Analisis Perbandingan Teknologi Pemilahan Sampah Berdasarkan Proses Bisnis, Produktivitas, Dan Benefit Cost Ratio

Penulis

  • Dhawy Farras Putra Telkomuniversity
  • Endang Chumaidiyah Telkomuniversity
  • Meldi Rendra Telkomuniversity

Abstrak

Abstrak
Teknologi pemilahan sampah konvensional dan dengan belt conveyor (otomatis) merupakan teknologi pemilahan yang sedang berkembang di Indonesia saat ini. Teknologi ini salah satunya terdapat pada Pusat Daur Ulang Jambangan Surabaya (PDUJS) yang menggunakan teknologi belt conveyor dan Bank Sampah Sekelimus Bandung (BSSB) yang menggunakan teknologi konvensional. Diperlukan analisis untuk mengetahui teknologi pemilahan yang lebih besar manfaatnya. Perbandingan tersebut dilihat dari aspek proses bisnis, produktivitas, dan benefit cost analysis (BCA). Hasil perhitungan proses bisnis mendapatkan tingkat efesiensi pada PDUJS sebesar 62%, sedangkan pada BSSB mendapatkan tingkat efisiensi sebesar 87%. Hasil perhitungan aspek produktivitas yang dilihat dari total produktivitas, produktivitas per proses, dan produktivitas per 1,000m2 menunjukkan hasil masing-masing total produktivitas 0.61 untuk PDUJS dan 0.714 untuk BSSB, produktivvitas proses 6 ton/hari untuk PDUJS dan 7.947 ton/hari untuk BSSB, dan produktivitas per 1,000m2 2.061 ton/1,000m2 untuk PDUJS dan 4.787 ton/1,000m2 untuk BSSB. Hasil perhitungan dari benefit cost analysis yang dilihat dari NPV, IRR, dan BCR menunjukkan hasil masing-masing NPV Rp 456,383,020 untuk PDUJS dan Rp 6,892,717,279 untuk BSSB, IRR 6.90% untuk PDUJS dan 20.70% untuk BSSB, dan BCR 1.046 untuk PDUJS dan 1.133 untuk BSSB. Maka BSBB dengan sistem teknolologi pemilahan konvensionalnya lebih unggul jika dinilai berdasarkan kriteria aspek proses bisnis, produktivitas, dan benefit cost ratio.

Kata kunci : proses bisnis, produktivitas, benefit cost analysis

Abstract Conventional waste sorting technology and belt conveyor (automatic) is a sorting technology that is currently developing in Indonesia. One of these technologies is found in Jambangan Recycling Center (JRC), which uses belt conveyor technology and Sekelimus Garbage Bank (SGB), which uses conventional technology. An analysis is needed to find out which sorting technology is more beneficial. The comparison is seen from business processes aspect, productivity aspect, and benefit-cost analysis (BCA). The results of calculations from business process aspect using efficiency are PDU Jambangan 43% and GBS 62%. The results of the calculation from the productivity aspect are from the total productivity is 0.61 for JRC and 0.714 for SGB, process productivity is 6 ton/day for JRC and 7.947 ton/day, and productivity per 1,000m2 is 2.061 ton/1,000m2 for JRC and 4.787 ton/1000m2 for SGB. The results of the calculation from the benefit-cost analysis are from NPV, IRR, and BCR. NPV Rp 456,383,020 for JRC and Rp 6,892,717,279 for SGB, IRR 6.90% for JRC and 20.70% for SGB, and BCR 1,046 for JRC and 1,133 for SGB. So SGB, with its conventional separating system are better if judged based on criteria for aspects of business processes, productivity, and benefit cost ratio.

Keywords: business process, productivity, benefit cost analysis

##submission.downloads##

Diterbitkan

2020-08-01

Terbitan

Bagian

Program Studi S1 Teknik Industri