PERANCANGAN ULANG KANTOR PT. SO GOOD FOOD DENGAN PENDEKATAN AKTIVITAS

Authors

  • Diva Marshanda Yusrianta Telkom University
  • Mohd. Ridho Kurniawan Telkom University
  • Widyanesti Liritantri Telkom University

Abstract

Peningkatan jumlah karyawan pada kantor PT. So Good Food dalam
beberapa tahun terakhir berdampak langsung pada meningkatnya kebutuhan akan
ruang kerja yang lebih efisien, nyaman, dan mampu mengakomodasi aktivitas kerja
secara optimal. Kondisi eksisting kantor menunjukkana adanya permasalahan
berupaa kepadatan ruang yang tinggi (overcrowded), organisasi ruang yang kurang
efektif, serta belum diterapkannya prinsip ergonomic dan fleksibiltas ruang secara
maksimal. Permasalahan tersebut berpengaruh terhadap menurunnya tingkat
kenyamanan, fokus, serta efektivitas kerja karyawan dalam menjalankan aktivitas
sehari-hari. Oleh karena itu, perancangan ini bertujuan untuk merancang ulang
interior kantor PT. So Good Food dengan menerapkan pendekatan aktivitas sebagai
dasar perencanaan ruang, sehingga desain yang dihasilkan dapat menyesuaikan
dengan kebutuhan dan pola kerja pengguna. Metode perancangan dilakukan melalui
tahapan pengumpulan data, analisis aktivitas pengguna, analisis kebutuhan ruang,
serta evaluasi kondisi fisik eksisting. Hasil analisis tersebut kemudian diterjemahkan
ke dalam konsep perancangan yang meliputi organisasi ruang, zoning, sirkulasi, dan
tata letak interior. Melalui perancangan ini diharapkan tercipta lingkungan kerja yang
lebih ergonomis, fleksibel, efisien, serta mampu meningkatkan kenyamanan,
produktivitas, dan kualitas kerja karyawan.

Kata kunci: Kantor PT. So Good Food, Pendekatan Aktivitas, Kepadatan Ruang Kerja, Organisasi Ruang.

References

Ching, F. D. K. (2008). Arsitektur: Bentuk, ruang, dan tatanan (Edisi ke-3).

Erlangga.

Dul, J., & Ceylan, C. (2014). The impact of a creativity-supporting work

environment on a firm’s product innovation performance.

Journal of Product Innovation Management, 31(6), 1254–1267.

https://doi.org/10.1111/jpim.12149

European Journal of Public Health. (2023). Work environment satisfaction in

private sector employees. European Journal of Public Health,

(1), 45–52.

Gibson, J. L., Ivancevich, J. M., Donnelly, J. H., & Konopaske, R. (2012).

Organizations: Behavior, structure, processes (14th ed.).

McGraw-Hill.

International Organization for Standardization. (2010). ISO 9241-210:

Ergonomics of human-system interaction. ISO.

Kurniawan, M. R., & Sari, D. (2022). Pengaruh lingkungan fisik kantor terhadap

semangat dan kreativitas kerja. Jurnal Psikologi Industri, 4(1),

–78.

Mulyani, S., & Rulandari, N. (2021). Sistem manajemen dan budaya kerja pada

kantor swasta. Jurnal Administrasi Bisnis, 9(2), 89–101.

Nurwibowo. (2016). Lingkungan kerja dan produktivitas karyawan. Jurnal

Sumber Daya Manusia, 3(1), 25–34.

Oldham, G. R., & Brass, D. J. (1979). Employee reactions to an open-plan

office: A naturally occurring quasi-experiment. Administrative

Science Quarterly, 24(2), 267–284.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2016

tentang Standar keselamatan dan kesehatan kerja

perkantoran. (2016). Kementerian Kesehatan Republik

Indonesia.

Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik

Indonesia Nomor 14 Tahun 2017 tentang Persyaratan

kemudahan bangunan gedung. (2017). Kementerian Pekerjaan

Umum dan Perumahan Rakyat.

PT. So Good Food. (2025). Profil perusahaan.

Stokols, D. (1972). On the distinction between density and crowdng: Some

imlications for future research. Psychological Review, 79(3),

-277.

Gifford, R. (2007). Environmental Psychology: Principles and Practice. 4th

Edition. Optimal Books.

Published

2026-06-30

Issue

Section

Prodi S1 Desain Interior