PERANCANGAN ULANG PLAZA ASIA SUMEDANG DEPARTMENT STORE, FOOD COURT, DAN LOBBY
Abstract
Plaza Asia Sumedang yang berlokasi di Jalan Mayor Abdurahman Kota Sumedang
merupakan pusat perbelanjaan berkonsep mixed-use yang tidak hanya digunakan sebagai
area untuk berbelanja namun terdapat fasilitas hotel Bintang Tiga, Bioskop, serta aula
sebagai fasilitas untuk melaksanakan acara seperti seminar, resepsi pernikahan atau acara
lainnya. Sejalan dengan visi Plaza Asia yaitu menjadi menjadi perusahaan di bidang retail
yang termaju, terdepan dan terbesar di wilayah Priangan Timur, dengan
memperhitungkan minat pengunjung yang semakin tinggi akibat adanya akses dari exit
jalan tol Cisumdawu dan cukup pesatnya perkembangan daya tarik wisata di Kabupaten
Sumedang, mengharuskan untuk memiliki tampilan visual yang lebih menarik sehingga
membuat pengunjung betah hingga tertarik untuk berbelanja dan kembali lagi
dikemudian hari. Salah satu upayanya adalah melakukan perancangan ulang interiornya.
Perancangan ulang Plaza Asia Sumedang dilakukan pada area Asia Fashion di lantai dasar
(Ground Floor), Food court Teras Jajan di lantai 2, dan Lobby GF Utama yang berfokus
untuk menciptakan suasana dan penerapan standar perancangan sebagai solusi untuk
kenyamanan dan pengalaman baru dalam berbelanja serta menambah daya tarik
pengunjung dengan konsep perancangan yang lebih baik mengikuti tren desain retail store
terkini.
Kata Kunci: Asia Fashion, Food court Teras Jajan, Lobby GF Utama, Tren desain interior retail store
References
Grewal, D., Baker, J., Levy, M., Voss G.B. (2003). The effects of wait expectations and
store atmosphere evaluations on patronage intentions in service-intensive
retail stores. Journal of Retailing, 79(2):259±268
Haristianti, V., Raja, M.T.M., Putri C.T., (2021, June 15), Analisis Faktor Kebetahan
Pengunjung Coffee Shop Melalui Penilaian Kinerja Elemen Interior. Studi
Kasus: Kafe dan Coffee Shop di Kawasan LRE Martadinata, Bandung,
Jurnal Arsitektur Zonasi 4 (2), 196-209
Husain dan Ali. (2015). Effect of Store Atmosphere On Consumer Purchase
Intention. International Journal of Marketing Studies, Vol. 7, No.2.
Kotler, P. (1980), Principles of Marketing, Pretince-Hall Inc, Engglewood Cliffs New
Jersey, 267-268.
Lechner, N. (2015). Heating, Cooling, Lighting Sustainable Design Methods for
Architects. John Wiley & Sons
Levy, M. and Weitz, B. (2004). 5th edition. Retailing management. New. York,
McGraw-Hill
Maitland, B. (1987). Shopping Malls: Planning and Design. New York Nichols
Publishing Co.
Marlina, Endy (2008), Panduan Perancangan Bangunan Komersial. Andi Offset,.
Yogyakarta
Neufert, E. (1998). The Handbook of Building Types–Neufert Architect’s
Data. Second English Edition.
Palupi, F.R. (2017), Pencapaian Adaptasi Ide Pada Konsep Bentuk Stool (Studi
Kasus Mata kuliah Mebel I, Idealog: Ide dan Dialog Desain IndonesiaVol.2
No.3.
Panero, J., & Zelnik, M. (1979). Human dimension and interior space: A source
bookof design reference standards. Watson-Guptill.
Salayanti, S., Palupi, F. R., Hanum I., (2015). Structural Analysis of Primordial
Cultural Pattern (Pattern of Three) At Sajian Sunda Sunda Restaurant
Sambara And Nasi Bancakan In Bandung, Bandung Creative Movement
(BCM).
Soedewi, S, Murdowo, D., Wulandari, R., Yuniati, A.P., Gunawan, PH, Aditsania, A.,
Adrin, A,F., dan Prabasworo, B., (2020), Perancangan Signage Lapangan
Gasmin Kota Bandung, Visualita, vol. 9, no. 1, pp. 169–180, Oct. 2020.
Soekresno (2000). Manajemen Food and Beverage Service Hotel. Jakarta: PT.
Gramedia Pustaka Utama.
Widiyanti, C.T., Firmansyah, R. (2018). Spatial Design Analysis Dalam Proses
Perencanaan Dan Perancangan Interior, ,Jurnal Ide dan Dialog Indonesia
Vol.3 No.2.
Yuniati, A.P., (2020) Lintas Ruang: Jurnal Pengetahuan & Perancangan Desain
Interior, Vol.8 No.1.
https://lmsspada.kemdiktisaintek.go.id https://www.hashmicro.com/id/blog/mengenalperbedaan-departemen-store-dan- supermarket/
https://www.mas-software.com/blog/retail-produk-pengertian-klasifikasi



