Antena 5g Berbasis Teksture Surface

Authors

  • Rizaldy Amna Telkom University
  • Bambang Setia Nugroho Telkom University
  • Levy Olivia Nur Telkom University

Abstract

Fifth generation (5G) merupakan teknologi yang baru saja diluncurkan di Indonesia pada tahun 2021. Saat ini masih masa uji coba dan masih terbatas, Untuk mendukung teknologi 5G dibutuhkan banyak komponen dalam mendukung implementasinya salah satunya adalah antena, karena di perlukan spektrum dalam beberapa rentang frekuensi untuk menyediakan kecepatan data dan handover yang tinggi untuk memenuhi spesifikasi teknologi 5G. Pada Tugas Akhir ini antena yang digunakan merupakan antena mikrostrip dengan berbasis Artifisial Magnetic Conductor (AMC) yang memiliki gain tinggi, bandwidth lebar, pola radiasi bidireksional. Konsep metamaterial digunakan untuk memperkecil dimensi antena mikrostrip namun tetap dengan spesifikasi yang baik. dan menggunakan teknik DGS (Defected Ground Structure) yang diterapkan pada penelitian ini yaitu dengan cara mempotong bagian groundplane pada antena mikrostrip. Tugas akhir ini merancang dan merealisasikan antena 5G berbasis teksture dengan berbahan FR4 epoxy dengan konstanta dielektrik 4,3 dan ketebalan 1,6 mm sebagai substrat dan copper sebagai bahan untuk groundplane dan rectangular patch. Antena ini bekerja pada rentang frekuensi 3,45 GHz sampai 3,55 GHz dengan frekuensi kerja pada 3,5 GHz dan diharapkan sesuai dengan spesifikasi, yaitu return loss di bawah <-10 dB, bandwidth yang dihasilkan >100 MHz. gain >3 dB, return loss di bawah <-10 dB, dan VSWR <2 Hasil simulasi menujukkan pada frekuensi 3,5 GHz memiliki nilai return loss sebesar -19,88 dB gain sebesar 3,4 dB, bandwidth yang dihasilkan adalah 160 MHz dan nilai VSWR sebesar 1,22. Hasil realisasi menunjukan pada frekuensi kerja 3,5 GHz dengan nilai return loss sebesar -26,15 dB, nilai VSWR sebesar 1,13 dan nilai gain sebesar 3,21 dB, bandwidth sebesar 280 MHz

Downloads

Published

2021-10-01

Issue

Section

Program Studi S1 Teknik Telekomunikasi