Pengaruh Burnout Terhadap Job Satisfaction Menggunakan Metode DRAWS dan Minnesota Satisfaction Questionnaire (Studi Kasus: Beauty Advisor Gudang Kosmetik Purwokerto)

Authors

  • Putri Sabrina Telkom University
  • Anastasia Febiyani Telkom University
  • Halim Qista Karima Telkom University

Abstract

Beauty advisor di Gudang Kosmetik Purwokerto menghadapi tuntutan target penjualan yang tinggi, tekanan kerja, dan kondisi kerja yang berpotensi menimbulkan burnout. Kondisi ini dapat mempengaruhi tingkat job satisfaction yang berperan penting terhadap kinerja dan keberlangsungan sumber daya manusia. Burnout yang tidak terkelola dapat menurunkan job satisfaction, loyalitas, dan produktivitas beauty advisor. Kondisi saat ini menunjukkan adanya tekanan kerja yang dirasakan mayoritas beauty advisor, sementara sistem evaluasi job satisfaction dan burnout belum dilakukan secara terstruktur sehingga terdapat kesenjangan antara kondisi aktual dan kondisi kerja yang diharapkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner pada 40 beauty advisor. Burnout dianalisis menggunakan kuesioner Defense Research Agency Workload Scale (DRAWS), sedangkan job satisfaction menggunakan kuesioner Minnesota Satisfaction Questionnaire (MSQ). Hubungan antara burnout dan job satisfaction dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa burnout berpengaruh negatif dan signifikan terhadap job satisfaction beauty advisor. Semakin tinggi tingkat burnout, semakin rendah job satisfaction yang dirasakan. Output penelitian ini adalah rancangan evaluasi dan monitoring yang dapat digunakan secara rutin untuk mendukung kesejahteraan dan kinerja karyawan.
Kata kunci— Burnout, Job satisfaction, DRAWS, MSQ, Beauty advisor

Published

2026-07-09

Issue

Section

Prodi S1 Teknik Industri - Kampus Purwokerto