Rancang Bangun Weather Station Menggunakan Koneksi Wifi Berbasis ESP32
Abstract
Perubahan iklim yang semakin nyata berdampak besar pada berbagai aspek kehidupan, termasuk keamanan nasional, geopolitik, dan produksi pangan. Oleh karena itu, pemantauan cuaca secara realtime menjadi sangat penting. Sebagai solusi, telah dikembangkan sistem Weather Station yang terintegrasi dengan aplikasi mobile dan situs web. Sistem ini menggunakan mikrokontroler ESP32 bersama dengan sensor DHT11 untuk mengukur suhu dan kelembaban, sensor BMP180 untuk tekanan udara, serta sensor raindrop untuk mendeteksi curah hujan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem ini mampu menyediakan data cuaca dengan akurasi tinggi, latency rendah, dan biaya yang efisien. Hasil uji pada akurasi menunjukkan nilai rata-rata 89,44% untuk parameter suhu, 78,15% untuk parameter kelembaban, 99,73% untuk parameter tekanan, dan keberhasilan mendeteksi air untuk parameter hujan dengan pendeteksian lebih optimal pada cuaca normal.
Kata kunci— Akurasi, Internet of Things, Sensor, Weather Station.
References
”Anomali Suhu Udara Rata-Rata Bulan September 2023”, Badan Meterorologi, Klimatologi, Dan Geofisika (BMKG), 2023. https:// www.bmkg.go.id/ iklim/?p=ekstrem-perubahan-iklim. [Sep. 15, 2023]
I. R. Pratama, M. A. Riyadi, and A. A. Zahra, "Rancang Bangun Sistem Telemetri Stasiun Cuaca Berbasis ATmega8A," Transient: Jurnal Ilmiah Teknik Elektro, vol. 6, no. 4, pp. 566-574, Nov. 2017.
A. Wagyana dan Rahmat, ”Prototipe Modul Praktik Untuk Pengembangan Aplikasi Internet of Things (IoT),” Jurnal Ilmiah Setrum, vol.8, no.1, pp.238-247, 2019.
I. Nurpriyanti, ”Otomatisasi Sensor DHT11 Sebagai Sensor Suhu Dan Kelembapan Pada Hidroponik Berbasis Arduino UNO R3 Untuk Tanaman Kangkung,” Jurnal Teknologi dan Terapan Bisnis (JTTB), vol.3, no.1, pp. 40-45, 2020.
F. Amaluddin dan A. Haryoko, ”Analisa Sensor Suhu Dan Tekanan Udara Terhadap Ketinggian Air Laut Berbasis Mikrokontroler,” Jurnal Ilmiah Teknik Informatika, vol.13, no.2, pp. 98-104, 2019.



