PERANCANGAN ULANG HOTEL BINTANG 3 METLAND HOTEL BEKASI DENGAN PENDEKATAN BRAND IDENTITY
Abstract
Bekasi merupakan kawasan tingkat industri yang tinggi sekitar 65 persen
dan jumlah kunjungan wisatawan meningkat 127 persen yang menjadi potensi bagi
hotel. Metland Hotel Bekasi merupakan hasil perubahan citra merek dari @HOM
Hotel Tambun yang bertransformasi dari kategori hotel berbintang dua menjadi
hotel berbintang tiga yang merupakan hotel bisnis. Metland Hotel Bekasi belum
diikuti dengan pembaharuan desain yang mencerminkan identitas merek hotel.
Melalui metode observasi, wawancara, dan pembagian kuesioner, permasalahan
utama pada hotel, yaitu kurangnya penerapan elemen identitas merek di dalam
aspek interior, ketidaksesuaian standar untuk hotel bintang tiga, dan kurangnya
fasilitas penunjang seperti penanda ruang dan penataan sirkulasi yang efisien.
Perancangan ulang dilakukan dengan pendekatan identitas merek untuk
memperkuat visualisasi dan menciptakan pengalaman yang berkesan bagi tamu.
Tema yang digunakan dalam perancangan adalah “Revalora: Revitalize, Value, Aura”
dan konsep yang digunakan “Framing Identity Through Space” dengan gaya modern
kontemporer yang menekankan tampilan bersih, dinamis, dan profesional.
Implementasi untuk desain pada integrasi nilai-nilai merek, optimalisasi standar
ruang, dan peningkatan aspek pencahayaan, tata akustik, dan sirkulasi ruang.
Kata kunci: Identitas Merek, Visualisasi, Perubahan Citra Merek
References
Badan Standardisasi Nasional (2000) ‘SNI 03-6197-2000 Konservasi energi
pada sistem pencahayaan’, Sni 03-6197-2000, p. 17.
Budiarti, A. (2006) ‘Tinjauan Teori Hotel’, Aplikasi dan Analisis Literatur
Fasilkom UI, pp. 4–25.
Calvin, C. and Sukendro, G.G. (2019) ‘Gaya Hidup dan Kreativitas (Studi
Deskriptif Kualitatif pada Anton Ismael)’, Koneksi, 3(1), p. 170.
Available at: https://doi.org/10.24912/kn.v3i1.6200.
Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kota Bekasi (2022) LKPPI 2022.
Francis D.K. Ching (2007) ‘Arsitektur Bentuk, Ruang, dan Tatanan’,
Sustainability (Switzerland), 3. Available at:
http://scioteca.caf.com/bitstream/handle/123456789/1091/R
ED2017-Eng8ene.pdf?sequence=12&isAllowed=y%0Ahttp://dx.doi.org/10.
/j.regsciurbeco.2008.06.005%0Ahttps://www.researchga
te.net/publication/305320484_SISTEM_PEMBETUNGAN_TERP
USAT_STRATEGI_MELESTARI.
Hasanah, H. (2017) ‘TEKNIK-TEKNIK OBSERVASI (Sebuah Alternatif Metode
Pengumpulan Data Kualitatif Ilmu-ilmu Sosial)’, At-Taqaddum,
(1), p. 21. Available at:
https://doi.org/10.21580/at.v8i1.1163.
Kapferer, J.N. (2009) ‘Identity Prism’, (1), pp. 1–4. Available at:
https://www.academia.edu/10977543/Kapferers_Brand_Iden
tity_Prism_model.
Luzar, L.C. (2011) ‘HASIL DAN PEMBAHASAN Terminologi Warna’, Efek
Wwarna Dalam Dunia Desain Dan Periklanan, 2(9), pp. 1084–
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (2013) ‘Peraturan
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia No.
PM.53/HM/001/MPEK/2013. Standar Usaha Hotel: Kriteria
Mutlak dan Kriteria Tidak Mutlak Standar Usaha Hotel’.
Menteri Pariwisata Republik Indonesia (2017) ‘Peraturan Menteri Pariwisata
Nomor 2 Tahun 2017 tentang pedoman tempat
penyelenggaraan kegiatan (venue) pertemuan, perjalanan
insentif, konvensi dan pameran’, Kementerian Pariwisata dan
Ekonomi kreatif, pp. 1–20.



