PERANCANGAN ENVIRONMENT ART PADA VIDEO GAME “LASTING WOUNDS” SEBAGAI UPAYA MITIGASI DAMPAK KEKERASAN FISIK PADA ANAK
Abstrak
Kekerasan Įsik terhadap anak merupakan permasalahan sosial serius yang masih terjadi di Indonesia dan berdampak signiįkan terhadap perkembangan mental, emosional, dan sosial korban. Penelitian ini berfokus pada perancangan environment art dalam video game “lasting Wounds” sebagai media interaktif untuk memitigasi dampak kekerasan anak melalui representasi visual yang emosional dan simbolis. Proses perancangan diawali dengan observasi lapangan di Kecamatan Antapani, Bandung, sebagai wilayah dengan kasus kekerasan anak tertinggi, disertai wawancara mendalam dengan psikolog anak, aktivis perlindungan anak, environment artist, serta analisis karya sejenis seperti little Nightmares, DARQ, dan The Cat Lady. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan elemen visual seperti ruang sempit, pencahayaan redup, warna gelap, dan objek simbolik mampu membangun atmosfer yang mencerminkan tekanan psikologis dan trauma korban. Pendekatan ini menyampaikan pesan sosial secara implisit tanpa menampilkan kekerasan secara eksplisit, sehingga tetap etis dan efektif dalam membangkitkan empati. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa environment art dapat menjadi sarana edukasi yang kuat, mendorong kesadaran publik, dan memberikan pengalaman imersif yang relevan bagi audiens dewasa muda, khususnya di era digital yang sarat konsumsi media interaktif. Kata Kunci: kekerasan anak, Environment Art, Game, multimedia, Trauma Psikologis
Referensi
ArneƩ, J. J. (2023). Emerging adulthood: The winding road from the late teens through the twenƟes (3rd ed.). Oxford University Press.
Berk, L. E. (2012). Development Through the Lifespan (6th ed.). Boston: Pearson EducaƟon.
Cantrell, B., & Yates, N. (2012). Modeling the Environment: Techniques and Tools for the 3D IllustraƟon of Dynamic Landscapes (1st ed.). New York: Wiley.
Creswell, J. W. (2014). Research design: QualitaƟve, quanƟtaƟve, and mixed methods approaches (4th ed.). California: SAGE PublicaƟons.
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Bandung. (2023). Laporan Tahunan Perlindungan Anak Kota Bandung 2023. hƩps://opendata.bandung.go.id
Feil, J., & ScaƩergood, M. 2005. Beginning game level design. Boston, MA: Thomson Course Technology.
Fullerton, T. (2018). Game design workshop: A playcentric approach to creaƟng innovaƟve games (4th ed.). CRC Press.
Gurney, J. (2010). Color and light: A guide for the realist painter. Kansas City, MO: Andrews McMeel Publishing.
Hurlock, E. B. (2002). Psikologi Perkembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (Edisi Kelima). Jakarta: Erlangga.
Isbister, K. (2016). How games move us: EmoƟon by design. Cambridge: MIT Press.
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA). (2023).
Data Kekerasan terhadap Anak 2023. hƩps://www.kemenpppa.go.id
Kompas.com. (2024). Kondisi Pemukiman di Antapani Bandung. Diakses dari hƩps://properƟ.kompas.com/
Lauer, D. A., & Pentak, S. (2012). Design Basics (8th ed.). Boston: Wadsworth Publishing.
Laurel, B. (2003). Computers as theatre. Reading, MA: Addison-Wesley.
McCloud, S. (1993). Understanding Comics: The Invisible Art. New York: HarperCollins.
McMahan, A. (2003). Immersion, engagement, and presence: A method for analyzing 3-D video games. Dalam M. J. P. Wolf & B. Perron (Ed.), The video game theory reader. New York: Routledge.
Mollica, P. (2018). Special subjects: Basic color theory: An introducƟon to color for beginning arƟsts. Walter Foster Publishing.
Nitsche, M. (2008). Video game spaces: Image, play, and structure in 3D game worlds. Cambridge, MA: MIT Press.
Novak, J. (2011). Game development essenƟals: An introducƟon (3rd ed.). Cengage Learning.
Sontag, S. (2003). Regarding the Pain of Others. New York: Picador.
Straus, M. A., & Gelles, R. J. (1990). Physical Violence in American Families. New Brunswick: TransacƟon Publishers.
Sudaryat, Y. (2009). TipograĮ dalam desain komunikasi visual. Yrama Widya.



