Pengembangan Kompor Biomassa Berbahan Dasar Semen dengan Campuran Tanah Liat dan Perlit
Abstract
Penggunaan gas LPG di kalangan Masyarakat semakin meningkat. Hal tersebut menyebabkan ketersediaan energi fosil semakin menipis. Salah satu Upaya untuk masalah penggunaan bahan bakar fosil khususnya LPG adalah dengan menggunakan energi biomassa. Indonesia yang merupakan negara tropis dan memiliki perkembangan industry agrikultur yang berkembang pesat menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki ketersediaan sumber daya biomassa dan bio-energi yang cukup banyak. Kompor biomassa berbahan semen dapat menjadi salah satu teknologi untuk memanfaat ketersediaan biomassa yang melimpah di Indonesia dan menekan penggunaan gas LPG di kalangan Masyarakat. Pada penelitian ini dilakukan dua pengujian, pengujian pertama adalah menguji performas kompor biomassa berbahan semen dengan kompor biomassa konvensional, serta mengkaji pengaruh laju aliran udara pada kompor biomassa berbahan semen. Kedua pengujian tersebut dilakukan menggunakan metide WBT. Hasil menunjukkan bahwa kompor biomassa berbahan semen mampu mendidihkan air lebih cepat daripada kompor konvensional, meskipun efisiensi termalnya lebih rendah, yaitu 22,98% dibandingkan dengan 24,61% pada kompor konvensional. Penggunaan laju aliran udara primer yang lebih tinggi mempercepat waktu mendidih, tetapi meningkatkan konsumsi bahan bakar. Efisiensi termal tertinggi dicapai pada laju aliran udara 2,5 m/s dengan efisiensi rata-rata 21,63%.
Kata kunci— Biomassa, Efisiensi Termal, LPG, WBT
References
E. Karmiza, S. Helianty, dan Zulfansyah, “Evaluasi Kinerja Kompor UB-03-1 Berbahan Bakar Limbah Industri Kayu Olahan, Tempurung Kelapa, Pelepah Sawit, dan Ranting Kayu Akasia”, Jom FTEKNIK, vol. 1, no. 2, 2014.
Potensi Pengembangan Bioenergi di Indonesia, Layanan Informasi dan Investigasi Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (LINTAS EBTKE). [Online]. Tersedia : https://ebtke.esdm.go.id/lintas/id/investasiebtke/sektorbioenergi/potensi . [Accessed Desember 2023].
V. A. Dhini, “Mayoritas Rumah Tangga Indonesia Gas Elpiji Untuk Memasak,” databoks, 2021. [Online]. Tersedia : https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2021/11/22/ mayoritas-rumah-tangga-indonesia-menggunakan-gaselpijiuntuk-memasak. [Accessed Desember 2023].
M. Nurhuda, “ Kompor Biomassa UB: Menuju Kemandirian Energi bagi Rakyat Miskin”, Prakarsa, vol.9, no. 4, 2011.
S. F. Baldwin, "Biomass Stoves," Volunteers in Technical Assistance, 1987.
R. F. Rizqiardihatno, “Perancangan Kompor Berbahan Bakar Pelet Biomassa Dengan Efisiensi Tinggi dan Ramah Lingkungan Menggunakan Prinsip Heat Recovery,” Skripsi, Universitas Indonesia, Depok, 2009.
M. Riadi, “Biomassa - Pengertian, Jenis Kompor dan Gasifikasi”, KAJIANPUSTAKA.COM, 2023. [Online]. Tersedia : https://www.kajianpustaka.com/2023/03/biomassa.html . [Accessed September 2024].
D. A. Sasmita, F. Andriawan, dan N. A. Solekakh, ”KINERJA KOMPOR BIOMASSA SNI 7926:2023”, BSN, 2023.



