ERANCANGAN BARU HOTEL LORIN CIAMIS BINTANG 3 DENGAN PENDEKATAN BUDAYA
Abstrak
Perancangan Baru Lorin Hotel Bintang 3 di Kabupaten Ciamis dilatarbelakangi oleh peningkatan
aktivitas pariwisata, kebutuhan akan fasilitas akomodasi yang lebih memadai, serta keterbatasan
hotel berbintang dengan kualitas desain interior yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk
merumuskan konsep perancangan interior hotel berbintang 3 yang fungsional, nyaman, dan
berkarakter lokal. Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, kuesioner, dokumentasi,
studi literatur, dan studi preseden untuk mengidentifikasi permasalahan serta merumuskan solusi
desain yang relevan. Hasil perancangan menerapkan pendekatan lokalitas berbasis nilai budaya
Sunda Someah Hade Ka Semah melalui tata ruang yang terbuka dan ramah, pemilihan material
bernuansa alami, serta suasana ruang yang hangat. Identitas budaya Ciamis diinterpretasikan
secara modern melalui elemen batik Galuh Pakuan, batik Lepaan Kembang, kerajinan bambu dan
rotan, serta gerabah dan keramik Ciamis dalam tema Modern Culture. Konsep restorative space
diwujudkan melalui area craft and showcase di lobby untuk memperkaya pengalaman ruang
sekaligus memperkuat karakter lokal hotel. Perancangan ini diharapkan menghasilkan desain
interior hotel yang fungsional, nyaman, beridentitas lokal, serta mendukung citra Kabupaten
Ciamis sebagai destinasi wisata yang berkembang.
Kata kunci: Experiential Design, Desain Interior Hotel, Restorative Space
Referensi
Arthini, N. N. S., Dewi, N. K. W. K., & Sekarti, N. K. (2022). Preferensi Wisatawan
Terhadap Butler Service Signature di The ST. Regis Bali Resort. Journal of
Hospitality Accommodation Management (JHAM), 1(2), 112–123.
https://doi.org/10.52352/jham.v1i2.833
Ching, F. D. (2016). Arsitektur: Bentuk, Ruang, dan Tatanan. Educacao e Sociedade,
(1), 1689–1699.
http://www.biblioteca.pucminas.br/teses/Educacao_PereiraAS_1.pdf%0Ahttp://
www.anpocs.org.br/portal/publicacoes/rbcs_00_11/rbcs11_01.htm%0Ahttp://re
positorio.ipea.gov.br/bitstream/11058/7845/1/td_2306.pdf%0Ahttps://direitouf
ma2010.files.wordpress.com/2010/
Cook, A. S. (1998). Space and Culture. New Literary History, 29(3), 551–572.
https://doi.org/10.1353/nlh.1998.0027
Frampton, K. (1983). No Tit י יל le. ペインクリニック学会治療指針2, 1–9.
Kinanti, K. W., Pitana, T. S., & Yuliani, S. (2017). Gedung Seni Dan Budaya
Banyumas Dengan Pendekatan Lokalitas Di Purwokerto. Arsitektura, 13(2).
https://doi.org/10.20961/arst.v13i2.15644
Long, M. (2017). ARCHITECTURAL ACOUSTICS SUBMITTED.
Maulana, T. A. (2024). Elemen Tradisional dalam Desain Interior: Pengaruh Tata
Letak dan Fungsi dalam Rumah Adat Miduana. 917–926.
https://doi.org/10.32884/ideas.v10i4.1874
Ristanti, R., Priyanto, S. H., Susanto, D. R., Haryati, R. T., Herra, H., & Hadi, B. M.
(2025). Management Transformation in the Hospitality Industry in Yogyakarta
(2014-2024). Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO), 2(3), 3890–
https://doi.org/10.62567/micjo.v2i3.1196
Rohman, S. N. (2023). Kearifan Lokal Masyarakat Adat Kampung Kuta Dalam
Membangun Rumah Adat Sebagai Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup.
Geography Science Education Journal (GEOSEE), 4(2), 40–49.
http://jurnal.unsil.ac.id/index.php/geosee/index
Sanjaya, S. (2022). SERVICE QUALITY TO CUSTOMERS IN FOOD AND BEVERAGES
SERVICE. 3(1), 68–80. file:///C:/Users/fifis/Downloads/73-File Utama Naskah-295-
-10-20230921.pdf



