Perancangan Ulang Kantor Keuskupan Bandung dengan Pendekatan Religius
Abstrak
Kantor Keuskupan Bandung merupakan pusat administrasi dan pastoral yang
berlokasi di Jalan Moh. Ramdan, Kota Bandung. Dengan luas 12.000 meter persegi dan
fasilitas penginapan untuk tamu-tamu klerus dan komunitas luar kota, kantor ini tidak
hanya menjalankan fungsi administratif tetapi juga menjadi ruang aktivitas lintas
komunitas. Namun, sejumlah permasalahan teridentifikasi, antara lain beberapa
ruang memiliki intensitas penggunaan yang berbeda seperti ruang Uskup dan ruangruang pertemuan, tidak tersedia ruang pendukung seperti ruang P3K dan laktasi dan perlu penyesuaian konfigurasi dan suasana ruang dan aktivitas untuk atrium iman anak.
Perancangan ulang kantor ini bertujuan untuk menciptakan ruang kerja dan ruang
lintas komunitas yang lebih sehat, efisien, dan inklusif dengan pendekatan desain yang
mengintegrasikan nilai spiritual Keuskupan Bandung, yaitu “Silih Asih” yang sejalan
dengan nilai dan ajaran agama Katolik. Konsep ini diharapkan menghadirkan ruang
yang tidak hanya fungsional, tetapi juga merefleksikan semangat kasih, pelayanan, dan
keterbukaan terhadap semua pengunjung. Dengan memperhatikan kebutuhan fisik,
emosional, dan spiritual pengguna, baik dari sisi pengunjung maupun karyawan kantor.
Kata kunci: Kantor keuskupan, Katolik, Ruang Komunitas
Referensi
Almasari, L.A.P. (2019) “Relevansi Hukum Cinta Kasih untuk Hidup Beragama di
Indonesia Sekarang ini,” Perbandingan Agama STKIP Widya Yuwana
Madiun, hal. 1–7.
Fitinline (2024) 8 warna liturgi Katolik dan makna yang terkandung di dalamnya.
Tersedia pada: https://fitinline.com/article/read/8-warna-liturgikatolik-dan-makna-yang-terkandung-di-dalamnya/.
Harmanta, Ashadi dan Hakim, L. (2019) “Penerapan Konsep Metafora Pada Desain
Bangunan Sport Club,” Arsitektur Purwarupa, 3(1), hal. 65–70.
Ingrid, S. (2015) Dalam kesederhanaan mewartakan pesan Injil. Tersedia pada:
https://katolisitas.org/dalam-kesederhanaan-mewartakan-pesaninjil/.
Listyanto, M.C.A. (2023) “Penerapan fleksibilitas ruang,” 6(2), hal. 687–696.
Nabila, G.P. (2019) “Kajian Budaya Duduk Jawa Sebagai Interaksi Sosial Di Panti
Wreda Yogyakarta,” Ars: Jurnal Seni Rupa dan Desain, 22(2), hal. 81–
Tersedia pada: https://doi.org/10.24821/ars.v22i2.2535.
Purnama, P.S., Nur, A. dan Hapsoro, A. (2024) “PERANCANGAN BARU INTERIOR
GEREJA-MAL / RUKO JB3 CHURCH HOME FOR ALL DI KOTA BANDUNG
DENGAN PENDEKATAN RELIGIUS KARISMATIK,” 11(5), hal. 6249–
Purnomo, A.D. dkk. (2023) “Himne sebagai Inspirasi Konsep Redesain Gereja Baptis
Efrata di Bandung,” Journal of Architecture and Human Experience,
(2), hal. 175–184. Tersedia pada:
https://doi.org/10.59810/archimane.v1i2.23.
RENARD, O. (2021) Green, white, red, black, … How to understand the colours of the
Roman Catholic liturgy? Tersedia pada:
Siregar, F. dkk. (2024) “PARAMETER TINGKAT KUALITAS INTERAKSI SOSIAL DALAM
RUANG PUBLIK KOMPLEKS PERUMAHAN FORMAL ANALYTICAL
PARAMETERS FOR RESEARCHING SOCIAL INTERACTION IN PUBLIC
SPACES WITHIN FORMAL HOUSING,” 9(1), hal. 81–96.
Suwito, I.P., Puspa, G. dan Zulfia, I. (2024) “PERANCANGAN ULANG INTERIOR
PERPUSTAKAAN KABUPATEN TANGERANG DENGAN PENDEKATAN
PERILAKU REDESIGN LIBRARY INTERIOR OF TANGERANG DISTRICT
WITH BEHAVIORS APPROACH,” 11(5), hal. 6713–6731.
Telaumbanua, A. dkk. (2024) “Kajian Teologis : Tentang Konsep Kasih terhadap
Sesama dalam Injil 1 Yohanes 4 : 7-8 dan Relevansinya bagi Umat
Kristiani,” 2(4).
Teluma, N.M. (2025) Hidup Sederhana Membawa Kita Lebih Dekat dengan Tuhan?
Tersedia pada: https://www.katolikana.com/2025/02/21/hidupsederhana-membawa-kita-lebih-dekat-dengan-tuhan/.
Widyaevan, D.A. (2023) “Analyzing monstrous maternal in ‘Jendela’ and ‘A Mother’s
Love’ interior mise-en-scene,” ProTVF, 7(1), hal. 34. Tersedia pada:
https://doi.org/10.24198/ptvf.v7i1.36107.
X, I.P. dan Firmanto, A.D. (2021) “Perintah Saling Mengasihi Menurut Yohanes 15:9-17 dan Aplikasinya Dalam Konteks Pluralitas Agama Melalui Katekese
Umat,” SAPA - Jurnal Kateketik dan Pastoral, 6(1), hal. 32–38.
Tersedia pada: https://doi.org/10.53544/sapa.v6i1.237.



