PENDEKATAN USER ACTIVITY DALAM PENGEMBANGAN INTERIOR BANDUNG CREATIVE HUB : Menjawab Kebutuhan Komunitas Creative
Abstract
Pusat kreatif dapat mendukung pengembangan industri kreatif antara generasi
muda dan para pelaku industri kreatif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
termasuk studi literatur, survei lapangan, dan wawancara dengan pelaku di industri
kreatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa desain kreatif pusat harus memprioritaskan
konsep koneksi, kerja sama, dan produktivitas untuk menciptakan ruang yang fleksibel
dan menginspirasi. Dengan penerapan prinsip-prinsip berdasarkan aktivitas pengguna
ruang, bangunan ini akan memaksimalkan potensi situs dan menciptakan lingkungan
pendukung yang memiliki konektivitas, kolaborasi, dan produktivitas tinggi. Penelitian ini
juga menyoroti pentingnya integrasi teknologi, pencahayaan alami, dan tata ruang adaptif
untuk menunjang keberagaman aktivitas kreatif. Selain itu, keberadaan fasilitas yang
inklusif di pusat kreatif diharapkan mampu mendorong pertukaran ide, kolaborasi lintas
bidang, serta memperluas jejaring komunitas. Kesimpulan dari penelitian ini
mengonfirmasi bahwa pusat kreatif dapat berkontribusi positif terhadap pengembangan
ekonomi kreatif sekaligus meningkatkan kualitas hidup dan keterlibatan sosial
masyarakat. Pemanfaatan Kembali bangunan dengan pengembangan user activity agar
dapat menghidupkan Kembali fungsi social dan budaya pada Bandung Creative Hub
dengan berbagai komunitas dan aktivitas seni
Kata Kunci : Creative Hub, Generasi muda, Pelaku industri kreatif, UMKM, User Activity.
References
Blankenheim. (n.d.). Sepatu kulit UMKM Bandung di pasar internasional.
Ching, F. D. K. (n.d.). Ilustrasi desain interior.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung. (2017). Laporan pengembangan
Bandung Creative Hub.
Dulgeroglu. (1977). Pengguna sebagai elemen penting dalam desain interior.
Google Forms. (2025). Hasil kuesioner pengguna Bandung Creative Hub.
Higgins, I. (n.d.). Spatial strategies for interior design.
Ichwanto, G. A., Akhmadi, & Anwar, H. (2024).
Redesain Gedung Kesenian Rumentang Siang Bandung dengan Pendekatan
Adaptive Reuse.
e-Proceeding of Art & Design, 11(5), 7107–7117.
Mediawan, & Harmunisa. (2024). Peran Creative Hub dalam industri kreatif.
MCC. (n.d.). Fasilitas Malang Creative Center. https://mcc.or.id/facility
Mihicha Apparel. (n.d.). Brand sportwear lokal dari Bandung.
MYNADA. (2020). Profil UMKM fashion Bandung.
Naibaho, T. I., & Hanafiah, U. I. M. (2017). Analisa Sirkulasi Ruang Gerak
Pengguna Pada Area Baca Di Perpustakaan Universitas Swasta, Studi
Kasus: Perpustakaan Learning Center, Telkom University dan Perpustakaan Universitas Parahyangan. Idealog: Ide Dan Dialog Desain
Indonesia, 1(3), 283–296. https://doi.org/10.25124/idealog.v1i3.979
Norman, D. A. (2015). The design of everyday things. Basic Books.
Nurdiani, A., & Azizah, S. (2023). Konsep dan perkembangan Creative Hub di
Indonesia.
Oldenburg, R. (1989). The great good place: Cafes, coffee shops, bookstores, bars,
hair salons and other hangouts at the heart of a community. Marlowe & Company.
Pemerintah Kota Bandung. (n.d.). Data 17 subsektor industri kreatif.
Pemerintah Kota Malang. (2023). Malang Creative Center sebagai ekosistem
kreatif.
Rajabi, A., & Shrifian, M. (2022). Understanding human activity in public space.
Journal of Urban Design, 115–117.
Tanamas, S., & Santoso, H. (2020). Fasilitas dalam Creative Hub dan kolaborasi
komunitas kreatif.
UPT BCH. (2025). Wawancara terkait pengembangan interior BCH.
Viva Monica, & Hanafiah, U. I. M. (2025). Pendekatan user activity dalam
pengembangan interior Bandung Creative Hub. Telkom University.
Bandung Creative Hub Staff. (n.d.). Denah zonasi dan fasilitas Bandung Creative
Hub.



