PENYUTRADARAAN FILM PENDEK TENTANG KESEJAHTERAAN PEKERJA TEH DI CIANJUR
Abstract
Indonesia memiliki sekitar 97.560 hektar perkebunan teh dan merupakan salah satu
produsen teh terbesar di dunia, dengan Jawa Barat menyumbang dua pertiga produksi
nasional. Namun, kondisi tersebut tidak berbanding lurus dengan kesejahteraan pekerja
teh, terutama pemetik dan petani skala kecil. Di Perkebunan Maleber, Cianjur, upah yang
rendah, penyusutan lahan akibat alih fungsi, serta stereotip pekerjaan menyebabkan
minimnya regenerasi tenaga kerja. Hal ini mendorong perlunya media komunikasi yang
mampu menyuarakan realitas tersebut secara efektif dan emosional. Untuk itu, dirancang
sebuah film fiksi dengan pendekatan penyutradaraan formalis yang menggambarkan
kondisi kesejahteraan pekerja teh secara naratif dan visual. Proses perancangan meliputi
pra-produksi, produksi, dan pascaproduksi, yang didahului oleh observasi lapangan dan
wawancara sebagai dasar penyusunan konsep cerita dan gaya penyutradaraan. Teknik
analisis tematik digunakan untuk menyusun struktur naratif yang relevan dengan isu
sosial, sedangkan teori formalisme diterapkan dalam pendekatan penyutradaraan. Hasil
perancangan menunjukkan bahwa film fiksi mampu membangun empati terhadap isu
kesejahteraan, meskipun keterbatasan durasi dan kompleksitas isu menjadi tantangan
tersendiri. Film ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media
edukasi dan informasi.
Kata Kunci : Kesejahteraan, Pekerja teh, Pemetik, Alih fungsi lahan, Film Pendek,
Penyutradaraan
References
Firdaus, F., & Sunarti, E. (2009). Hubungan antara tekanan ekonomi dan
mekanisme koping dengan kesejahteraan keluarga wanita pemetik teh.
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, 2(1), 21-31.
Hakim, C. L. (2018). Politik Pintu Terbuka: Undang-Undang Agraria dan
Perkebunan Teh di Daerah Bandung Selatan 1870-1929. Vidya.
https://play.google.com/books/reader?id=YAZNDwAAQBAJ&pg=GBS.PA3
&hl=id
Hardoyo, A. B. (2013). Desain Vernakuler pada Media Kemasan Teh Seduh.
Visualita, 5(1), 266943.
Junaidi, A. P. (2011). Pengaruh Kompensasi Terhadap Kinerja Pemetik Teh di PT.
Perkebunan Nusantara VIII Ciater Jawa Barat. Jurnal MSDM, Fakultas
Ekonomi Universitas Telkom.
Mubarokah, A., & Hendrakusumah, E. (2022). Pengaruh alih fungsi lahan
perkebunan terhadap ekosistem lingkungan. Jurnal Riset Perencanaan
Wilayah Dan Kota, 1-14.
Prabowo, Rossi, Aziz Nur Bambang, and Sudarno Sudarno. "Pertumbuhan
penduduk dan alih fungsi lahan pertanian." Mediagro 16.2 (2020).
Pratista, H. (2008). Memahami film. Homerian Pustaka.
Pratista, H. (2024). Memahami Film: Pengantar Naratif (Edisi 3). Montase Press.
https://play.google.com/books/reader?id=g_MfEQAAQBAJ
Rachmat, M. (2013, September). Nilai tukar petani Konsep, pengukuran dan
relevansinya sebagai indikator kesejahteraan petani. In Forum Penelitian
Agro Ekonomi (Vol. 31, No. 2, pp. 111-122).
Risal, Y., & Nisa, F. K. (2021). Reinterpretasi dan dekonstruksi fenomena sosial
dalam film (Analisis pada film fiksi pendek Srinthil). Jurnal Komunikasi Dan
Kajian Media, 5(1), 84-95.
Ruswandi, A., Rustiadi, E., & Mudikdjo, K. (2007). Dampak konversi lahan pertanian
terhadap kesejahteraan petani dan perkembangan wilayah: studi kasus di
daerah Bandung Utara. Jurnal Agro Ekonomi, 25(2), 207-219.
Salzabila, R. (2016). Hubungan antara upah kerja, jaminan sosial, dan fasilitas
perusahaan dengan kesejahteraan rumah tangga pemetik teh perempuan.
Repository Universitas Brawijaya.
https://repository.ub.ac.id/id/eprint/131626/
Sugiyono, S. (2018). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kualitatif,
Kuantitatif dan R & D. Alfabeta, Bandung, 4.
Sustainabletea.org. (2021). Menghitung harga pucuk di tingkat petani yang pantas.
https://www.sustainabletea.org
Suyanto, M. (2023). Directing of Oscar Winners and box Office. Penerbit Andi.
Wahyono, A. F., & Adi, A. E. (2020). Penyutradaraan Dalam Film Mockumentary
Tentang Fenomena Hypebeast. eProceedings of Art & Design, 7(1).



