Optimalisasi Ruang dan Fasilitas Laboratorium Multi Matra SBSN ISI Surakarta Melalui Pendekatan Aktivitas
Abstract
Perancangan ulang Laboratorium Terpadu Multi Matra SBSN ISI Surakarta
bertujuan untuk menciptakan ruang kerja yang lebih efisien, adaptif, dan nyaman, sesuai
dengan kebutuhan aktivitas akademik serta kreatif mahasiswa. Permasalahan yang
ditemukan meliputi tata letak peralatan yang tidak ergonomis, jarak antar ruang kerja
yang terlalu jauh, sirkulasi yang memaksa pengguna memutar, pencahayaan yang kurang
memadai, serta ventilasi dan pengendalian kebisingan yang belum optimal. Kondisi ini
berdampak pada menurunnya efektivitas proses belajar-mengajar, kenyamanan
pengguna, serta kualitas hasil karya. Pendekatan berbasis aktivitas digunakan untuk
menyesuaikan desain ruang dengan pola kerja pengguna, memastikan alur produksi lebih
singkat, dan meminimalkan hambatan sirkulasi. Desain baru menerapkan zoning yang
terstruktur sesuai alur kerja, penempatan peralatan secara strategis, serta penggunaan
material ramah lingkungan. Pemilihan warna yang mendukung fokus dan kreativitas,
pencahayaan adaptif, serta ventilasi alami menjadi bagian integral dari rancangan. Ruang
juga dirancang fleksibel untuk mengakomodasi kegiatan lintas jurusan seperti workshop,
diskusi, dan pameran. Hasil perancangan diharapkan menghadirkan lingkungan belajar
yang fungsional, sehat, dan inspiratif, sekaligus memperkuat peran laboratorium sebagai
pusat pengembangan seni, desain, dan kolaborasi di lingkungan akademik kreatif.
Kata kunci: laboratorium, desain interior, aktivitas, sirkulasi, ISI Surakarta.
References
Fakhirah, D., Hadiansyah, M. N., & Nabila, G. P. (2020). Penerapan pencahayaan
buatan terhadap karya di ruang galeri foto pada perancangan interior pusatfotografi di Bandung. Jurnal Desain Interior, 5(2), 81–92.
https://doi.org/10.12962/j12345678.v5i2.7270
Imtinan, F. S., Handoyo, A. D., & Farida, A. (2021). Perancangan baru interior
coworking space 28 Bandung. Jurnal Desain Interior, 8(4), 1574–1582.
Karso, O. S. (2010). Dasar-dasar desain interior pelayanan umum III (Vol. 8, pp.
–3). ISI Denpasar.
Kemendikbud. (2018). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Nomor
Tahun 2018 tentang Standar Nasional Pendidikan Sekolah Menengah
Kejuruan/Madrasah Aliyah Kejuruan. JDIH Kemdikbud.
Kemendikbud RI. (2020). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2020. Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan RI.
Kliment, S. A. (2013). Building type basics for elementary and secondary schools.
In Journal of Chemical Information and Modeling (Vol. 53, Issue 9).
Kusumawardani, N., Thojib, J., & Martiningrum, I. (2015). Sistem ventilasi alami
sebagai dasar perancangan JFC Center di Kabupaten Jember. Jurnal Mahasiswa
Arsitektur, 03(01).
Lestari, S. I. (2020). Perancangan interior laboratorium studio Fakultas Seni dan
Desain Universitas Potensi Utama. PROPORSI: Jurnal Desain, Multimedia dan
Industri Kreatif, 4(2), 115–126.
Mawardini, T. D., Wahjudi, D., & Adhitama, G. P. (2023). Analisa uses & activities
pada placemaking Gedung Filateli Jakarta. Jurnal Desain Interior, 8(1), 21–32.
https://doi.org/10.12962/j12345678.v8i1.16272
Michaels, K. (2018). Interior designers. In AeroDynamic: Inside the high-stakes
global jetliner ecosystem. https://doi.org/10.2514/5.9781624104039.0269.0294
Murtiyoso, D. O., Rahman, D. M., & Rupa, J. S. (2019). Pemetaan tata ruang
studio seni lukis dan patung sebagai penguatan ekonomi kreatif (The display
mapping painting and sculptures studio for strengthening creative economy).
Prosiding Seminar Nasional, 207–208.



