Eksperimen Limbah kubis Sebagai Alternatif Material Vegan Leather

Penulis

  • Fitria Nur Rohimah Telkom University
  • Pricilla Tamara Telkom University
  • Laurensius Windy Octanio Haryanto Telkom University

Abstrak

Produksi kubis di Indonesia menempati posisi tinggi dalam kategori sayuran
dengan hasil panen terbesar, salah satunya berasal dari daerah Lembang. Dalam proses distribusi di pasar, pedagang sering memisahkan dan membuang lapisan kulit luar kubis yang rusak atau membusuk, sehingga menghasilkan limbah dalam jumlah besar yang belum dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan mengolah limbah kubis menjadi material alternatif vegan leather yang ramah lingkungan. Metode penelitian dilakukan melalui serangkaian eksperimen, meliputi pemilihan limbah kubis, proses pengolahan, penggunaan bahan perekat alami berbasis bubuk agar-agar dan jelly kiloan, uji coba kekuatan material, serta pengaplikasian material pada produk fesyen dengan berbagai metode, seperti menjahit manual, menjahit dengan mesin, penggunaan lem dan tanpa menggunakan lem ataupun jahitan. Hasil analisis menunjukkan bahwa biomaterial berbasis agar-agar memiliki karakteristik yang lebih stabil, kokoh, dan tahan jamur dibandingkan biomaterial berbahan jelly kiloan, meskipun fleksibilitasnya sedikit lebih rendah. Material yang dihasilkan memiliki tekstur alami menyerupai kulit konvensional, cukup fleksibel, dan tahan lama sehingga berpotensi diaplikasikan pada berbagai produk fesyen, salah satunya sling bag. Penelitian ini membuktikan bahwa limbah kubis dapat diolah menjadi bahan vegan leather inovatif yang mendukung nilai keberlanjutan dalam industri fesyen.
Kata kunci : Biomaterial, kulit sintetis ramah lingkungan, limbah kubis

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-12-24

Terbitan

Bagian

Prodi S1 Desain Produk - Kampus Purwokerto