PERANCANGAN ULANG KANTOR PT. SO GOOD FOOD DENGAN PENDEKATAN AKTIVITAS
Abstrak
Rumah Sakit Ibu dan Anak ialah badan yang menyediakan fasilitas kesehatan
yang mempunyai peran penting demi meningkatkan kualitas dan kesejahteraan bagi
masyarakan, terutama bagi ibu dan anak. Rumah sakit yang menjadi pelayaanan
kesehatan perlu mengutamakan kebutuhan masyarakat sebagai pasiennya sebab
kesejahteraan tingkat kesehatan masyarakan menjadi peran penting dalam kemajuan
negara. Rumah sakit khususnya rumah sakit ibu dan anak mengutamakan kebutuhan dan
kualitas dari layanan yang disediakan untuk pasiennya. Namun demikian, penyediaan
pelayanan yang baik tidaklah cukup, aspek fisik suatu interior ruang rumah sakit juga perlu
diperhatikan. Metode yang akan digunakan dalam perancangan ini adalah dengan
pengumpulan data melalui survey lapangan secara langsung, wawancara dengan
pengguna, studi banding, dan dilakukannya studi literatur dari jurnal, buku, ataupun
artikel yang ada di internet. Tujuan dari perancangan ini demi menciptakan penerapan
interior ruangan yang tepat sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan
agar dapat memenuhi kepuasan pasien dalam masa penyembuhan atau pemulihan. Oleh
karena itu, dilakukan perancangan ulang interior Rumah Sakit Ibu dan Anak Al-Islam.
Kata kunci: Interior redesign, Rumah Sakit, ibu dan anak, healing environment.
Referensi
Ching, F. D. K. (2008). Arsitektur: Bentuk, ruang, dan tatanan (Edisi ke-3).
Erlangga.
Dul, J., & Ceylan, C. (2014). The impact of a creativity-supporting work
environment on a firm’s product innovation performance.
Journal of Product Innovation Management, 31(6), 1254–1267.
https://doi.org/10.1111/jpim.12149
European Journal of Public Health. (2023). Work environment satisfaction in
private sector employees. European Journal of Public Health,
(1), 45–52.
Gibson, J. L., Ivancevich, J. M., Donnelly, J. H., & Konopaske, R. (2012).
Organizations: Behavior, structure, processes (14th ed.).
McGraw-Hill.
International Organization for Standardization. (2010). ISO 9241-210:
Ergonomics of human-system interaction. ISO.
Kurniawan, M. R., & Sari, D. (2022). Pengaruh lingkungan fisik kantor terhadap
semangat dan kreativitas kerja. Jurnal Psikologi Industri, 4(1),
–78.
Mulyani, S., & Rulandari, N. (2021). Sistem manajemen dan budaya kerja pada
kantor swasta. Jurnal Administrasi Bisnis, 9(2), 89–101.
Nurwibowo. (2016). Lingkungan kerja dan produktivitas karyawan. Jurnal
Sumber Daya Manusia, 3(1), 25–34.
Oldham, G. R., & Brass, D. J. (1979). Employee reactions to an open-plan
office: A naturally occurring quasi-experiment. Administrative
Science Quarterly, 24(2), 267–284.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2016
tentang Standar keselamatan dan kesehatan kerja
perkantoran. (2016). Kementerian Kesehatan Republik
Indonesia.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik
Indonesia Nomor 14 Tahun 2017 tentang Persyaratan
kemudahan bangunan gedung. (2017). Kementerian Pekerjaan
Umum dan Perumahan Rakyat.
PT. So Good Food. (2025). Profil perusahaan.
Stokols, D. (1972). On the distinction between density and crowdng: Some
imlications for future research. Psychological Review, 79(3),
-277.
Gifford, R. (2007). Environmental Psychology: Principles and Practice. 4th
Edition. Optimal Books.



