Design of a Project Material Procurement Performance Measurement System in a Manufacturing Company Using an Engineering-to-Order Approach with SCOR Racetrack and FAHP
Abstract
Penelitian ini mengkaji keberhasilan dan kegagalan perusahaan manufaktur kereta api, yang menjadi perhatian utama pelanggan yang mengharapkan layanan yang handal dan sesuai. Evaluasi kinerja perusahaan, terutama dalam memenuhi kebutuhan pelanggan, menjadi krusial dalam meningkatkan layanan. Studi ini memfokuskan pada PT. XYZ yang menerapkan Engineer-to-Order (ETO), di mana analisis data pengadaan material menyoroti variasi persentase selisih yang perlu diperhatikan. Integrasi SCOR Racetrack dan Fuzzy Analytical Hierarchy Process (FAHP) diusulkan sebagai strategi pengukuran kinerja yang komprehensif. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan SCOR Racetrack dan FAHP menghasilkan sistem pengukuran kinerja terintegrasi, memungkinkan perusahaan mencapai tujuan strategis. Pengukuran kinerja, terutama dalam pengadaan, membantu meningkatkan Perfect Order Fulfillment (POF) dengan akurasi pengiriman barang mencapai 91% dan akurasi kuantitas pengiriman 90%. Rekomendasi untuk perusahaan termasuk menerapkan rancangan sistem pengukuran kinerja pengadaan yang melibatkan SCOR Racetrack dan Fuzzy AHP. Langkahlangkah seperti pelatihan tim, pemantauan berkala, dan evaluasi proaktif diharapkan dapat meningkatkan POF hingga 81%, memastikan ketepatan dan kualitas pengiriman, serta mencapai hasil optimal dalam konteks manufaktur dengan pendekatan ETO.
Kata kunci: SCOR Racetrack, Fuzzy AHP, Kinerja Perusahaan, Engineer-to-Order
References
Strandhagen Jo W. (2014). Operationalizing lean principles for lead time redution in enginerr-to-order (ETO) Operation: A case study. IFAC PapersOnLine 51-11 (2018) 128–133.
Masterson. (2023, April 29). How to improve order fulfillment process: Solutions and strategy. 6 River Systems. https://6river.com/best-ways-to-improveorder-fulfillment-process/#Masterson
Waaliy, A.N., Ridwan, A.Y., & Akbar, M.D. (2018). Supply Chain Operation Reference (SCOR) dan Analytical Hierarchy Process (AHP) Untuk Mendukung Green Procurement Pada Industri Penyamakan Kulit. Jurnal Industrial Services (JISS), Vol.4, No.1. [2]
Jannah, B., Ridwan, A.Y., & El Hadi, R. M. (2018). Perancangan Model Pengukuran Kinerja Green Manufacturing Berdasarkan Model SCOR Pada Industri Penyamakan Kulit. Jurnal Rekayasa Sistem & Industri (JRSI),5(01). [3]
Winanda, S.M., Ridwan, A.Y., & El Hadi, R.M. (2018). Perancangan Model Pengukuran Kinerja Green Procurement Berdasarkan Model SCOR Pada Industri Penyamakan Kulit. Jurnal Rekayasa Sistem & Industri (JRSI),5(02).
APICS. (2017). Supply Chain Operations Reference Model Version 12.0. Chicago
Wibowo, A. (2017). Manajemen Pengadaan Barang/Jasa: Pendekatan Strategis dan Praktis. PT RajaGrafindo Persada
Hugos, M. (2003). Essentials of Supply Chain Management. John Wiley & Son, Inc. 5
Bolstorff, P., & American, R. R. (2012). Supply Chain Excellence (Third Edit). AMACOM.
Saaty, T. L. (1993). Pengambilan Keputusan bagi Para Pemimpin. PT. Pustaka Binaman Pressindo: Jakarta Pusat. 7
Tri Liputra David. (2018). Pengukuran Kinerja Rantai Pasok Dengan Model Supply Chain Operations Reference (SCOR) dan Metode Perbandingan Berpasangan: Jurnal Rekayasa Industri
Fauziyah, I. S., Ridwan, A. Y., & Muttaqin, P. S. (2020). Food production performance measurement system using halal supply chain operation reference (SCOR) model and analytical hierarchy process (AHP). IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 909(1), 012074. https://doi.org/10.1088/1757-899X/909/1/012074.
Pasaribu, S. (2018). Analisis Supply Chain Management Pada PT XYZ. (Tesis Magister). Universitas Sumatera Utara, Medan
Sari, D. I., Ridwan, A. Y., & Santosa, B. (2015). Design of risk management monitoring system based on supply chain operations reference (SCOR): A study case at dairy industry in Indonesia. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Icore) 2(1), 1-10. Retrieved from http://www.jp.feb.unsoed.ac.id/index.php/Icore/arti cle/view/1479



