terdaftar di BEI tahun 2011 berdasarkan global reporting initiatives (GRI) G3. 1. Thesis Universitas Bina Nusantara Jakarta: Tidak Diterbitkan.
Hadi, N. (2011). Corporate social responsibility (CSR). Graha Ilmu. ISSN : 2355–9357 e-Proceeding of Management : 5(1)Maret 2018 | Page 626.
Iswandika, R., Murtanto, & Sipayung, E. (2014). Pengaruh kinerja keuangan, corporate governance, dan kualitas audit terhadap pengungkapan corporate social responsibility. E-journal Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti. 1(2)Universitas Trisakti.
Jalal, S. S., & Rembeth, V. (2016). Mengapa RUU CSR harus ditolak? . Juli 2017]. http://www.mongabay.co.id/2016/07/04/mengapa-ruu-csr-harus-ditolak/[21
Kania, D. (2017). Perhatikan GCG. . November 2017]. http://id.beritasatu.com/marketandcorporatenews/perhatikan-gcg/167506[8
Kementrian Keuangan. (2016). Industri berbasis sumber daya alam, masa depan Indonesia. . Oktober 2016]. http://www.kemenkeu.go.id/Berita/industri-berbasis-sumber-daya-alam-masa-depan-indonesia[10
Komite Nasional Kebijakan Governance. (2012). Prinsip dasar pedoman good corporate governance perbankan Indonesia. KNKG.
Pasaribu, R. B. F., Kowanda, D., & Kurniawan, D. (2015). Pengaruh earning management dan mekanisme corporate governance terhadap pengungkapan corporate social responsibility pada emiten manufaktur di bursa efek Indonesia. Jurnal Riset Manajemen dan Bisnis. Vol. 10 No. 2. 97–121. Universitas Gunadarma.
Prasetyo, S. (2017). Icsa akan gelar konferensi GCG. . Oktober 2017]. http://id.beritasatu.com/lifestyle/icsa-akan-gelar-konferensi-gcg/167064[27
Ryanthie, S. (2017). Pengamat sebut dana CSR harus bebas dari kepentingan politik. . Maret 2017]. http://www.solopos.com/2017/03/09/pengamat-sebut-dana-csr-harus-bebas-dari-kepentingan-politik799993[16
Santy. (2012). Pelaporan corporate social responsibility pada perusahaan pertambangan batubara di Indonesia dan australia yang tercatat di bursa saham. Thesis Universitas Bina Nusantara Jakarta: Tidak Diterbitkan.
Sinaga, A. M. (2011). Pengaruh elemen corporate governance terhadap pelaporan corporate social responsibility pada sektor perbankan di Indonesia. Skripsi Universitas Diponegoro Semarang: Tidak Diterbitkan.
Suharto, I. (2015). Analisis pengaruh corporate social responsibility dan corporate governance terhadap nilai perusahaan. Skripsi Universitas Negeri Semarang: Tidak Diterbitkan.
Sutedi, A. (2011). Good corporate governance. Sinar Grafika.
Yulfajar, A. (2013). Analisis atas tingkat kepatuhan pengungkapan CSR oleh perusahaan pertambangan yang terdaftar di bursa efek Indonesia. Media Mahardhika. Vol. 11 No. 3. Universitas Surabaya.



