PERANCANGAN SOFA MODULAR 2 SEATER UNTUK PERKANTORAN (PT. Halona Mobel Indonesia – Office Kultur)

Penulis

Abstrak

Abstrak : Kantor berfungsi sebagai pusat aktivitas administrasi yang mengintegrasikan manusia, teknologi, dan prosedur untuk pengelolaan data. Dalam konteks ini, desain furnitur, termasuk sofa, menjadi penting untuk mendukung fungsi dan estetika ruang kerja. Sofa modular, yang dirancang untuk fleksibilitas, menawarkan solusi optimal bagi keterbatasan ruang di kantor. Penelitian ini fokus pada pengembangan sofa modular perkantoran dengan menggunakan metode kualitatif dan teknik SCAMPER untuk eksplorasi desain inovatif. Proses perancangan meliputi analisis desain, pembuatan prototipe, evaluasi, dan revisi. Hasil validasi menunjukkan bahwa fitur modular seperti kemampuan membongkar-pasang dan tempat penyimpanan dengan hidrolik sangat dihargai oleh pengguna. Meskipun terdapat penilaian beragam terhadap estetika dan material produk, kenyamanan untuk penggunaan jangka panjang dinilai memuaskan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun produk masih memerlukan perbaikan, potensi sofa modular dalam meningkatkan efisiensi ruang kantor sangat signifikan, sehingga mendapat rekomendasi positif untuk pengembangan lebih lanjut.

Kata kunci: furniture, perkantoran, sofa modular, SCAMPER.

Referensi

Bogdan, Robert C. & Sari Knopp Biklen, Qualitatif Research for Education: An Introduction to Theory and Methods, Boston: Allyn and Bacon, Inc.(1982)

Ida Nuraida. (2008) Manajemen Administrasi Perkantoran. Kanisius: Yogyakarta.

Puspitasari, R., & Wahmuda, F. (2022). Konsep Desain Partisi Dengan Sistem Modular Untuk Hunian Dengan lahan Terbatas di Surabaya. Prosiding Seminar Nasional Sains Dan Teknologi Terapan. http://ejurnal.itats.ac.id/snekpan/article/view/188/99

Unduhan

Diterbitkan

2025-04-01

Terbitan

Bagian

Prodi S1 Desain Produk