Simulasi Permainan Gasing Tradisional Menggunakan Teknologi Virtual Reality untuk Pelestarian Kebudayaan Tak Benda
Abstract
Abstrak— Permainan gasing tradisional merupakan warisan budaya takbenda yang semakin terlupakan seiring dengan kemajuan teknologi dan perubahan gaya hidup modern. Upaya pelestarian sangat penting agar warisan ini tidak punah dan tetap dikenal oleh generasi mendatang. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan simulasi permainan gasing tradisional dengan memanfaatkan teknologi Virtual Reality (VR) sebagai media edukasi dan pelestarian budaya. Aplikasi ini dirancang agar pengguna dapat merasakan pengalaman bermain gasing secara virtual dengan menghadirkan mekanika permainan yang realistis serta visualisasi lingkungan tradisional yang mendukung. Proses pengembangan meliputi penerapan simulasi fisika yang akurat untuk pergerakan gasing, perancangan interaksi pengguna yang intuitif melalui pengendali VR, serta antarmuka yang terintegrasi dengan konten edukasi budaya. Melalui aplikasi ini, pengguna dapat mempelajari cara bermain, sejarah, dan nilai-nilai filosofis yang terkandung dalam permainan gasing. Hasil uji coba pengguna menunjukkan bahwa aplikasi ini tidak hanya memberikan pengalaman yang menyenangkan dan imersif, tetapi juga secara signifikan meningkatkan pemahaman dan minat terhadap permainan gasing tradisional. Dengan demikian, penelitian ini membuktikan bahwa media digital seperti VR efektif dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pelestarian warisan budaya takbenda. Kata Kunci— Virtual Reality, pelestarian budaya, permainan tradisional, gasing, simulasi.
References
D. Daniswari, "Permainan Tradisional Gasing: Sejarah,
Cara Memainkan, dan Bentuk," Kompas.com, 25 Juli
[Online]. Available:
https://regional.kompas.com/read/2022/07/25/14420057
/permainan-tradisional-gasing-sejarah-caramemainkan-dan-bentuk?page=all.
R. E. Lumbanrau, "Permainan Gasing: Tergerusnya
putaran permainan 'kampungan' - Filosofi 'keseimbangan
hidup' yang terlupakan dan kehilangan fungsi," BBC
News Indonesia, 18 April 2021. [Online]. Available:
https://www.bbc.com/indonesia/dunia-58814171.
Elmedin S, Selma R, Carlo H, Dusanka B, "VR Video
Storytelling for Intangible Cultural Heritage
Preservation", di “Eurographics Workshop on Graphics
and Cultural Heritage”, 2018.
Administrator, “Buah Kayu yang Terus Berputar,”
Indonesia.go.id, 12 September 2017. [Online].
Available:
https://indonesia.go.id/kategori/keanekaragamanhayati/1303/buah-kayu-yang-terus-berputar.
T. Saprima, Etriadi, & Nasrullah, “Permainan Gasing di
Sambas,” Jurnal Sambas, vol. 3, no. 1, pp. 13-27, 2020.
UNESCO, “Convention for the Safeguarding of the
Intangible Cultural Heritage,” Paris: UNESCO, 2003.
Hampus Liljekvist, “Detecting Synchronisation
Problems in Networked Lockstep Games,” Tesis Master,
Blekinge Institute of Technology, 2016.
R. Cross, “The Rise and Fall of Spinning Tops,”
American Journal of Physics, vol. 81, no. 4, pp. 280–289,
C. M. Braams, “On the Influence of Friction on the
Motion of a Top,” Physica, vol. 18, no. 7–8, pp. 503–
, 1952.
Unity Technologies, "Execution order of event
functions," Unity Manual. [Online].Available:



