PERANCANGAN ANIMATIC STORYBOARD UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN ORANG TUA TERHADAP GEJALA KECEMASAN BERLEBIH PADA ANAK REMAJA
Abstract
Faktor Kecemasan berlebih pada Anak Remaja merupakan salah satu permasalahan kesehatan mental yang semakin umum terjadi, namun sering kali tidak dikenali secara tepat oleh orang tua. Minimnya pemahaman terhadap gejala awal dan dampak psikologisnya dapat memperburuk kondisi remaja dan menghambat proses pemulihan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang Animatic Storyboard sebagai media edukatif yang mampu menjembatani kesenjangan informasi antara remaja dan orang tua mengenai isu kecemasan berlebih. Metode yang digunakan dalam perancangan ini adalah pendekatan desain komunikatif dengan tahapan observasi, wawancara dengan pakar (psikolog), dan visualisasi dalam bentuk storyboard animatik. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah animatic storyboard berdurasi singkat yang menggambarkan situasi umum remaja dengan kecemasan berlebih serta cara orang tua merespons secara empatik dan tepat. Media ini diharapkan dapat menjadi alat bantu yang efektif untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman orang tua, serta mendorong terciptanya lingkungan rumah yang lebih mendukung bagi kesehatan mental remaja.
Kata Kunci : Pembelajaran, Anak Remaja, Gangguan psikologis, Media Edukatif, Animatic Storyboard.
References
Downey, C., & Crummy, A. (2021). The impact of childhood trauma on children's wellbeing and adult behavior. European Journal of Trauma & Dissociation.
Harl, D., & Rousseau, B. R. P. (2013). Storyboarding essentials.
Hart, J. (2008). The art of the storyboard a filmmaker’s introduction second edition.
Hart, J. (2008). The art of the storyboard: A filmmaker’s introduction (2nd ed. ). Focal Press / Taylor & Francis.
Hasbiya, A. (2019). Pengaruh impulsivitas, self-esteem, dan religiusitas terhadap perilaku sexting.
Hasmiza, H., & Humaidi, M. N. (2023). Efektivitas youtube sebagai media informasi. (Nurhayati & Setyani, 2021). Trauma Masa Anak dan Dampaknya terhadap Perilaku Agresi. Psikobuletin: Buletin Ilmiah Psikologi.
Indonesia, C. (2016, 20 Januari). Bentuk perubahan perilaku pada anak akibat trauma. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160120084534-255-105468/mengenal-reaksitrauma-pada-anak
Kolaitis, G. (2017). Trauma and post-traumatic stress disorder in children and adolescents. European Journal of Psychotraumatology.
Mawardi, D., & Hilva, R. (2018). Hubungan antara perilaku impulsif dengan kecenderungan nomophobia pada remaja. Skripsi, Fakultas Psikologi dan Kesehatan,.
Medicine, N. L. O. (2018). The impacts of childhood trauma on psychosocial features in adults. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC6258995/
Paez, S., & Jew, A. (2013). Professional storyboarding: Rules of thumb. London: Taylor & Francis / Routledge.
Pertiwi, A. D., & Lestari, T. (2025). Dampak terhadap perkembangan psikososial anak yang pernah mengalami kekerasan dalam keluarga. Jurnal Pendidikan Tambusai.
Selby, & rew. (2013). Art of animation. London: Laurence King Publishing.
Setiawan, A. P., & Ulhaq, M. M. Z. (2018). Animasi komputer: Pengertian dan kategorinya dalam media pembelajaran.
Siregar, G. T. P., & Sihombing, I. C. (2020). Pengaruh kekerasan terhadap kesehatan psikologis anak. Jurnal Kajian Hukum dan Kebijakan Publik.
Sulhan, N. A. A., Ar, iah, N. H., & Rahmadi, M. S. (2024). Periodisasi perkembangan anak pada masa remaja: Tinjauan psikologi. Behavior: Jurnal Pendidikan Bimbingan Konseling dan Psikologi, 1(1), 9–36.
Torta, S., & Minuty, V. (2017). Storyboarding: Turning script into motion. Mercury Learning & Information.
TV, K. (2024, 9 September). Trauma "bullying" di masa kecil dapat berakibat gangguan mental saat dewasa. https://lifestyle.kompas.com/read/2024/09/09/153500020/trauma-bullying-di-masa-kecildapat-berakibat-gangguan-mental-saat-dewasa
Van der Kolk, B. A. (1987). Psychological trauma. Washington: American Psychiatric Press.
Van der Kolk, B. A. (2014). The body keeps the score: Brain, mind, and body in the healing of trauma. New York: Viking Press.



