Analisis Pembuatan Elektrolit Dengan Panel Surya

Authors

  • Nuriman Wicaksanajati Telkom University
  • Ekki Kurniawan Telkom University
  • Uke Kurniawan Usman Telkom University

Abstract

Abstrak – Penggunaan baterai konvensional mempunyai dampak negatif yang serius terhadap
lingkungan dan kesehatan manusia.Hal ini termasuk
menimbulnya emisi beracun selama produksi dan
pembuangan limbah, kerusakan ekosistem, dan
masalah kesehatan seperti gangguan saraf dan
pernapasan,mencemari lahan pertanian dan sumber
air, sehingga menyebabkan keracunan makanan dan
air minum.Oleh karena itu, diperlukan sumber energi
alternatif yang ramah lingkungan untuk
mennyelesaikan permasalahan tersebut.Salah satu
solusi tersebut ialah dengan menggunakan baterai
aluminium udara. Baterai aluminium udara
merupakan salah satu solusi penyimpanan energi
yang memiliki potensi karena bahan yang melimpah dan harga yang murah. Elektrolit yang digunakan
terdiri dari larutan air laut,garam laut,garam dapur dan garam bata sebagai media penggerakan ion
antara katoda dan anoda . Parameter yang mempengaruhi kinerja baterai seperti fluks,
tegangan, arus,pH dan TDS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa panel surya dapat menyediakan
energi yang cukup untuk proses elektrolisis meskipun
terdapat tergantung pada kondisi cuaca dan lokasi
geografis. Nilai fluks tertinggi ada pada garam dapur
dengan nilai 89416 lux serta menghasilkan arus dan tegangan sebesar 3,7 a dan 20,01 V. Semakin tinggi
nilai fluks,maka semakin cepat proses elektrolisis. Untuk mengelektrolisis 1 larutan membutuhkan
waktu 10 – 15 menit. Proses elektrolisis dimulai dari pukul 13.00 dan berakhir pada pukul 15.00. Larutan
air yang telah di elektrolisis nantinya akan digunakan sebagai air elektrolit baterai.PH larutan menunjukan
konsentrasi ion hidrogen dan oksigen pada larutan. Larutan garam laut memiliki tingkat pH lebih tinggi
dibandingkan larutan. Sebelum dielektrolisis larutan
garam laut memiliki nilai pH 7,6 lalu setelah dielektrolisis larutan garam laut memiliki nilai pH
10,1 . TDS menunjukkan jumlah padatan di dalam
larutan. TDS pada larutan garam laut sebelum elektrolisis memiliki nilai TDS 8305 dan setelah
dielektrolsis nilai TDS larutan garam laut sebesar 9625 ppm.

Kata kunci – Baterai alumunium udara, elektrolit, elektrolisis, panel surya,pH,TDS,Fluks

References

Dewa, Aloisius Wisnu Lalita dan Priyo Sasmoko, 2016, ALAT UKUR TDS (TOTAL DISSOLVED SOLID) AIR GARAM DENGAN RESISTIF SEBAGAI INDIKATOR, Diponegoro: [2] Raymond Chang, Kimia Dasar Jilid 2,(Jakarta: Erlangga),hlm. 219 [3]Riyanto, Elektrokimia dan Aplikasinya, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2013), hlm. 2 [4]. Kadir, A 2015, Buku Pintar Pemrograman Arduino, Penerbit Mediacom, Yogyakarta [5]. Wikipedia.org. Solar Cell. http://en.wikipedia.org/wiki/Solar_cell. Disunting tanggal 22 November 2007. [6] MUHAMMAD IHZA, 2019, ANALISIS PENGGUNAAN AIR ELEKTROLIT PADA SEL ELEKTROLISIS DAN SEL GALVANI SEBAGAI PENYIMPAN DAYA LISTRIK, Universitas Telkom, Bandung [7] Dewa, Sasmoko Priyo, 2016, ALAT UKUR TDS (TOTAL DISSOLVED SOLID) AIR GARAM DENGAN RESISTIF SEBAGAI INDIKATOR, GEMA TEKNOLOGI,Dipenogoro [8] Afdal, Irwan Fadhilah, 2016, Analisis Hubungan Konduktivitas Listrik dengan Total Dissolved Solid (TDS) dan Temperatur pada Beberapa Jenis Air, Universitas Andalas, sumatera Barat [9] Kurniawan, Ekki, et al. "ELEKTROLISIS UNTUK PRODUKSI AIR ALKALI DAN ASAM DENGAN SUMBER ENERGI MODUL SEL SURYA." Seminar Nasional Kimia UIN Sunan Gunung Djati Bandung 2018.

Published

2024-11-22

Issue

Section

Program Studi S1 Teknik Elektro