PERANCANGAN PRODUK READY TO WEAR DENGAN PENGAPLIKASIAN TEKNIK AMERICAN SMOCKING DAN PERENCANAAN BISNISNYA
Abstrak
Industri fashion terus berkembang dengan berbagai inovasi dalam
teknik desain dan produksi. Salah satu teknik yang semakin diminati dalam
dunia fashion adalah American Smocking, yang mampu menciptakan efek
struktural dan estetika unik pada kain. Penelitian ini bertujuan untuk
merancang produk ready-to-wear dengan menerapkan teknik American
Smocking, sekaligus menyusun strategi bisnis yang tepat agar produk dapat
bersaing di pasar fashion. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
pendekatan Design Thinking, yang mencakup tahap empathize, define, ideate,
prototype, dan test. Eksplorasi dilakukan pada berbagai jenis kain, seperti katun
Toyobo, semi wool, dan satin, untuk mengidentifikasi material terbaik yang
dapat mengakomodasi teknik smocking dengan optimal. Selain itu, penelitian
ini juga mengkaji potensi pemasaran serta model bisnis yang relevan untuk
produk berbasis fabric manipulation ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
American Smocking dapat diterapkan secara efektif pada produk ready-towear, terutama pada kategori atasan, dress, dan outerwear. Teknik ini
memberikan keunggulan visual dan diferensiasi produk yang dapat
meningkatkan daya saing di industri fashion. Selain itu, strategi bisnis yang
dikembangkan dalam penelitian ini menitikberatkan pada aspek desain
inovatif, segmentasi pasar, dan strategi pemasaran berbasis media digital.
Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi
desainer dan pelaku industri fashion dalam mengembangkan produk ready-towear berbasis American Smocking, baik dari segi desain maupun strategi
bisnisnya.
Kata kunci: American Smocking, ready-to-wear, design thinking, fabric manipulation, strategi bisnis
Referensi
Albahi, A., et al. (2025). Ready-to-wear fashion industry: Trends and consumer
preferences. Fashion Journal, 42(3), 120-135.
Brown, T. (2009). Change by design: How design thinking creates new alternatives
for business and society. Harper Business.
Chenlu, W., & Zhao, L. (2024). Innovative application and design of smocking
technology in local Chinese clothing brands. Fibres & Textiles in Eastern
Europe, 32(1), 45-57.
Colette, W. (1996). The art of manipulating fabric. Krause Publications.
Dai, Y. (2025). Fabric manipulation and its impact on fashion branding and product
differentiation. Journal of Textile Science, 20(2), 78-92.
Dam, R. F., & Siang, T. Y. (2020). What is design thinking and why is it so popular?
Interaction Design Foundation. https://www.interaction-design.org
Frings, G. S. (2008). Fashion: From concept to consumer. Prentice Hall.
Hines, T., & Bruce, M. (2007). Fashion marketing. Butterworth-Heinemann.
Jackson, T., & Shaw, D. (2009). Mastering fashion marketing. Palgrave Macmillan.
Kholifah, N. (2014). Perbedaan ukuran pola smock terhadap hasil jadi variasi flower
smocking pada busana pesta anak. Jurnal Edisi Yudisium Agustus, 12(2), 45-
McKelvey, K., & Munslow, J. (2018). Fashion design: Process, innovation, and design
thinking. Wiley-Blackwell.
Perez-Perez, M. (2024). Business model canvas for fashion startups: Structuring
innovation and market entry. International Business Review, 29(4), 88-102.
Ren, Y., et al. (2024). Fabric manipulation and structural aesthetics in contemporary
fashion design. Textile Research Journal, 95(1), 65-79.



