PERANCANGAN BACKGROUND ANIMASI 2D SEBAGAI MEDIA PROMOSI PENCEGAHAN KARIES GIGI PADA SISWA SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN BANDUNG BARAT

Penulis

  • Telkom University
  • Telkom University
  • Telkom University

Abstrak

Kesehatan mulut memilliki peran yang sangat penting dalam menunjang kemampuan seseorang untuk makan,
berbicara, dan berinteraksi sosial secara optimal. Salah satu masalah kesehatan mulut yang sering ditemukan adalah
karies gigi, yang banyak dialami oleh peserta didik usia 6-18 tahun. Kondisi ini dapat berdampak negatif pada proses
belajar, menimbulkan rasa sakit yang mengganggu konsentrasi, serta meningkatkan angka ketidakhdiran di sekolah.
Di Provinsi Jawa Barat, prevalensi karies gigi menunjukkan angka yang cukup tinggi, yaitu 40,39% pada siswa SD,
21,4% pada siswa SMP, dan 19,51% pada siswa SMA. Untuk mengatasi permasalahan ini, Kementerian Kesehatan
telah melaksanakan program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) sebagai bentuk upaya promotif dan preventif
melalui pemberian pelayanan kesehatan gigi sejak dini secara berkesinambungan. Salah satu metode yang
berpotensi efektif adalah pemanfaat media animasi, yang mampu menyampaikan informasi secara menarik, mudah
dipahami, dan dilengkapi dengan latar visual yang tepat untuk memperkuat pesan. Penelitian ini bertujuan
mengembangkan media edukasi berbasis animasi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta
didik mengenai pencegahan karies gigi, sekaligus mendukung keberhasilan UKGS dalam penurunan angka prevalensi
karies gigi di kalangan siswa.
Kata Kunci: Animasi, Background, Environment, Karies gigi, Kesehatan

Referensi

Adjie, A. (2011). Animasi 2D 'Bermain' untuk Siswa SMP. (Skripsi, Universitas Komputer Indonesia,

Bandung).

Ardian, A., & Munadi, S. (2016). Pengaruh Strategi Pembelajaran Student-Centered Learning dan

Kemampuan Spasial terhadap Kreativitas Mahasiswa. Jurnal Pendidikan Teknologi dan

Kejuruan, 22(4), 454.

Black, J. A., & Champion, D. J. (1992). Metode dan Masalah Penelitian Sosial. Jakarta: Erlangga.

Blum, H. L. (1974). Planning for Health: Development and Application of a Social Change Theory. New York:

Human Sciences Press.

Brook, R. H. (2017). Should the Definition of Health Include a Measure of Tolerance? JAMA, 317(6), 585–

Catatan Sehat. (t.t.). Teori H.L. Bloom dalam Ilmu Kesehatan Masyarakat. Diakses dari

https://catatansehat.com/teori-hl-bloom-dalam-ilmu-kesehatan-masyarakat/

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran. (t.t.). FKG Unpad Bersama Dinkes Pemprov

Jabar Rancang Pemeriksaan Gigi dan Mulut pada Masyarakat dan Peserta Didik Melalui

UKSM. Diakses dari https://fkg.unpad.ac.id/fkg-unpad-bersama-dinkes- pemprov-jabarrancang-pemeriksaan-gigi-dan-mulut-pada-masyarakat-dan-peserta- didik-melalui-uksm/

Farastuti, S. K. (2021). Pengaruh Penggunaan Media Animasi Terhadap Perubahan Pengetahuan dan Sikap

Gizi Seimbang pada Siswa Kelas IV dan V Sekolah Dasar Negeri Puren Depok Sleman Yogyakarta.

(Skripsi, Poltekkes Kemenkes Yogyakarta).

Forrest, J. O. (1995). Pencegahan Penyakit Mulut (L. Yuwono, penerjemah). Jakarta: Hipokrates.

Fowler, M. (2002). Animation background layout.

Hadi, S. (1986). Metodologi Research 2. Yogyakarta: Yayasan Penerbitan Fakultas Psikologi UGM.

Harshanur. (1991). Ilmu Kedokteran Gigi Anak. Jakarta: EGC. Harun, S. (2002). Perawatan Kesehatan Gigi

dan Mulut. EGC.

Herijulianti, E. (2001). Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku Pemeliharaan Kebersihan Gigi

Dan Mulut di Kelurahan Wonoharjo Kabupaten Tanggamus. Universitas Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025, 8 Januari). Keputusan Menteri Kesehatan Republik

Indonesia Nomor Hk.01.07/Menkes/15/2025 tentang Pedoman Nasional

Pelayanan Klinis Tata Laksana Karies Gigi. Diakses dari

https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/849/karies-dan-pencegahannya

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2023). Survei

Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dalam Angka.

Lalonde, M. (1974). A New Perspective on the Health of Canadians: A Working Document.

Government of Canada.

Marlindayanti, S., Hanum, N. A., Ismalayani, & Heriyanto, Y. (2022). Manajemen Pencegahan Karies.

Kediri: Lembaga Chakra Brahmana Lentera.

Mulyadi, S., Basuki, H. A., & Prabowo, H. (2019). Metode Penelitian Kualitatif dan Mixed Method:

Perspektif yang Terbaru untuk Ilmu-Ilmu Sosial, Kemanusiaan, dan Budaya. Depok: Rajawali

Pers.

Newbrun, E. (1982). Preventive Dentistry: Clinical, Epidemiological and Social Aspects (2nd ed.). The

University of California.

Nugroho, A. (1987). Memelihara Kesehatan Gigi dan Mulut. Jakarta: Balai Pustaka. Penerapan Program

Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) dalam Pengetahuan Merawat Gigi

Mulut pada Anak di TK Kemala Bhayangkari Watampone Kecamatan Tanete Riattang Kabupaten Bone.

(t.t.). Pasca-UMI. Diakses dari https://pasca- umi.ac.id/index.php/jmch/article/view/1308

Petersen, P. E. (2003). The World Oral Health Report 2003: Continuous improvement of oral health in the

st century – the approach of the WHO Global Oral Health Programme. Community Dentistry

and Oral Epidemiology, 31(Suppl. 1), 3-24.

Repository Universitas Padjadjaran. (t.t.). [Tanpa Judul]. Diakses dari

https://repository.unpad.ac.id/items/f317da16-70b4-4766-9d03-a2439c8ae82e

Rompis, C., Pangemanan, D., & Gunawan, P. (2016). Hubungan tingkat pengetahuan ibu tentangkesehatan gigi anak dengan tingkat keparahan karies anak TK di Kota Tahuna. e-GiGi, 4(1).

Sinaga, A. (2013). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan perilaku Ibu dalam Mencegah Karies Gigi Anak

Usia 1–5 Tahun di Puskesmas Babakan Sari Bandung. Jurnal Darma Agung, XXI(1), 1–10.

Sriyono. (2009). Dental Health and Behavior. Yogyakarta: Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Gadjah

Mada

##submission.downloads##

Diterbitkan

2026-04-06

Terbitan

Bagian

Prodi S1 Desain Komunikasi Visual