Identifikasi Inovasi Dan Kinerja Bisnis Laundry Sepatu Sneaklin Di Kota Bandung

Penulis

Abstrak

Dalam menghadapi berbagai perubahan dan tantangan dalam menjalankan bisnis, perusahaan harus mampu mengatur strategi perencanaan untuk perkembangan usahanya. Tidak hanya meningkatkan dari segi kinerja bisnis, salah satu proses tindakan wirausaha (Entrepreneurial Action) yang perlu dilakukan adalah dengan terus melakukan inovasi. Inovasi menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan kinerja suatu bisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi inovasi sebagai salah satu proses entrepreneurial action dan kinerja bisnis pada laundry sepatu Sneaklin di Kota Bandung. Subvariabel dalam penelitian ini meliputi : capacity to innovate, capacity to plan a head, willing to take a risk, sales, revenue dan employement. Penelitian ini dieksplorisasi dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik analisis model Miles dan Hubberman. Pengumpulan data diperoleh dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah pemilik usaha Sneaklin dan karyawannya. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa dalam kapasitas untuk berinovasi sneaklin melakukan pengembangan dari segi layanan, infrastruktur dan teknologi. Namun Sneaklin tidak terstruktur dalam melakukan perencanaan untuk merealisasikan ide inovasinya, sehingga hal tersebut menjadi salah satu faktor tidak tercapainya terget bisnis yang mengakibatkan Sneaklin tidak bisa berkembang lebih besar lagi. Hasil analisis dari penelitian ini menunjukan bahwa inovasi yang dilakukan Sneaklin sudah beragam, namun Sneaklin tidak memiliki keyakinan terhadap inovasinya sehingga tidak berani untuk mengambil resiko yang lebih tinggi. Maka dari itu, perlu dilakukan evaluasi terhadap perencanaan strategi yang dilakukan Sneaklin agar terget bisnisnya dapat tercapai. Kinerja bisnis Sneaklin sudah cukup baik, dilihat dari pertumbuhan penjualan dan pendapatan yang terus meningkat. Kata Kunci: Inovasi, Kinerja Bisnis, Entrepreneurial Action

Unduhan

Data unduhan tidak tersedia.

Referensi

Badan Pusat Statistik. (2017). Kendala Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah 2015. [Online]. Tersedia https://www.bps.go.id/index.php [ Diakses pada 25 Oktober 2017]. Badan Pusat Statistik Kota Bandung. (2017). Kota Bandung dalam Angka 2017. [Online] Tersedia https://bandungkota.bps.go.id/index.php/publikasi/224 [ Diakses pada 26 Oktober 2017]. Dantes, N. (2012). Metode Penelitian.Yogyakarta: Penerbit Andi. Departemen Koperasi. (2017). Kementrian Koperasi dan Usaha kecil dan Menengah Republik Indonesia. Tersedia http://www.depkop.go.id/berita- informasi/data- informasi/data- umkm/ [20 September 2017.] Georgellis, Y., Joyce,P., & Woods,A. (2000). Entrepreneurial Action, Innovation and Business Perfor mance: The Small Independent Business, Journal of Small Business and Enterprise Development , Vol. 7 Iss: 1 pp.7 –

Retrive From Emerald Database Ibrahim. (2015). Metodologi Penelitian Kualitatif: Panduan Penelitian Beserta Contoh Penelitian Kualitatif. Bandung: Penerbit Alfabeta. Sudarmanto. (2014). Kinerja dan Pengembangan Kompensasi SDM. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta Suryana. (2013). Kewirausahaan Kiat dan Proses Menuju Sukses (Cetakan Keempat). Jakarta: Salemba Empat. Tambunan, T. (2012). Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia Beberapa Isu Penting. Jakarta: LPE3S

Diterbitkan

2018-08-01

Terbitan

Halaman

1765-1772

Bagian

Program Studi S1 Manajemen (Manajemen Bisnis Telekomunikasi & Informatika)

Cara Mengutip

Mahardina, D. A., & Ghina, A. (2018). Identifikasi Inovasi Dan Kinerja Bisnis Laundry Sepatu Sneaklin Di Kota Bandung. eProceedings of Management, 5(2), 1765-1772. https://openlibrarypublications.telkomuniversity.ac.id/index.php/management/article/view/6866