Dekonstruksi Teh Talua Menjadi Pudding
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inovasi produk berbasis kearifan lokal melalui penerapan teknik dekonstruksi pada minuman tradisional khas Minangkabau, yaitu Teh Talua. Proses dekonstruksi dilakukan untuk mengubah Teh Talua menjadi produk dessert pudding baru tanpa menghilangkan cita rasa dan identitas budayanya. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan eksperimental. Produk hasil dekonstruksi diuji melalui uji organoleptik yang melibatkan 30 responden dengan indikator penilaian meliputi rasa, warna, aroma, tekstur, dan tampilan. Data dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan disajikan dalam bentuk diagram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pudding Dekonstruksi Teh Talua memperoleh tanggapan positif dari mayoritas responden. Sebanyak 66,7% responden menilai rasa produk sangat enak, 56,7% menilai teksturnya sangat lembut, 53,3% menilai warna produk sangat menggugah selera, dan 70% menilai tampilannya sangat menarik. Itu membuktikan bahwa teknik dekonstruksi yang efektif dapat menambah nilai daya tarik penampilan dan sensori tanpa mengubah rasa asli. Oleh karena itu, penelitian ini menyimpulkan bahwa inovasi dekonstruksi dapat menjadi salah satu strategi pengembangan kuliner tradisional yang cocok dengan produk gastronomi modern dan dapat memberikan keberlangsungan pada budaya dan perkembangan industri kreatif lokal.
Kata Kunci: Dekonstruksi, Teh Talua, Inovasi Kuliner, Pudding, Gastronomi
Referensi
Winarno, F. G., & Ekawatiningsih. (2008). Pengolahan Makanan Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Sumarni, Rr. Nur. (2018). Strategi Inovasi Produk Pangan Tradisional dalam Upaya Pelestarian Budaya Kuliner Lokal. Jurnal Tata Boga, Universitas Negeri Surabaya.
Aprillia, C., Maysaroh, S., Putri, A. A., & Wijianto, W. (2024). Inovasi Kuliner Lokal: Tiwul Instan untuk Melestarikan Makanan Tradisional. Jurnal Difusi Ipteks Legowo.
Novra, E., & Ariani, S. (2020). Teh Talua, Daya Tarik Wisata Sumatera Barat. Menara Ilmu: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah.
Fadhillah Ayu. (2020). Teh Talua, Minuman Tradisional Minangkabau yang Mendunia. Jurnal Kuliner Nusantara, 3(1), 45-52.
Sari, R. F., & Prabowo, H. (2021). "Cultural Heritage and Its Impact on Modern Consumer Preferences: A Study of Traditional Beverages in Indonesia." Journal of Culinary and Food Studies, 5(2), 45-58.
Yenrina, R., Permata, D. A., Rasjmida, D., & Tayandi, R. (2016). In Vitro Protein Digestibility and Physical Properties of Instant Teh Talua Dried by Spray Dryer. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, 27(2), 193–200.
Ekawatiningsih. (2008). Pengaruh Penambahan Jenis Cairan terhadap Mutu Puding. Media Gizi dan Kuliner, 3(1).
Migoya, F. J. (2012). The Elements of Dessert. Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.
Adrià, F. (2011). The Family Meal: Home Cooking with Ferran Adrià. Phaidon Press.
Gisslen, W. (2016). Professional Baking (7th ed.). Hoboken, NJ: John Wiley & Sons.
Ekawatiningsih. (2008). Pengaruh Penambahan Jenis Cairan terhadap Mutu Puding. Media Gizi dan Kuliner, 3(1).
Gisslen, Wayne. Professional Baking (6th ed.). John Wiley & Sons, 2011.
Winarno, F.G. (2004). Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Fadhillah Ayu. (2020). Teh Talua, Minuman Tradisional Minangkabau yang Mendunia. Jurnal Kuliner Nusantara, 3(1), 45-52.
Adrià, F. (2011). The Family Meal: Home Cooking with Ferran Adrià. Phaidon Press.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kombinasi (Mix Methods). Bandung: Alfabeta.



