PERANCANGAN ULANG KANTOR DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU (DPMPTSP) PROVINSI ACEH DENGAN PENDEKATAN MAKRO ERGONOMI

Authors

  • Sajiba Farabi Telkom University
  • Tita Cardiah Telkom University
  • Imtihan Hanom Telkom University

Abstract

Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
(DPMPTSP) Aceh merupakan kantor unsur pelaksana Pemerintah Aceh di tingkat
provinsi. Kantor ini berperan dalam mengelola kegiatan penanaman modal dan
memberikan pelayanan perizinan secara terpadu bagi masyarakat dan dunia usaha.
Berdasarkan hasil observasi, penataan ruang di kantor ini masih belum optimal. Hal
ini terlihat dari alur sirkulasi yang kurang efisien, tata letak ruang yang belum
memperhatikan hubungan antar pengguna, serta tidak adanya fasilitas penunjang
yang dapat meningkatkan kenyamanan, kesehatan, dan kesejahteraan pegawai.
Kondisi tersebut membuat proses kerja menjadi kurang efektif, menghambat
komunikasi, dan dapat menurunkan produktivitas. Untuk mengatasi hal ini, dilakukan
perancangan ulang kantor dengan menggunakan pendekatan makro ergonomi.
Pendekatan ini didukung dengan menggunakan metode Metode-Makro Ergonomi
Analisis dan Desain (MEAD), dimana metode ini memperhatikan penyesuaian sistem
kerja secara menyeluruh, mulai dari pengaturan lingkungan fisik, organisasi, hingga
interaksi antar pengguna ruang. Dengan perancangan ulang ini diharapkan tercipta
tata ruang yang efisien, nyaman, dan memenuhi hak pengguna ruang.
Kata kunci: Kantor, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
(DPMPTSP) Aceh, Perancangan Ulang, Pendekatan Makro Ergonomi

References

-3989-2000, S. (2000). Tata cara perencanaan dan pemasangan

sistem springkler otomatik untuk pencegahan bahaya kebakaran pada

bangunan gedung .

Çİçek, N. G., & GÖKÇAKAN, K. (2016). Characteristics Of Colours ,

Interior Design And Their Psychological And Physiological Effects. (November),

– 430.

Fisher, A., Bell, P.A., & Baum, A., 1984. Environmental Psychology. New

York:

Gifford, R., Steg, L. & Reser, J.P. 2011. Environmental Psychology.

Dalam P.M.

Martin, F.M. Cheung, M.C. Knowles, M. Kyrios, L. Littlefield, J.B.

Overmier, & J.M. Prieto (Eds.) The IAAP Handbook of Applied Psychology (pp.

-470).

Maryam N, N. F. (2018). Tata Letak Ruang Kantor. 01, 6–29.

Nisa, A. N. K., Cardiah, T., & Palupi, F. R. (2024). PERANCANGAN ULANG

INTERIOR KANTOR SEKRETARIAT PENDEKATAN FUNGSIONAL. 11(5), 6622–

Putri, B. S., Hanum, I., & Haristianti, V. (2019). PERANCANGAN COWORKING SPACE DI JAKARTA. 6(2), 2330–2349.

Putri, D. D. G., Prabowo, A. H., & Utami, L. (2019). PENGARUH ELEMENENVIRONMENTAL FEATURES PADA DESAIN BIOPHILIC TERHADAP

KESEHATAN JIWA PENGGUNA BANGUNAN. (September), 103–110.

Serdamayanti. (2011). Tata Ruang Kantor. 01(101), 13–34.

SNI. (2000). Konservasi energi pada sistem pencahayaan. 1–13.

Suhartono, R., Suhendar, E., & Wibisono, D. (2022). Analisis Dan

Desain Meja

Kerja Menggunakan Macroergonomic Analysis and Design Pada PT .

Control Systems Para Nusa. 2, 81–88. https://doi.org/10.52330/jtm.v20i2.39

Trihanodo, D., Haryotedjo, T., & Wiguna, I. P. (2017). Psikologi

Ruangan pada Program Studi Intermedia dalam Mendukung Atmosfer

Akademik.

UNDANG UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 25 TAHUN 2009,

PELAYANAN PUBLIK. (2009).

Yanuar, F., Dyah, R., Sepriana, R., & Azam, M. H. (2013). PENGARUH

DESAIN WARNA RUANG KERJA TERHADAP TINGKAT STRES dan KINERJA

KARYAWAN.

Published

2025-12-19

Issue

Section

Prodi S1 Desain Interior