PERANCANGAN ULANG HOTEL LINGIAN BINTANG TIGA DI UNIVERSITAS TELKOM BANDUNG DENGAN PENDEKATAN DESAIN HIJAU
Abstract
otel Lingian adalah hotel edukasi di kawasan Universitas Telkom yang
berfungsi sebagai akomodasi tamu serta sarana pembelajaran bagi mahasiswa
perhotelan. Seiring meningkatnya jumlah mahasiswa dan kegiatan universitas,
permintaan akan penginapan yang nyaman, ramah lingkungan, dan sesuai standar
hotel Bintang 3 semakin tinggi. Namun, kondisi eksisting menunjukkan keterbatasan
kamar, pemanfaatan ruang yang kurang optimal, tidak adanya area komunal, serta
permasalahan akustik dan termal yang mengganggu kenyamanan tamu. Selain itu,
hotel belum menerapkan konsep desain hijau yang mendukung visi Universitas
Telkom sebagai kampus ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan merancang ulang
Hotel Lingian dengan pendekatan desain hijau untuk meningkatkan kualitas fasilitas
dan standar hotel. Metode yang digunakan adalah metode campuran kualitatif dan
kuantitatif melalui observasi, wawancara, studi literatur, dan studi banding terhadap
dua hotel referensi. Hasil analisis menunjukkan bahwa perancangan ulang perlu
mencakup efisiensi sirkulasi ruang, optimalisasi pencahayaan dan ventilasi alami,
peningkatan fasilitas publik dan kamar, serta penggunaan material ramah
lingkungan. Dengan implementasi konsep desain hijau dan standar hotel Bintang 3,
Hotel Lingian dapat menjadi akomodasi yang lebih fungsional, nyaman, serta
mendukung keberlanjutan lingkungan dan citra Universitas Telkom sebagai
institusi yang peduli lingkungan.
Kata kunci: hotel lingian, hotel edukasi, universitas telkom, desain hijau, ramah
lingkungan
References
Aditya, D. (2025) Bandung Kota Pelajar Terbaik ke-3 di Indonesia! Ini Daftar
Kampus Unggulan Versi EduRank 2024, galamedia.pikiranrakyat.com. Tersedia pada: https://galamedia.pikiranrakyat.com/news/pr-359064499/bandung-kota-pelajarterbaik-ke-3-di-indonesia-ini-daftar-25-kampus-unggulanversi-edurank-2024?page=all (Diakses: 15 Maret 2025).
Andrianawati, A. dan Yuniati, A.P. (2022) “Integrasi Branding Dalam Interior
Warunk Upnormal,” Waca Cipta Ruang, 8(2), hal. 97–102.
Tersedia pada: https://doi.org/10.34010/wcr.v8i2.6735.
Eka A, M. (2024) Green Campus: Membangun Kampus Berkelanjutan untuk
Masa Depan, greencampus.telkomuniversity.ac.id. Tersedia
pada: https://greencampus.telkomuniversity.ac.id/greencampus-adalah/ (Diakses: 17 Maret 2025).
Elva Olivia et al. (2024) “Analisis Strategi Hotel X Dalam Menangani Keluhan
Tamu Terhadap Fasilitas Dan Pelayanan,” Jurnal Kajian
Pariwisata Dan Perhotelan, 1(3), hal. 68–76. Tersedia pada:
https://doi.org/10.62379/jkph.v1i3.652.
Hapsoro, N.A. dan Bangun, K. (2020) “The Development of Sustainable
Development Seen from an Economic Aspect in Indonesia,”
Lakar: Jurnal Arsitektur, 3(2), hal. 88–96. Tersedia pada:
https://journal.lppmunindra.ac.id/index.php/lakar/article/vie
w/7046/3404.
Indonesia, S.N. (2000) “Sni 03-6386-2000,” Spesifikasi Tingkat bunyi dan
waktu dengung dalam bangunan gedung dan perumahan
(Kriteria desain yang direkomendasikan) [Preprint].
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (2014) “Peraturan
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia
Nomor 6 Tahun 2014,” hal. 1–23. Tersedia pada:



