DESAIN MEDIA INFORMASI KESADARAN PENTINGNYA AIR PUTIH DAN PENGGUNAAN BOTOL MINUM

Penulis

  • Telkom University
  • Telkom University
  • Telkom University

Abstrak

Air putih merupakan kebutuhan esensial bagi kesehatan manusia, namun
kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda perkotaan, terhadap pentingnya
konsumsi air putih masih rendah. Di sisi lain, tingginya penggunaan botol plastik sekali
pakai memperparah permasalahan lingkungan akibat limbah plastik yang sulit terurai.
Tugas akhir ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat
usia 18–25 tahun mengenai pentingnya minum air putih serta mendorong penggunaan
botol minum pribadi sebagai langkah nyata pengurangan sampah plastik. Metode yang
digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dan studi literatur
untuk merumuskan strategi komunikasi visual yang efektif. Media yang dirancang berupa
katalog produk, yakni media cetak alternatif yang memadukan ilustrasi, infografis, dan
narasi edukatif dengan visual menarik. Media informasi ini diharapkan dapat menjadi alat
komunikasi yang efektif untuk membentuk opini serta mendorong perubahan perilaku
konsumsi air dan penggunaan botol minum pribadi di kalangan muda perkotaan. Manfaat
dari perancangan ini antara lain menurunkan limbah plastik, meningkatkan kesadaran
gaya hidup sehat dan ramah lingkungan, serta menjadi referensi bagi desainer grafis dan
kampanye sosial di bidang komunikasi visual keberlanjutan.
Kata kunci: Air Putih, Botol Minum Pribadi, Media Informasi, Kesadaran Lingkungan

Referensi

Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Manajemen pemasaran (Edisi ke-15, Buku 1).

Pearson Education.

Kotler, P., & Lee, N. R. (2011). Pemasaran sosial: Mempengaruhi perilaku untuk

kebaikan. SAGE Publications.

Landa, R. (2010). Solusi desain grafis (Edisi ke-4). Cengage Learning.

Landa, R. (2014). Solusi desain grafis (Edisi ke-5). Cengage Learning.

Lester, P. M. (2013). Komunikasi visual: Gambar dengan pesan. Cengage.

Lupton, E. (2010). Berpikir dengan tipe: Panduan kritis untuk desainer, penulis,

editor, & mahasiswa (Edisi ke-1). Princeton Architectural Press.

Lupton, E. (2011). Desain grafis: Dasar-dasar baru. Princeton Architectural Press.

Lupton, E. (2014). Berpikir dengan tipe: Panduan kritis untuk desainer, penulis,

editor, & mahasiswa (Edisi ke-2). Princeton Architectural Press.

Maulana, R. D., & Hidayat, S. (2019). Perancangan zine pengenalan dan

penyikapan quarter life crisis untuk anak muda usia 20–24 tahun daerah

kota Jakarta. eProceedings of Art, 6(2).

https://openlibrary.telkomuniversity.ac.id/home/catalog/id/155343

McCloud, S. (1993). Memahami komik: Seni yang tak terlihat. Harper Perennial.

McQuail, D. (2010). Teori komunikasi massa. Salemba Humanika.

Meggs, P. B. (1998). Sejarah desain grafis. John Wiley & Sons.

Meggs, P. B. (2016). Tipe dan gambar: Bahasa desain grafis. John Wiley & Sons.

Neumeier, M. (2006). Jarak merek: Cara menjembatani jarak antara strategi bisnis

dan desain. New Riders.

O'Donnell, V. (2019). Memahami media dan budaya: Pengantar komunikasi

massa. University of Minnesota Libraries Publishing.

Samara, T. (2007). Elemen desain: Manual gaya grafis. Rockport Publishers.

Samara, T. (2014). Membuat dan memecahkan grid: Workshop tata letak desain

grafis. Rockport Publishers.

Wong, W. (2011). Prinsip desain: Panduan untuk komunikasi visual. Wiley.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-04-06

Terbitan

Bagian

Prodi S1 Desain Komunikasi Visual