PERANCANGAN ZINE UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN TERKAIT FAST FASHION DALAM MENGATASI PERSOALAN LIMBAH LINGKUNGAN

Authors

  • Yesa Nurul Hawa Telkom University
  • Idhar Resmadi Telkom University
  • Asep Kadarisman Telkom University

Abstract

Industri fast fashion dengan produksi cepat dan massal tren terkini pada harga
rendah secara signifikan meningkatkan limbah tekstil, berdampak negatif bagi lingkungan.
Dengan 92 miliar pakaian yang berakhir di TPA setiap tahun dan proyeksi peningkatan,
terdapat kekurangan informasi komprehensif dan kesadaran publik, khususnya di
kalangan anak muda Bandung, tentang bahaya lingkungan ini. Penelitian ini bertujuan
untuk meningkatkan kesadaran, menciptakan akses informasi, dan menyediakan media
zine yang efektif bagi kaum muda. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan konsumen fast
fashion, pengguna zine, dan kreator zine, serta kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa meskipun ada kesadaran, pembelian impulsif yang didorong oleh harga, tren, dan
media sosial seringkali menutupi isu mode berkelanjutan. Zine edukatif yang dihasilkan
menampilkan visual menarik, kreatif, dan narasi informatif mengenai dampak fast
fashion, yang disesuaikan dengan gaya komunikasi anak muda. Zine ini berfungsi sebagai
alat penting untuk menjembatani kesenjangan informasi, mendorong pemikiran kritis,
dan membentuk budaya konsumsi fesyen yang lebih bertanggung jawab dan
berkelanjutan, mempromosikan konsep seperti slow fashion, thrifting, dan upcycling,
sehingga mengatasi persoalan limbah tekstil dan dampaknya bagi lingkungan.
Kata Kunci: Fast Fashion, Lingkungan, Limbah Tekstil, Mode Berkelanjutan, Zine

References

Mirza, I. M. M. (2022). Efektivitas implementasi tipografi dalam desain grafis

berdasarkan perspektif hak kekayaan intelektual (HAKI) di Indonesia.

Visual Ideas, 2(2).

Pahwa, A. (2023). ATL, BTL, & TTL Marketing – Definition and Examples. Feedough.

Photowhoa. (2025). Types Of Photography | Styles, Genres Techniques & More.

Photowhoa blog.

Pratiwi, F. Y., & Zulian, I. (2021). Gaya hidup konsumtif remaja dalam konsumsi

fast fashion di era digital. Jurnal Komunikasi dan Sosial, 5(3), 112–123.

Prete, M. I. (2015). Below the line communication. In Wiley Encyclopaedia of

Management, Vol. 9.

Reddit r/photoclass. (2023). Lesson 8: Aperture & Depth of Field. Reddit discussion.

ResearchGate. (2024). The Role of Light and Shadow in the Perception of

Photographs. ResearchGate.

Resmadi, I. (2021). Analisis media siber Zinetflix sebagai media alternatif tentang

film di era digital. Jurnal Sosioteknologi, 20(3), 327–336.

Sadiman, A., Rahardjo, R., & Haryono, A. (2020). Media pendidikan: Pengertian,

pengembangan dan pemanfaatannya. Depok: Rajawali Pers.

Silmobolon, E. Y., Zulkifli, & Sugito. (2021). Penerapan ornamen pada desain

totebag ditinjau berdasarkan prinsip-prinsip desain. Gorga: Jurnal Seni

Rupa, 10(1).

Smith, J. (2022). The impact of digital media on audience behavior. Journal of

Media and Communication, 11(2), 45–60.

Sontag, S. (2024). Perkembangan fotografi. Jurnal Imaji.

Suhartawan, B., Suprihatin, H., Hammado, N., Yuniarti, E., Suyasa, W. B., Asnawi,

I., & Toepak, E. P. (2023). Pengelolaan limbah padat, limbah industri dan

B3. Get Press Indonesia.

Sukma, R. (2021). Media ruang publik sebagai strategi komunikasi visual. Jurnal

Desain Komunikasi Visual, 4(1), 22–30.

Published

2026-02-23

Issue

Section

Prodi S1 Desain Komunikasi Visual