Implementasi dan Evaluasi Sistem Penyiraman Tanaman Otomatis Berbasis IoT: Studi Perbandingan Teknik Drip dan Hidroponik

Penulis

Abstrak

Perawatan tanaman secara manual sering terkendala ketidakteraturan jadwal penyiraman dan keterbatasan waktu, terutama bagi masyarakat urban. Di sisi lain, masih terbatas penelitian yang membandingkan efektivitas teknik penyiraman secara langsung dalam satu platform terintegrasi. Penelitian ini merancang, mengimplementasikan, dan mengevaluasi sistem penyiraman tanaman otomatis berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan ESP32 yang membandingkan dua teknik budidaya, yaitu teknik drip dengan media pasir yang dipantau sensor kelembaban tanah, dan teknik hidroponik yang dipantau sensor level air, TDS, serta pH. Data sensor dikirim secara realtime ke Firebase Realtime Database dan dikendalikan melalui aplikasi Android SiTanam yang dibangun dengan Jetpack Compose dan arsitektur MVVM. Pengujian mencakup akurasi sensor setelah kalibrasi, respons pompa terhadap ambang batas, mode manual dan otomatis, pengujian aplikasi, serta pengamatan pertumbuhan tanaman. Hasil menunjukkan seluruh sensor bekerja dalam rentang yang dapat diterima, dengan akurasi TDS mencapai 99,9% dan pH sekitar 97% (R² = 0,991, galat maksimum 0,29 pH). Seluruh skenario pengujian black box dinyatakan valid, sedangkan pengujian usability terhadap 21 responden memperoleh skor 86,2% dengan kategori Sangat Baik. Pengamatan kangkung selama 9 hari menunjukkan teknik hidroponik tumbuh sedikit lebih baik (9,0 cm dan 38 helai daun) dibandingkan teknik drip (8,5 cm dan 35 helai daun). Sistem terbukti dapat menjadi sarana perbandingan objektif kedua teknik dalam satu platform terintegrasi. Kata kunci—IoT, ESP32, penyiraman otomatis, drip, hidroponik, Firebase, Android, SiTanam.

Referensi

REFERENSI

[1] N. Effendi, W. Ramadhani, F. Farida, dan M.

Dimas, “Perancangan sistem penyiraman tanaman

otomatis menggunakan sensor kelembapan tanah

berbasis IoT,” Jurnal Computer Science and

Information Technology (CoSciTech), vol. 3, pp.

91–98, 2022.

[2] Fathurrohman, T. Prasetiya, Iin, dan Mulyawan,

“Sistem monitoring penyiraman otomatis berbasis

IoT menggunakan soil moisture pada tanaman

melon,” JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik

Informatika), vol. 8, 2024.

[3] S. Wijaya, L. D. Samsumar, dan M. M. Efendi,

“Perancangan sistem monitoring kelembapan dan

penyiraman otomatis tanaman jagung berbasis

Internet of Things,” Journal of Computer Science

and Information Technology (JCSIT), vol. 1, 2024.

[4] L. Atzori, A. Iera, dan G. Morabito, “The Internet

of Things: A survey,” Computer Networks, vol. 54,

2010.

[5] M. S. Mekala dan P. Viswanathan, “A survey:

Smart agriculture IoT with cloud computing,”

Journal of Network and Computer Applications,

2017.

[6] Espressif Systems, “ESP32 Technical Reference

Manual,” 2022.

[7] X. Liu dan B. Bhaduri, “Soil moisture sensor

technologies for IoT-based agriculture,” IEEE

Sensors Journal, 2020.

[8] A. K. Mishra, “Performance analysis of DHT

sensors in IoT agriculture systems,” International

Journal of Engineering Research & Technology,

2021.

[9] M. H. Rashid, Power Electronics: Circuits,

Devices, and Applications. Pearson, 2014.

[10] D. Bhavsar, N. Bhavsar, S. Pande, R. Bhavsar, dan

S. Panchal, “A comprehensive and systematic

study in smart drip and sprinkler irrigation

systems,” Smart Agricultural Technology, vol. 5,

2023.

[11] I. Safira, Badriana, M. Ikhwanus, Asri, dan S. J.

Wattimena, “Sistem pengontrol ketinggian air pada

tanaman hidroponik menggunakan Internet of

Things,” Jurnal Energi Elektrik, vol. 14, no. 2,

2025, doi: 10.29103/jee.v14i2.19598.

[12] A. E. Pratama, M. Hurairah, dan Eliza, “Otomasi

sistem hidroponik berbasis mikrokontroler ESP32,”

Jurnal Surya Energy, vol. 9, no. 1, pp. 1–7, 2024,

doi: 10.32502/jse.v9i1.172.

[13] D. Wijayanto, “Prototype IoT untuk pemantauan

nutrisi dan pH pada hidroponik menggunakan

ESP32 di Kebun Hidroponik Vefar Yogyakarta,”

HOAQ: Jurnal Teknologi Informasi, 2024.

[14] P. Hidayatullah dkk., “Rancang bangun sistem

monitoring dan kontrol tanaman hidroponik

berbasis Internet of Things dengan metode deep

flow technique,” JATI (Jurnal Mahasiswa Teknik

Informatika), Institut Teknologi Nasional Malang,

2022.

[15] I. Khairani dan K. Prawiroredjo, “Prototype of

Internet of Things-based automatic hydroponic

system,” Jurnal Nasional Teknik Elektro dan

Teknologi Informasi (JNTETI), vol. 14, no. 1,

2025.

[16] Nadhiroh dkk., “Penyiram tanaman hidroponik

otomatis berbasis IoT dengan PLC Outseal dan

ESP32,” ELECTRICES: Jurnal Otomasi

Kelistrikan dan Energi Terbarukan, vol. 6, no. 1,

pp. 17–26, 2024, doi: 10.32722/ees.v6i1.6361.

[17] M. A. J. Hidayat dan A. Z. Amrullah, “Sistem

kontrol dan monitoring tanaman hidroponik

berbasis Internet of Things (IoT) menggunakan

NodeMCU ESP32,” Jurnal Saintekom, vol. 12, no.

1, pp. 23–32, 2022, doi:

10.33020/saintekom.v12i1.223.

[18] M. S. Alhamda dkk., “Prototipe sistem penyiraman

tanaman otomatis berbasis mikrokontroler ESP32,”

Jurnal Elektronika, Universitas Islam Lamongan,

2026.

[19] Ma’luf dan M. Ardita, “Rancang bangun sistem

monitoring penyiraman tanaman otomatis berbasis

IoT di lingkungan Pesantren Mahasiswa Al-Hikam

Malang,” Magnetika: Jurnal Mahasiswa Teknik

Elektro, Institut Teknologi Nasional Malang, 2025.

[20] M. Syafi’i dan E. Budihartono, “Sistem

penyiraman tanaman otomatis menggunakan

ESP32,” Jurnal Informatika dan Teknik Elektro

Terapan (JITET), vol. 12, no. 2, 2024.

[21] M. Roziqin, A. F. Kabes, dan S. Z. N. Haq,

“Rancang bangun penyiraman tanaman cabe

otomatis menggunakan ESP32 dan sensor

kelembapan tanah,” Jurnal Informatika dan Teknik

Elektro Terapan (JITET), vol. 13, no. 3S1, 2025,

doi: 10.23960/jitet.v13i3S1.7966.

[22] D. Westari dan S. Ilman, “Sistem penyiraman

tanaman otomatis berbasis IoT menggunakan

ESP32, moisture sensor, DHT22 sensor dan

Blynk,” Jurnal Teknik Mesin, Industri, Elektro dan

Informatika (JTMEI), 2024.

Unduhan

Diterbitkan

2026-09-16

Terbitan

Bagian

Prodi D3 Rekayasa Perangkat Lunak Aplikasi