PERANCANGAN ULANG BOARDING LOUNGE DOMESTIK BANDARA INTERNASIONAL JAWA BARAT DENGAN PENDEKATAN LOKALITAS
Abstract
Boarding lounge domestik di Bandara Internasional Jawa Barat berpotensi
untuk meningkatkan pengalaman pengguna melalui pendekatan desain yang
mencerminkan lokalitas Jawa Barat. Namun, pada kondisi eksistingnya masih
menunjukkan minimnya identitas lokal, kurangnya fasilitas penunjang serta sistem
penunjuk arah yang belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang
boarding lounge domestik dengan pendekatan lokalitas melalui penerapan filosofi
sunda ''Someah Hade Ka Semah“ dan elemen budaya sunda, seperti motif batik mega
mendung, seni tari merak, dan arsitektur tradisional Sunda serta meningkatkan
kenyamanan dan fungsionalitas ruang sesuai standar pelayanan penumpang. Metode
penelitian melibatkan wawancara, observasi lapangan, dokumentasi, dan studi literatur
serta kuesioner untuk mengidentifikasi permasalahan eksisting serta kebutuhan desain.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi budaya lokal dalam desain boarding
lounge dapat menciptakan pengalaman berkesan bagi pengguna sekaligus memperkuat
daya tarik BIJB sebagai gerbang utama transportasi udara di Jawa Barat. Desain boarding
lounge yang estetis, fungsional, dan berakar pada budaya lokal menjadi strategi penting
dalam meningkatkan daya tarik Bandara Internasional Jawa Barat dan menciptakan
pengalaman ruang yang lebih berkesan bagi pengguna.
Kata Kunci: Boarding lounge domestik, bandara internasional, lokalitas, budaya sunda,
desain interior
References
Genggona, P. N., & Nieamah, K. F. (2024). Penerapan kearifan lokal di Bandar
Udara Internasional Sam Ratulangi di Manado. Jurnal Manajemen Bisnis
Digital Terkini, 1(4), 28–42. https://doi.org/10.61132/jumbidter.v1i4.342
Goldra, G., & Prayogi, L. (2021, Maret). Konsep arsitektur neo vernakular pada
Bandar Udara Soekarno Hatta dan Bandar Udara Juanda. Jurnal LINEARS,
(1), 36–42.
Hidayat, D., & Hafiar, H. (2019). Nilai-nilai budaya somÈah pada perilaku
komunikasi masyarakat Suku Sunda. Jurnal Kajian Komunikasi, 7(1), 84–96.
Njatrijani, R. (2018, September). Kearifan lokal dalam perspektif budaya kota
Semarang. Gema Keadilan, 5(1), 16–31
Permatasari, R. C., & Nugraha, N. E. N. (2020). Peranan elemen desain interior
dalam membentuk atmosfer ruang tunggu CIP Lounge Bandara. Dewa Ruci:
Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Seni, 15(2), 59–70.
Pradana, F. I. (2021, Juni). Local wisdom in Yogyakarta International Airport.
IJCAS: International Journal Creative of Art Studies, 8(1), 71–88.
Pranoto, Y. Z., Bangsa, P. G., & Christianna, A. (2020). Pore Pack Heritage Batik
Motif. Jurnal DKV Adiwarna, 1(1), 1–10.
Purnomo, A. D., Amelia, K. P., & Dirayati, S. (2020). Penerapan elemen estetik
sebagai identitas budaya lokal pada elemen interior terminal penumpang
BIJB Kertajati. Waca Cipta Ruang: Jurnal Ilmiah Desain Interior, 6(1), 19–24.
Setiawan, A., Handayani, S., & Fitriani. (2021). Identification of philosophical
architecture transformation form of passenger terminal building of
Kertajati Airport: Comparison of visual features of Merak bird (peafowl)
and Merak dance. Journal of Development and Integrated Engineering.
Sutanto, A. (2020). Tulisan ku adalah gambar ku: Catatan pinggir arsitektur 30
hari. Jakarta: Universitas Tarumanagara.
Yuliwati. (2024, Maret). Deskripsi desain Bali modern pada Bandara I Gusti
Ngurah Rai Bali. DESA: Jurnal Desain dan Arsitektur, 5(1), 7–11.
Yurika, R. E., & Nugroho, A. R. B. P. (2022). Implementasi nilai-nilai kebudayaan
dalam praktik bimbingan dan konseling di Indonesia [Implementation of
cultural values in guidance and counseling practices in Indonesia]. Journal
of Contemporary Islamic Counselling, 2(1), 23–40.



